KPK Kembali Periksa Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto (MP/Ponco)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto. Hasto diperiksa dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP, Harun Masiku.

"Hari ini saya datang memenuhi panggilan undangan dari penyidik KPK bersifat rahasia, untuk menjadi saksi," kata Hasto sebelum masuk Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (26/2).

Baca Juga:

Bupati Indramayu Nonaktif Supendi Segera Duduk di Kursi Pesakitan

Hasto mengaku akan memberikan kesaksian sebaik-baiknya dalam kasus yang menjerat eks Komisioner KPU, Wahyu Setiawan. Menurut Hasto, pemeriksaan hari ini untuk melanjutkan pemeriksaan yang sebelumnya.

"Sama dengan sebelumnya," ujar Hasto.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Hasto akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Wahyu Setiawan. Namun, Ali belum mau menyampaikan apa yang akan didalami lebih lanjut dalam pemeriksaan Hasto.

"Saksi untuk tersangka WSE (Wahyu Setiawan)," kata Ali dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Tim Hukum KPK minta PN Jaksel tolak gugatan penetapan tersangka terhadap Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto
Logo KPK (Foto: antaranews)

Sebelumnya, Hasto telah diperiksa penyidik KPK pada 24 Januari lalu. Usai diperiksa, Hasto mengungkapkan alasan PDIP mengusulkan Harun untuk menggantikan caleg PDIP daerah pemilihan Sumatera Selatan I, Nazaruddin Kiemas, yang meninggal dunia

Hasto menyebut Harun pernah mendapat beasiswa dari Ratu Inggris.

"Kami juga berikan keterangan karena yang bersangkutan punya latar belakang yang baik, sedikit dari orang Indonesia yang menerima beasiswa dari Ratu Inggris dan memiliki kompetensi di dalam International Economic Law," tuturnya.

Namun, ketika ditanya keberadaan Harun, Hasto irit bicara. Hasto mengklaim PDIP tidak mengetahui. Ia hanya mengimbau agar Harun kooperatif dengan menyerahkan diri ke KPK dan mengikuti proses hukum yang berlaku.

"Saya tidak tahu. Ya, tim hukum, kami mengimbau untuk bersikap kooperatif, tidak perlu takut," ujarnya.

Baca Juga:

Pusako: KPK Era Firli Bahuri Tak Bernyali

Dalam kasus ini, KPK baru menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah Wahyu Setiawan, Harun Masiku, Agustiani Tio Fridelina, dan Saeful. Wahyu diduga menerima sejumlah uang dari Harun.

Lembaga antirasuah itu sudah menahan Wahyu, Agustiani, dan Saeful. Sementara, Harun masih buron. KPK seperti kesulitan menangkap mantan caleg PDIP tersebut. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Beberkan Sederet Sanksi Bagi Pelanggar PSBB, Apa Saja?
Indonesia
Anies Beberkan Sederet Sanksi Bagi Pelanggar PSBB, Apa Saja?

Dari mulai pidana ringan dan bilang berulang

Dugaan Perampokan ke Editor Metro TV Terpatahkan
Indonesia
Dugaan Perampokan ke Editor Metro TV Terpatahkan

Dugaan bahwa Yodi menjadi korban perampokan telah terpatahkan

KPAI Kritik Wacana Polisi Persulit Pelajar Ikut Demo UU Ciptaker Dapat SKCK
Indonesia
KPAI Kritik Wacana Polisi Persulit Pelajar Ikut Demo UU Ciptaker Dapat SKCK

Mereka terancam sulit mendapatkan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang biasanya digunakan untuk melamar pekerjaan. Hal itu salah satunya bakal diterapkan oleh Polresta Tangerang, Banten.

JPU Tanggapi Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Pekan Depan
Indonesia
JPU Tanggapi Eksepsi Irjen Napoleon Bonaparte Pekan Depan

JPU akan menyampaikan pendapat atas eksepsi yang diajukan oleh Irjen Napoleon Bonaparte, pasa Senin (16/11) pekan depan.

Polri dan Komnas HAM Susun Buku Saku untuk Anggota
Indonesia
Polri dan Komnas HAM Susun Buku Saku untuk Anggota

Kehadiran buku saku sangat penting sebagai pedoman bagi seluruh anggota Polri.

Selama Ada WNI Diobservasi di Pulau Sebaru, Kopaska Terus Patroli Siang-Malam
Indonesia
Selama Ada WNI Diobservasi di Pulau Sebaru, Kopaska Terus Patroli Siang-Malam

Dansatgas Kopaska Johan Wahyudi memberikan arahan kepada seluruh personel sebelum operasi pengamanan laut dilakukan

Pengunjung Gua Kalisuci Gunung Kidul Dibatasi 100 Orang, Ini Aturannya
Indonesia
Pengunjung Gua Kalisuci Gunung Kidul Dibatasi 100 Orang, Ini Aturannya

"Pengelola wajib menyiapkan sarana pendukung sebelum dibuka. Selain itu, kami berpesan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," pungkasnya

PSBB Berlaku di Jakarta, Warga Senang Enggak Desak-Desakan Lagi
Indonesia
PSBB Berlaku di Jakarta, Warga Senang Enggak Desak-Desakan Lagi

Sementara itu situasi di Halte Cawang UKI mulai dikunjungi penumpang sejak pukul 05.30 WIB

84.388 Pelaku UMK di DKI Jakarta Belum Punya Izin IUMK
Indonesia
84.388 Pelaku UMK di DKI Jakarta Belum Punya Izin IUMK

Lanjut Benni, jumlah 84.388 itu akan menjadi targer PTSP untuk mempunyai IUMK hingga akhir bulan Agustus mendatang.