Kasus Korupsi
 KPK Ingatkan Nazaruddin dan Dua Adiknya untuk Kooperatif Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin dan dua adiknya, anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Demokrat M. Nasir dan caleg dari Partai Gerindra Muhajidin Nur Hasyim untuk kooperatif memenuhi panggilan penyidik.

Ketiga politikus ini dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso. Pemeriksaan terhadap kakak beradik itu dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas perkara tersangka Indung, anak buah Bowo yang juga petinggi PT Inersia.

Baca Juga: Terseret Kasus Bowo Sidik, KPK Ultimatum Adik Nazaruddin

"Kami ingatkan agar para saksi bersikap kooperatif dan memenuhi panggilan penyidik pada waktu yang ditentukan," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (12/7).

Jubir KPK Febri Diansyah
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

KPK, kata Febri, telah memanggil Nazaruddin dan kedua adiknya itu untuk diperiksa pada waktu yang berbeda. Namun, Nazaruddin dan Muhajidin batal diperiksa penyidik. Febri, mengatakan, tim penyidik menjadwalkan memeriksa Muhajidin pada Jumat (5/7) lalu. Namun, Muhajidin mangkir dari pemeriksaan. Padahal, surat panggilan pemeriksaan penyidik telah diterima oleh Muhajidin.

"KPK melakukan pemanggilan kedua untuk jadwal pemeriksaan Senin, 15 Juli 2019. Kami ingatkan agar saksi hadir memenuhi kewajiban hukum ini," tegas Febri.

Sementara Nasir sempat diperiksa tim penyidik pada Senin (1/7) lalu. Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Nasir soal aliran dana gratifikasi yang diduga diterima Bowo. KPK memastikan akan memanggil dan memeriksa kembali Nasir yang ruangannya telah digeledah tim penyidik.

M Nasir
Politisi Demokrat M Nasir (kiri) (Foto: antaranews/yudhi mahatma)

Baca Juga: Anggota DPR Fraksi Demokrat M Nasir Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Sedangkan sang kaka, Nazaruddin dijadwalkan diperiksa penyidik pada Selasa (9/7) lalu. Terpidana perkara korupsi Wisma Atlet dan Pencucian Uang itu sedianya diperiksa di Lapas Sukamiskin, Bandung. Namun, pemeriksaan urung dilakukan lantaran pemilik Permai Group itu mengeluh sakit.

"Muhammad Nazaruddin, dijadwalkan riksa sebagai saksi IND (Indung) pada 9 Juli 2019 di Lapas Sukamiskin Bandung tapi yang bersangkutan sakit dan tidak jadi diperiksa. Akan dijadwal ulang," pungkas Febri.(Pon)

Baca Juga: Disebut Nazaruddin Terkait Kasus Korupsi, Ruhut: Fahri Langsung Tiarap

Penulis : Eddy Flo Eddy Flo
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Dubes RI Percaya Korea Bisa Tangani Corona, WNI di sana Diminta Tenang
Indonesia
Dubes RI Percaya Korea Bisa Tangani Corona, WNI di sana Diminta Tenang

KBRI terus menyebarkan berbagai informasi penting mengenai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan virus COVID-19

Pemerintah Diminta Beli Semua Masker di Indonesia dan Bagikan ke Rakyat
Indonesia
Pemerintah Diminta Beli Semua Masker di Indonesia dan Bagikan ke Rakyat

Pemerintah harus membangun kebersamaan dengan rakyatnya

 Surabaya Raya Terapkan PSBB, Jumlah Kendaraan di Tol Solo-Ngawi Turun Drastis
Indonesia
Surabaya Raya Terapkan PSBB, Jumlah Kendaraan di Tol Solo-Ngawi Turun Drastis

"Jika dibandingkan pada saat sebelum ada larangan mudik, kendaraan yang masuk jalan Tol Solo-Ngawi sepanjang 90,43 kilometer sebanyak 16.000-15.000 kendaraan per hari," ujar Wiyono

Respon KPK Polisi Hentikan Kasus Rektor UNJ
Indonesia
Respon KPK Polisi Hentikan Kasus Rektor UNJ

Polda Metro Jaya menyerahkan kasus tersebut ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemendikbud

Fadli Zon Pastikan Tetap Kritis meski Ada Prabowo di Kabinet
Indonesia
Fadli Zon Pastikan Tetap Kritis meski Ada Prabowo di Kabinet

Fadli Zon memastikan tak "mati angin" meski partainya bergabung ke pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin.

Penumpang KRL Membludak, Ini Langkah Teranyar PT KCI
Indonesia
Penumpang KRL Membludak, Ini Langkah Teranyar PT KCI

ada pekan lalu saat ganjil genap mulai disosialisasikan, belum terdapat peningkatan volume pengguna KRL. Pada 27 – 30 Juli rata-rata pengguna KRL adalah 395.031 penumpang.

KPK Tuntut Bupati Lampung Utara Agung Magkunegara 10 Tahun Bui
Indonesia
KPK Tuntut Bupati Lampung Utara Agung Magkunegara 10 Tahun Bui

Terdakwa diduga menerima suap terkait sejumlah proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara secara bersama-sama dan berlanjut.

PKS Anggap Sikap Presiden Prancis Bisa Ganggu Perdamaian Dunia
Indonesia
PKS Anggap Sikap Presiden Prancis Bisa Ganggu Perdamaian Dunia

Menurut Jazuli, pernyataan Presiden Perancis bisa mengganggu kedamaian dunia karena mencerminkan ekspresi kebebasan yang tidak bertanggung jawab.

Artis Vitalia Sesha Ditangkap Lagi karena Kasus Narkoba
Indonesia
Artis Vitalia Sesha Ditangkap Lagi karena Kasus Narkoba

Ada lagi artis dicokok polisi terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba. Kali ini Vitalia Sesha alias Andi Novitalia.

Waze Catatkan Penurunan Tren Lalu Lintas Selama Puasa dan Idul Fitri
Indonesia
Waze Catatkan Penurunan Tren Lalu Lintas Selama Puasa dan Idul Fitri

Rata-rata kilometer yang ditempuh di wilayah Jakarta turun sebesar 72 persen selama Ramadhan