KPK: Gubernur Kepri Diduga Terima Gratifikasi Miliaran Rupiah Terkait Perizinan Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat tiba di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/7) (Foto: antaranews)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun diduga menerima gratifikasi miliaran rupiah terkait jabatannya sebagai Gubernur Kepri. Sejauh ini, lembaga antirasuah mendeteksi gratifikasi itu diterima Nurdin terkait perizinan di Kepri.

Diketahui, KPK menetapkan Nurdin sebagai tersangka kasus dugaan suap izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri, serta kasus penerimaan gratifikasi.

Baca Juga: Bawa Sekardus Durian, Pejabat Pemprov Kepri Disergap KPK

"Ada beberapa yang sudah diidentifikasi misalnya terkait dengan proses perizinan dan hal lainnya," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (17/7).

Meski demikian, Febri masih enggan membeberkan perizinan yang menjadi bancakan Nurdin untuk menerima gratifikasi. Ia juga masih enggan mengungkap identitas para pihak yang diduga memberikan gratifikasi kepada Nurdin.

"Ada dugaan penerimaan penerimaan dan sumber lainnya terkait dengan siapa saja sumber lain itu tentu belum bisa disebut dia katakan proses penyidikan masih berjalan saat ini," ujar Febri.

Sementara, untuk kasus suap, Nurdin melalui Kadis Kelautan dan Perikanan Pemprov Kepri, Edy Sofyan dan Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono diduga menerima suap sebesar Sin$ 6.000 dan Rp 45 juta dari pengusaha Abu Bakar. Suap ini diberikan untuk memuluskan izin pemanfaatan laut untuk melakukan reklamasi di Tanjung Piayu, Batam yang diajukan Abu Bakar ke Pemprov Batam.

Barang bukti uang suap Nurdin Basirun
Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan didampingi dua petugas KPK menunjukkan uang suap yang diterima Gubernur Kepri Nurdin Basirun (MP/Ponco Sulaksono)

Abu Bakar berencana membangun resort dan kawasan wisata seluas 10,2 hektar. Padahal, Tanjung Playu merupakan area yang memiliki diperuntukkan sebagai kawasan budidaya dan hutan lindung.

Saat operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Nurdin dan anak buahnya pada Rabu (10/7) lalu, KPK telah menyita sejumlah uang yang terdiri dari lima mata uang yang berbeda dengan rincian Sin$6.000, Sin$43.942, US$ 5.303, EUR5, RM407, Riyal 500, dan Rp132.610.000.

Baca Juga: Saat Geledah Rumah Gubernur Kepri, KPK Temukan Uang Miliaran Berserakan

Tak hanya itu, saat menggeledah Rumah Dinas Nurdin pada Jumat (12/7) KPK juga menyita 13 tas ransel, kardus, plastik, dan kantong kertas berisi mata uang rupiah, dolar Singapura dan dolar Amerika. Menurut Febri, uang dengan total Rp3,5 miliar, US$33.200 dan Sin$134.711 tersebut ditemukan penyidik berserakan di beberapa tempat di kamar mantan Bupati Karimun itu.

"Itu tidak kami temukan di satu tempat di kamar rumah dinas Gubernur, tapi kami temukan di beberapa tempat di kamar yang tidak disusun sedemikian rupa jadi agak berserakan uang di sana dalam beberapa tas tersebut. Itu yang kami kumpulkan dan kami sita," pungkasnya. (Pon)

Kredit : ponco

Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH