KPK Geledah Rumah Dinas Wali Kota Batu Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Rumah Dinas Wali Kota Batu, Jawa Timur dan rumah staf pribadi mantan Wali Kota Batu, pada Kamis (14/1) hari ini.

Penggeledahan di dua lokasi itu berkaitan dengan penyidikan dugaan gratifikasi di Pemerintah Kota Batu tahun 2011- 2017.

"Tim Penyidik KPK kembali melaksanakan kegiatan penggeledahan di dua lokasi di Kota Batu yaitu Rumah Dinas Walikota Batu dan salah satu rumah staf pribadi mantan walikota Batu," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (14/1).

Baca Juga

Erick Thohir dan Budi Gunadi Sambangi KPK

Tim penyidik KPK pada Rabu (13/1) kemarin juga menggeledah salah satu toko di Kota Batu. Namun, dari penggeledahan di Toko Nusantara itu, tim penyidik tidak menemukan barang bukti yang terkait dengan perkara.

"Selama proses penggeledahan di tempat tersebut,sementara ini belum ditemukan barang bukti yang terkait dengan perkara. Tim penyidik KPK masih akan melanjutkan proses penyidikan perkara ini," kata Ali melalui keterangannya, Kamis (14/1).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: ANTARA

Kasus gratifikasi ini merupakan pengembangan dari kasus suap yang menjerat mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko. Eddy sebelumnya telah divonis bersalah menerima suap senilai Rp295 juta dan satu unit mobil Toyota Alphard senilai Rp1,6 miliar dari pengusaha Filiput Djap.

Baca Juga

Sepanjang 2020, Dewas KPK Terima 247 Surat Pengaduan

Atas perbuatannya itu, Eddy telah dijatuhi hukuman 5,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan oleh majelis kasasi Mahkamah Agung pada 2019 lalu. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kemenperin Dorong Penggunaan Komponen Lokal di Industri Sepeda
Indonesia
Kemenperin Dorong Penggunaan Komponen Lokal di Industri Sepeda

Industri sepeda di dalam negeri, perlu memanfaatkan teknologi terkini sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan mampu menghasilkan produk berkualitas dengan lebih efisien.

 KPK dan Timnas Pencegahan Korupsi Dorong Peningkatan Capaian Aksi
Indonesia
KPK dan Timnas Pencegahan Korupsi Dorong Peningkatan Capaian Aksi

"Bersama seluruh Timnas PK, KPK berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan capaian atas seluruh aksi yang telah ditetapkan," kata Plt Juru Bicara bidang Penindakan KPK Ipi Maryati

Target Usia Produktif, Kasus COVID-19 Bertambah Hampir 4 Ribu Sehari
Indonesia
Target Usia Produktif, Kasus COVID-19 Bertambah Hampir 4 Ribu Sehari

Total kasus yang terjadi di Indonesia sebanyak 236.519 pasien positif virus corona.

Polisi Penyintas COVID-19 Donorkan Plasma Darah
Indonesia
Polisi Penyintas COVID-19 Donorkan Plasma Darah

"Kami mendorong penyintas dari anggota Polri membantu penyembuhan pasien yang terkonfirmasi COVID-19 dengan mendonorkan plasma darahnya," tutur Kapolres.

Orator Demo Terus Kecam Presiden Prancis
Indonesia
Orator Demo Terus Kecam Presiden Prancis

Haikal menyinggung sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga mengecam Macron. Dia meminta massa jangan takut dan khawatir untuk juga mengecam Macron.

Belasan Terduga Teroris di Jatim Diduga Kelompok Jemaah Islamiyah
Indonesia
Imbas Kerumunan Petamburan, Anies Diminta Lebih Tegas Tindak Pelanggar Prokes
Indonesia
Imbas Kerumunan Petamburan, Anies Diminta Lebih Tegas Tindak Pelanggar Prokes

Karena itu Pemprov DKI memang seharusnya tegas tanpa tebang pilih menghadapi sejumlah agenda publik yang menimbulkan kerumunan," ujar Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi

Kasus COVID-19 Melonjak, Aljazair Kembali Berlakukan Pembatasan
Dunia
Kasus COVID-19 Melonjak, Aljazair Kembali Berlakukan Pembatasan

Pemerintah Aljazair akan memberlakukan kembali pembatasan untuk memerangi penyebaran COVID-19 mulai 17 November.

Jokowi Diprediksi Bakal Gunakan Pakem Lama Jika Rombak Kabinetnya
Indonesia
Karyawati ini Rogoh Kocek Rp200 Juta untuk Habisi Bosnya
Indonesia
Karyawati ini Rogoh Kocek Rp200 Juta untuk Habisi Bosnya

Ia menyiapkan dana Rp 200 juta untuk menyewa pembunuh bayaran.