KPK Harus Pastikan Pemeriksaan Hasto Bebas dari Intervensi Kekuasaan Peneliti Formappi Lucius Karus. Foto: MP/Asropih

MerahPutih.Com - Peneliti Formappi, Lucius Karus berharap pemanggilan dan pemeriksaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, bukan sekedar pencitraan KPK dalam proses hukum pasca-OTT eks komisioner KPU, Wahyu Setiawan.

Lucius mengatakan, pemanggilan Hasto bukan forum untuk kompromi, sampai KPK ini bisa memastikan dia bebas intervensi kekuasaan.

Baca Juga:

Hasto Klaim Tak Tahu Caleg PDIP Harun Masiku Menyuap Eks Komisioner KPU

'Kita baru percaya terhadap pemeriksaan elite-elite PDIP, itu benar-benar penegakan hukum oleh KPK,” kata Lucius kepada wartawan di Kantor Formappi, Jakarta, Jumat (24/1).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto seusai diperiksa KPK terkait kasus suap Harun Masiku terhadap Wahyu KPU
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai diperiksa KPK sebagai saksi atas kasus suap Harun Masiku (Foto: antaranews)

Sementara itu, analis politik Jeirry Sumampouw memiliki penilaian positif atas langkah Hasto Kristiyanto yang memenuhi pemanggilan KPK berkaitan kasus dugaan suap pengurusan pergantian antar waktu anggota DPR Fraksi PDIP.

Dia menilai Hasto taat asas dengan memenuhi panggilan dan pemeriksaan KPK.

"Ya, saya kira, kehadiran Mas Hasto karena kalau dibilang taat asas, itu memang taat asas," kata Jeirry.

Baca Juga:

Seusai Diperiksa KPK, Hasto Puji Tersangka Suap Harun Masiku Kader Terbaik PDIP

Hasto dipanggil KPK terkait kasus suap PAW anggota DPR dari PDI Perjuangan. Anak buah Megawati Soekarnoputri itu datang di Kantor KPK pada Jumat (24/1). Dalam kesempatan itu, Hasto mengklaim siap memberikan penjelasan yang diperlukan oleh penyidik KPK.(Knu)

Baca Juga:

Kasus Suap Kader PDIP Jadi Pembuktian Pimpinan KPK yang Baru

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Komisaris PT Taspen Raih Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi
Indonesia
Komisaris PT Taspen Raih Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Jokowi

Penganugerahan ini dalam rangka menyambut HUT ke-75 RI

Wantimpres Sebut Larangan Pemulangan ISIS Eks WNI Sudah Tepat
Indonesia
Wantimpres Sebut Larangan Pemulangan ISIS Eks WNI Sudah Tepat

Agung Laksono mendukung keputusan pemerintah menolak pulang ISIS eks WNI.

Terlalu Masuk Ranah Pribadi, RUU Ketahanan Keluarga Jangan Sampai Inkonstitusional
Indonesia
Terlalu Masuk Ranah Pribadi, RUU Ketahanan Keluarga Jangan Sampai Inkonstitusional

Rancangan Undang-undang (RUU) Ketahanan Keluarga cenderung berlebihan.

Presiden Jokowi Siapkan 4 Skema Bantuan bagi Nelayan dan Petani
Indonesia
Presiden Jokowi Siapkan 4 Skema Bantuan bagi Nelayan dan Petani

Program sosial yang dimaksud itu berupa PKH, bantuan sosial tunai, BLT desa, paket sembako, dan program gratis subsidi listrik.

Anak Buah Anies Klaim PPDB DKI Ikuti Aturan Main Nadiem Makarim
Indonesia
Anak Buah Anies Klaim PPDB DKI Ikuti Aturan Main Nadiem Makarim

Kuota tersebut berdasar Permendikbud Nomor 44 Tahun 2019

Hyundai Liburkan Aktivitas Produksi Setelah Satu Pegawai Positif Corona
Indonesia
Hyundai Liburkan Aktivitas Produksi Setelah Satu Pegawai Positif Corona

Hyundai Motor meliburkan sementara kegiatan produksi satu pabriknya di Kota Ulsan, wilayah tenggara Seoul.

Jokowi Hari Ini Resmikan Tol Kunciran-Serpong
Indonesia
Jokowi Hari Ini Resmikan Tol Kunciran-Serpong

Saat ini untuk uji layak fungsi atau ULF tol Kunciran-Serpong sudah dilakukan

Bansos Kemensos Bantu Pemulihan Perekonomian Masyarakat
Indonesia
Bansos Kemensos Bantu Pemulihan Perekonomian Masyarakat

Pasalnya, program pengentasan kemiskinan yang digelontorkan Kementerian Sosial tetap sasaran.

Kirim 10 Ribu Masker ke Depok, Ridwan Kamil: Itu Hanya untuk Orang yang Sakit
Indonesia
Kirim 10 Ribu Masker ke Depok, Ridwan Kamil: Itu Hanya untuk Orang yang Sakit

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan bahwa COVID-19 yang menimpa dua warga Depok, bukan di Depok tetapi di Jakarta.

Grebeg Besar Ditiadakan, Ratusan Abdi Dalem Terima Gaji dan Daging Kurban
Indonesia
Grebeg Besar Ditiadakan, Ratusan Abdi Dalem Terima Gaji dan Daging Kurban

"Kami pada Idul Adha 1441 H tidak mengadakan adat Keraton Surakarta berupa Grebeg Besar karena masih pendemi," ujar Wandansari.