KPK Kecewa MA Sunat Vonis Eks Bupati Talaud Mantan Bupati Kepulauan Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (18/11). (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kecewa terhadap putusan Mahkamah Agung (MA) yang menyunat hukuman mantan Bupati Talaud Sri Wahyuni Maria Manalip.

Hukuman terpidana kasus suap terkait pekerjaan revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo tersebut dikurangi dari empat tahun dan enam bulan penjara menjadi dua tahun penjara setelah MA mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukan Sri.

Baca Juga:

KPK Cecar Anak Menteri Yasonna Soal Proyek di Dinas PUPR Medan

"JPU KPK saat ini belum menerima salinan putusan resmi dari MA. Jika putusan tersebur benar demikian, maka membandingkan antara putusan PK dan tuntutan JPU yang sangat jauh. KPK kecewa atas putusan tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Selasa (1/9).

Bupati Talaud
Mantan Bupati Taulud, Sri Wahyumi Maria Manalip (Dok/Ig)

KPK mempersoalkan putusan MA itu karena hukuman dua tahun yang dijatuhkan lebih ringan dari ancaman pidana yang diatur dalam UU Tindak Pidana Korupsi, yaitu empat tahun.

"Kami khawatir putusan tersebut menjadi preseden buruk dalam upaya pemberantasan korupsi," kata Ali.

Baca Juga:

KPK Cecar Eks Mendagri Gamawan Fauzi Soal Persetujuannya Proyek IPDN

Meski demikian, KPK tetap menghormati putusan tersebut. KPK berharap ada kesamaan visi dan semangat yang sama antar aparat penegak hukum dalam upaya pemberantasan korupsi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kebijakan Menhub Hapus 50 Persen Ketentuan Penumpang di Transoportasi Umum Keliru
Indonesia
Kebijakan Menhub Hapus 50 Persen Ketentuan Penumpang di Transoportasi Umum Keliru

Pengaturan operasional berbagai moda transportasi umum sangat siginifikan menyukseskan upaya pemerintah dan masyarakat untuk mengendalikan transmisi COVID-19.

Jokowi Tagih Kontribusi Sejumlah Stafsus Milenialnya
Indonesia
Jokowi Tagih Kontribusi Sejumlah Stafsus Milenialnya

Presiden Joko Widodo kembali mengingatkan kontribusi staf khusus terutama dari kalangan milenial yang ditunjuknya.

Hakimnya Positif COVID-19, PN Jakpus Ajukan Permohonan Tes Swab ke Dinkes DKI Jakarta
Indonesia
Hakimnya Positif COVID-19, PN Jakpus Ajukan Permohonan Tes Swab ke Dinkes DKI Jakarta

Hal itu dilakukan sebagai tracing atau penelusuran kasus penyebaran COVID-19

Besok Pendaftaran Caketum PAN Resmi Dibuka
Indonesia
Besok Pendaftaran Caketum PAN Resmi Dibuka

Pendaftaran calon ketua umum PAN tersebut bisa dilakukan di Jakarta dan Kendari

Suami Jaksa Pinangki, AKBP Napitupulu Yogi Ikut Bantu Tukar Uang Suap dari Djoko Tjandra
Indonesia
Suami Jaksa Pinangki, AKBP Napitupulu Yogi Ikut Bantu Tukar Uang Suap dari Djoko Tjandra

Pinangki menerima uang suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dari Djoko Tjandra melalui pengusaha Andi Irfan Jaya senilai USD500 ribu.

Kolaps Saat kunker DPR, Adian Diterbangkan Pesawat Carter Balik ke Jakarta
Indonesia
Kolaps Saat kunker DPR, Adian Diterbangkan Pesawat Carter Balik ke Jakarta

Adian sempat masuk ICCU Rumah Sakit Doris Palangkaraya

 Upaya Perpanjang Masa Jabatan Presiden dan Pilpres Oleh MPR Dinilai Kembali ke Zaman Yunani Kuno
Indonesia
Upaya Perpanjang Masa Jabatan Presiden dan Pilpres Oleh MPR Dinilai Kembali ke Zaman Yunani Kuno

"Kalau berpikir kayak gitu (diserahkan ke MPR), anda kembali ke jaman Yunani kuno. Bukan hanya mundur ke jaman orde baru tapi ke Yunani kuno," kata Ray

 Abu Janda Bakal Diperiksa Polisi Atas Kasus Dugaan Ujaran Kebencian
Indonesia
Abu Janda Bakal Diperiksa Polisi Atas Kasus Dugaan Ujaran Kebencian

"Permadi Arya alias Abu Janda akan memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk memberikan keterangan sebagai saksi terkait kasus ujaran kebencian di media sosial," kata Ahmad

Sandiaga Uno Puji Kinerja Ahok di Pertamina
Indonesia
Sandiaga Uno Puji Kinerja Ahok di Pertamina

Rekam jejak Ahok di dunia usaha dan pemerintah bisa membawa Pertamina menjadi lebih baik.

Fahri: Hukum Tidak Boleh Menyasar Para Pengkritik
Indonesia
Fahri: Hukum Tidak Boleh Menyasar Para Pengkritik

Presiden dan Wakil Presiden, semoga bisa jernih melihat realita yang terjadi saat ini.