KPK Isyaratkan Jerat Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang Nurhadi dan Rezky Herbiyono di Gedung KPK. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang fokus menelisik sejumlah aset milik mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan istrinya, Tin Zuraida. Harta Nurhadi dan istrinya ditelisik lewat pemeriksaan sejumlah saksi.

"Saat ini penyidik KPK telah memeriksa beberapa pihak terkait pengetahuan saksi-saksi mengenai aset-aset yang di miliki oleh tersangka NHD maupun saksi TZ selaku istri NHD," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (25/6).

Baca Juga

KPK Sita Tas dan Sepatu Mewah Terkait Suap dan Gratifikasi Nurhadi

Sejumlah aset milik Nurhadi dan istrinya yang ditelisik KPK, diduga berasal dari suap dan gratifikasi pengurusan perkara di MA. Ali menyebut KPK sedang mengembangkan perkara dugaan suap dan gratifikasi Nurhadi ke Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Penulusuran lebih lanjut mengenai hal tersebut untuk lebih mengembangkan pemeriksaan adanya peristiwa dugaan TPPU," ujarnya.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga), tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011—2016. ANTARA/HO-KPK
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga), tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait dengan perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011—2016. ANTARA/HO-KPK

Ali menyatakan bahwa pihaknya tidak ragu untuk menetapkan Nurhadi dengan pasal TPPU. Hal itu bakal dilakukan setelah KPK mengantongi dua alat bukti permulaan yang cukup terkait TPPU Nurhadi Cs.

"Apabila kemudian ditemukan setidaknya dua alat bukti permulaan yang cukup, maka KPK tentu akan menetapkan tersangka TPPU dalam kasus tersebut," kata Ali.

Dalam kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA itu, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA Nurhadi, menantunya Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Tim penyidik KPK menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman, Tin Zuraida bersiap memberikan kesaksian pada sidang lanjutan kasus dugaan pemberian suap kepada panitera PN Jakarta Pusat dengan terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/1/2019). Sidang tersebut menghadirkan dua orang saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yakni petugas keamanan Rumah Sakit Siloam, Charli Paris Hutagaol dan Tin Zuraida yang merupakan istri mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Istri mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi Abdurachman, Tin Zuraida bersiap memberikan kesaksian pada sidang lanjutan kasus dugaan pemberian suap kepada panitera PN Jakarta Pusat dengan terdakwa Eddy Sindoro di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (28/1/2019). Sidang tersebut menghadirkan dua orang saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK yakni petugas keamanan Rumah Sakit Siloam, Charli Paris Hutagaol dan Tin Zuraida yang merupakan istri mantan Sekretaris MA Nurhadi Abdurachman. ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/ama. (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Baca Juga

Istri Nurhadi Bungkam Usai Diperiksa KPK

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Update COVID-19 DKI: 958 Positif 96 Meninggal, 370 Kasus Positif Belum Diketahui Titiknya
Indonesia
Update COVID-19 DKI: 958 Positif 96 Meninggal, 370 Kasus Positif Belum Diketahui Titiknya

Penyebaran orang positif corona ada di 588 titik kelurahan yang telah diketahui

Ratusan Pekerja Tuntut Hiburan Malam di Bandung Kembali Beroperasi
Indonesia
Ratusan Pekerja Tuntut Hiburan Malam di Bandung Kembali Beroperasi

Banyak pekerja yang terdampak mata pencahariannya akibat ditutupnya sektor hiburan malam.

Puluhan Orang Tengah Fitnes dan Nongkrong Ditangkap karena Abaikan Social Distancing
Indonesia
Hakim di PN Jakarta Pusat Positif COVID-19
Indonesia
Hakim di PN Jakarta Pusat Positif COVID-19

Selain itu, kata Bambang, Ketua PN Jakpus juga telah melaporkan kepada Ketua Pengadikan Tinggi DKI Jakarta terkait hal ini.

Kamera e-TLE Dipasang di Jalur Transjakarta, Intai Pengendara Bandel
Indonesia
Kamera e-TLE Dipasang di Jalur Transjakarta, Intai Pengendara Bandel

"Sehingga kendaraan yang menerobos jalur busway itu juga bisa ditilang dengan kamera e-TLE," ujar Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo

Alasan Polisi tak Kunjung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Rektorat UNJ
Indonesia
Alasan Polisi tak Kunjung Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pungli Rektorat UNJ

Jika sudah memenuhi unsur pidana, maka status kasus itu akan naik ke penyidikan.

Indonesia Dihantam COVID-19, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman
Indonesia
Indonesia Dihantam COVID-19, Mentan Pastikan Stok Pangan Aman

Kementerian Pertaian (Kementan) memastikan stok pangan berupa beras nasional pada tahun ini aman.

Begini Protokol Kesehatan Pengelola dan Pengunjung Wisata Kata Reisa Broto Asmoro
Indonesia
Begini Protokol Kesehatan Pengelola dan Pengunjung Wisata Kata Reisa Broto Asmoro

Dokter Reisa juga mengingatkan pengelola untuk memperhatikan para pekerja di lokasi wisata agar terlindung dari penularan COVID-19.

[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Dapat Penghargaan dari WHO
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terawan Dapat Penghargaan dari WHO

“Piala Penghargaan dari WHO untuk Pak Terawan..Woi Nazwa lihat tuh g usah Sombong loe”

Meski Sebelumnya Tak Setuju, Fraksi PKS Kirim Empat Nama Pansus Banjir
Indonesia
Meski Sebelumnya Tak Setuju, Fraksi PKS Kirim Empat Nama Pansus Banjir

Fraksi PKS DPRD DKI telah mengirimkan empat nama anggotanya sebagai Pansus Banjir yang dibentuk.