KPK Ingin Nindya Karya Bayar Denda dan Uang Pengganti Dugaan Korupsi Gedung Nindya Karya. Foto: Jauzi13

MerahPutih.com - Jaksa penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal membuktikan tindak pidana korupsi dalam proyek Dermaga Sabang yang diduga dilakukan perusahaan BUMN PT Nindya Karya dan perusahaan swasta PT Tuah Sejati.

Surat dakwaan terhadap Nindya Karya dan Tuah Sejati telah dibacakan jaksa penuntut KPK dalam sidang perdana di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (7/2) kemarin.

Baca Juga:

BUMN Nindya Karya Didakwa Rugikan Negara Rp 313,3 Miliar

Dalam surat dakwaan tersebut, PT Nindya Karya dan Tuah Sejati didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp 313,3 miliar terkait korupsi proyek Dermaga Sabang.

"Di persidangan jaksa KPK tentu akan membuktikan seluruh uraian surat dakwaan," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (8/2).

Tak hanya merugikan keuangan negara sebesar Rp 313,3 miliar, Nindya Karya dan Tuah Sejati juga didakwa memperkaya diri sendiri sebesar Rp 44,6 miliar, PT Tuah Sejati sebesar Rp 48,9 miliar.

Kemudian, Heru Sulaksono diperkaya sebesar Rp 34 miliar, T Syaiful Achmad sebesar Rp 7,4 miliar. Selain itu, terdapat sejumlah pihak lainnya yang turut diperkaya dari korupsi tersebut.

Ali menyatakan, untuk membuktikan surat dakwaan tersebut, tim jaksa akan menghadirkan saksi dan barang bukti dalam persidangan ini nantinya.

"Saksi-saksi dan barang bukti kami pastikan akan dihadirkan," kata Ali.

Gedung KPK. (Foto: KPK)
Gedung KPK. (Foto: KPK)

Ali menyatakan, dari fakta-fakta persidangan yang muncul, jaksa KPK akan menyimpulkan, termasuk bagaimana kerugian keuangan negara akibat tindak korupsi Nindya Karya dan Tuah Sejati tersebut dapat dipulihkan. Simpulan jaksa itu akan dituangkan dalam surat tuntutan nantinya.

"Selanjutnya akan disimpulkan, termasuk bagaimana kerugian negara akan dipulihkan melalui tuntutan jaksa," katanya.

Tak tertutup kemungkinan, kerugian keuangan negara tersebut akan dilakukan tim jaksa dengan menuntut Nindya Karya dan Tuah Sejati membayar denda dan uang pengganti.

"Kami berharap masyarakat mengikuti dan turut mengawasi persidangannya," katanya. (Pon)

Baca Juga:

PT Nindya Karya Segera Diadili Atas Kasus Korupsi Proyek Dermaga Sabang

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal
Indonesia
Tarif Layanan Permohonan Sertifikasi Halal

Kementerian Agama memberlakukan tarif layanan Badan Layanan Umum (BLU) Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).

Bandara Soetta Buka Vaksinasi COVID-19 Gratis Calon Penumpang
Indonesia
Bandara Soetta Buka Vaksinasi COVID-19 Gratis Calon Penumpang

Setiap calon penumpang pesawat yang memiliki tiket penerbangan dari Bandara Soetta bisa menjalani vaksinasi secara gratis di lokasi tersebut.

[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagi-bagi Hadiah Rp 150 Juta Lewat SMS
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pertamina Bagi-bagi Hadiah Rp 150 Juta Lewat SMS

Beredar SMS pemberian hadiah sebesar Rp 150 juta yang mengatasnamakan Pertamina. Dalam SMS tersebut juga terdapat PIN serta link.

Pemerintah Diminta Bikin Skema untuk Penerima Booster yang Tak Punya Gadget
Indonesia
Pemerintah Diminta Bikin Skema untuk Penerima Booster yang Tak Punya Gadget

Legislator dapil Jawa Barat VIII itu meminta pemerintah memastikan stok vaksin yang akan digunakan untuk booster

Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara
Indonesia
Alex Noerdin Dituntut 20 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung didampingi Tim JPU Kejaksaan Tinggi Sumsel menuntut Alex Noerdin dengan hukuman pidana penjara selama 20 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan penjara.

Wagub DKI Tantang Giring Cs Sidak ke Sejumlah Proyek Pemprov
Indonesia
Wagub DKI Tantang Giring Cs Sidak ke Sejumlah Proyek Pemprov

Riza mengaku tak masalah dengan aksi Giring yang melakukan pengecekan lokasi pembangunan sirkuit Formula E di Ancol, Jakarta Utara.

Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Akui Kenal AKP Robin dari Azis Syamsuddin
Indonesia
Eks Bupati Kukar Rita Widyasari Akui Kenal AKP Robin dari Azis Syamsuddin

Mantan Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rita Widyasari mengakui mengenal mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) AKP Stepanus Robin Pattuju dari eks Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin.

Datangi Polda Metro, Fatia KontraS Siap meski Langsung Ditahan
Indonesia
Datangi Polda Metro, Fatia KontraS Siap meski Langsung Ditahan

Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dan Haris Azhar memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai tersangka di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Anies: Kita Pernah Alami Gelombang Kenaikan Seperti Ini
Indonesia
Anies: Kita Pernah Alami Gelombang Kenaikan Seperti Ini

Tapi yang terpenting, saling jaga, saling bantu, saling lindungi

Jokowi Sebar 300 Ribu Paket Obat COVID-19, Ini Isinya
Indonesia
Jokowi Sebar 300 Ribu Paket Obat COVID-19, Ini Isinya

Ada tiga jenis paket obat isolasi mandiri yang akan dibagikan untuk 7 hari.