KPK Ingatkan Ancaman Pidana Pihak Lindungi Buronan Harun Masiku Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan ancaman pidana bagi pihak-pihak yang secara sengaja menghalangi pencarian dan penangkapan buronan Harun Masiku.

Harun Masiku adalah tersangka kasus dugaan korupsi terkait pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI 2019-2024.

Berdasarkan pasal 21 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor), diatur ancaman pidana maksimal 12 tahun penjara.

Baca Juga:

Soal Keberadaan Harun Masiku, Polisi Belum Bisa Jawab

"Jika ada pihak yang diduga sengaja menyembunyikan buronan, kami ingatkan dapat diancam pidana sebagaimana ketentuan pasal 21 UU Tipikor," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (2/8).

Pasal itu berbunyi: Setiap orang yang dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan, dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka dan terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 12 tahun dan atau denda paling sedikit Rp 150 juta dan paling banyak Rp 600 juta.

Pria yang diduga Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta seusai pulang dari Singapura, 7 Januari 2020. Foto: Net/Ist
Pria yang diduga Harun Masiku di Bandara Soekarno-Hatta seusai pulang dari Singapura, 7 Januari 2020. Foto: Net/Ist

Ali enggan menyampaikan informasi perihal lokasi-lokasi yang sudah disisir tim penyidik dalam upaya menangkap Harun.

Hanya saja, Ali memastikan bahwa KPK berkomitmen menuntaskan pengusutan kasus yang menjerat mantan calon legislatif PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

"KPK masih terus berupaya menemukan DPO dimaksud baik pencarian di dalam negeri maupun kerja sama melalui NCB Interpol," kata Ali. (Pon)

Baca Juga:

KPK Dapat Informasi Terbaru Soal Harun Masiku, Apa Itu?

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Periksa Belasan Saksi, Bareskrim Usut Aliran Uang Korupsi Bupati Nganjuk ke Parpol
Indonesia
Periksa Belasan Saksi, Bareskrim Usut Aliran Uang Korupsi Bupati Nganjuk ke Parpol

Polisi masih terus mengusut kasus suap terkait pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk

Wagub DKI Jelaskan Alasan Pemprov DKI Pangkas Unit Rumah DP 0 Rupiah
Indonesia
Wagub DKI Jelaskan Alasan Pemprov DKI Pangkas Unit Rumah DP 0 Rupiah

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria menjelaskan, alasan pihaknya memangkas unit Rumah DP 0 Rupiah.

Besok, Rizieq Shihab Bakal Diadili Dalam Kasus Pelanggaran Prokes
Indonesia
Besok, Rizieq Shihab Bakal Diadili Dalam Kasus Pelanggaran Prokes

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur akan menyiarkan langsung lanjutan sidang Rizieq Shihab pada Selasa (30/3).

Kantor LBH Yogyakarta Dilempar Bom Molotov, LPSK Siap Lindungi Saksi
Indonesia
Kantor LBH Yogyakarta Dilempar Bom Molotov, LPSK Siap Lindungi Saksi

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) siap memberikan perlindungan bagi para saksi dalam peristiwa pelemparan bom molotov ke kantor Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta (LBH) Yogyakarta, Sabtu (18/9).

Ribuan Orang Daftar Jadi Relawan Bantu Pemkot Surabaya Lawan COVID-19
Indonesia
Ribuan Orang Daftar Jadi Relawan Bantu Pemkot Surabaya Lawan COVID-19

Untuk bidang kedaruratan, memang dipilih dari para relawan yang memiliki latar belakang medis

Kualitas Siswa SMK Melek Digital Marketing Masih Rendah
Indonesia
Kualitas Siswa SMK Melek Digital Marketing Masih Rendah

Guru disekolah kebanyakan hanya tau teori digital marketing saja. Tapi mereka sendiri kesulitan dan ketinggalan ilmu untuk mempraktekannya.

Kantor Bupati Nganjuk Hingga Camat Digeledah Bareskrim Terkait Kasus Suap
Indonesia
Kantor Bupati Nganjuk Hingga Camat Digeledah Bareskrim Terkait Kasus Suap

Djoko tak mengungkapkan barang-barang apa saja yang diamankan

Akhir Pekan, Kawasan Puncak Bogor Diberlakukan Ganjil Genap
Indonesia
Akhir Pekan, Kawasan Puncak Bogor Diberlakukan Ganjil Genap

Kepolisian melanjutkan uji coba aturan ganjil genap di jalur kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mulai Jumat (17/9) sampai dengan Minggu (19/9).

Jelang Lebaran, KAI Daop 9 Operasikan Kembali KA Wijayakusuma dan Mutiara Timur
Indonesia
Jelang Lebaran, KAI Daop 9 Operasikan Kembali KA Wijayakusuma dan Mutiara Timur

Kereta Api (KA) Wijayakusuma dengan rute Ketapang-Cilacap dan KA Mutiara Timur dengan rute Ketapang-Yogyakarta kembali beroperasi menjelang Lebaran 2021.