KPK Jebloskan Eks Mensos Juliari Batubara ke Lapas Tangerang Terdakwa Korupsi Bantuan Sosial Juliari. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjebloskan mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tangerang, Banten.

Eksekusi ini dilakukan setelah perkara suap terkait pengadaan bantuan sosial (bansos) COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun anggaran 2020 telah berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Baca Juga

Kasus Bansos, Bekas Anak Buah Juliari Batubara Divonis 9 Tahun Penjara

"Jaksa Eksekusi KPK Suryo Sularso, 22/9/2021 telah melaksanakan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 29/Pid. Sus-TPK/2021/PN.JKT.PST tanggal 23 Agustus 2021," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (23/9).

Juliari bakal menjalani hukuman 12 tahun pidana penjara dikurangi masa tahanan. Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu juga dijatuhi denda sebesar Rp 500 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6 bulan.

"Disamping itu juga pidana tambahan untuk membayar uang pengganti sejumlah Rp 14, 5 Miliar dengan ketentuan apabila tidak dibayar paling lama 1 bulan setelah perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap," ujarnya.

Terdakwa Korupsi Bansos Juliari. (Foto: Antara)
Terdakwa Korupsi Bansos Juliari. (Foto: Antara)

Jika uang pengganti tidak dibayar, kata Ali, KPK bakal merampas harta benda Juliari. Harta benda yang dirampas tersebut nantinya akan dilelang untuk membayar pidana pengganti.

Ali melanjutkan, apabila harta benda milik Juliari tidak mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama dua tahun.

"Selain itu juga adanya pidana tambahan lain yaitu pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik selama 4 tahun setelah selesai menjalani pidana pokok," pungkasnya. (Pon)

Baca Juga

Eks Mensos Juliari Segera Jalani Hukuman 12 Tahun Penjara

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPRD DKI Usul Pemerintah Tutup SPBU di Jalur Mudik
Indonesia
Ketua DPRD DKI Usul Pemerintah Tutup SPBU di Jalur Mudik

Pemerintah tegas melarang masyarakat untuk mudik pada Idulfitri 2021 guna mengantisipasi penyebaran kasus COVID-19 semakin meluas.

Terdampak Banjir, Warga Karet Tengsin Dievakuasi ke Masjid Hingga Basemen Apartemen
Indonesia
Pemprov DKI: Hanya 3 TPU Dipakai Makamkan Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemprov DKI: Hanya 3 TPU Dipakai Makamkan Jenazah COVID-19

Pemprov DKI Jakarta menyebut saat ini hanya tiga tempat pemakaman umum (TPU) yang dapat digunakan untuk mengebumikan jenazah warga terkonfirmasi COVID-19.

Revisi UU Otsus Papua Sasar Pengawasan Tata Kelola Keuangan
Indonesia
Revisi UU Otsus Papua Sasar Pengawasan Tata Kelola Keuangan

Demi kepentingan efektivitas, efisiensi, dan kebermanfaatan, memandang perlu perbaikan tata kelolanya sehingga skema besaran dana otsus diatur

KPK Periksa Suami Terduga Korupsi Lahan DP Nol Rupiah
Indonesia
KPK Periksa Suami Terduga Korupsi Lahan DP Nol Rupiah

KPK tengah melakukan penyidikan dugaan korupsi terkait pengadaan tanah di Munjul, Cipayung, Jakarta Timur pada tahun 2019 lalu.

KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Tahun 1953-1991
Indonesia
KAI Hadirkan Kembali Livery Lokomotif Tahun 1953-1991

PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan kembali livery lokomotif tahun 1953-1991 pada 1 unit lokomotif CC 201.

Operasi Ketupat Jaya 2021 Fokus Cegah Kerumunan dan Pelanggaran Prokes di Jakpus
Indonesia
Operasi Ketupat Jaya 2021 Fokus Cegah Kerumunan dan Pelanggaran Prokes di Jakpus

Polres Metro Jakarta Pusat menggelar Operasi Ketupat Jaya 2021. Kegiatan ini untuk melakukan pengawasan terhadap pelanggar protokol kesehatan jelang Lebaran.

Penumpang KRL Alami Peningkatan Seiring Dibukanya Kegiatan Ekonomi
Indonesia
Penumpang KRL Alami Peningkatan Seiring Dibukanya Kegiatan Ekonomi

KAI Commuter mencatat pertambahan volume pengguna kereta rel listrik (KRL).

Minta Sisa DPO MIT Serahkan Diri, Kapolda Sulteng: Kalau Tidak Apa Boleh Buat
Indonesia
Minta Sisa DPO MIT Serahkan Diri, Kapolda Sulteng: Kalau Tidak Apa Boleh Buat

Kedua DPO yang tewas tertembak tersebut inisial W alias A alias B dan AA alias A

Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati
Indonesia
Antasari Azhar Diklaim Dukung Muhamad-Saraswati

Antasari, kata Wanto, menyebut Muhamad orang baik dan punya komitmen pemberantasan korupsi dan komitmen kebangsaan yang tinggi.