KPK Geledah Kantor Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri di Karanganyar Anggota Polsek Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah berjaga di luar rumah milik Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana saat KPK melakukan penggeledahan, Rabu (21/8). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana di Perum Fajar Indah Permata II No.18 RT 05 /RW 09, Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Rabu (21/8) pukul 21.00 WIB.

Penggeledahan ini terkait kasus suap proyek Infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta 2019 dengan pagu anggaran Rp10,89 miliar, Senin (19/8).

Baca Juga: KPK Tahan Dirut PT Manira Arta Mandiri dan Jaksa Kejari Yogyakarta

Pantauan Merahputih.com, petugas KPK didampingi dengan anggota Polres Karanganyar tampak masuk ke dalam kantor. Sebagian petugas berjaga di luar pintu gerbang.

Ayah Ana Kusuma, Waseso terlihat ikut mengawasi penggeledahan di kantor anak sulungnya itu. Keluarga Ana juga terlihat ikut menyaksikan penggeledahan dari jarak jauh. Sampai berita ini diturunkan penggeledahan masih berlangsung.

Anggota Polsek Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah berjaga di luar rumah milik Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana saat KPK melakukan penggeledahan, Rabu (21/8). (MP/Ismail)
Anggota Polsek Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah berjaga di luar rumah milik Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri, Gabriella Yuan Ana saat KPK melakukan penggeledahan, Rabu (21/8). (MP/Ismail)

Kapolsek Colomadu, AKP Sentot Ambarwibowo membenarkan adanya penggeledahan ini. Polsek Colomadu hanya membantu dalam hal keamanan saja.

"Ya benar ini KPK yang melakukan penggeledahan di rumah Ana yang ditangkap KPK. Kami diminta mendampingi saja," kata dia.

Diketahui KPK menetapkan tiga tersangka dalam kasus suap Infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta 2019 dengan pagu anggaran Rp10,89 miliar, Senin (19/8).

Baca Juga: Sosok Jaksa Satriawan Sulaksono Buronan KPK di Mata Bosnya

Dalam kasus ini KPK menetapkan tiga orang tersangka, yakni Eka Safitra (Jaksa Yogyakarta), Satriawan Sulaksono (Jaksa Surakarta), dan Gabriella Yuan Ana (Direktur Utama PT Manira Arta Mandiri).

Berita ini merupakan laporan Ismail Soli, kontributor merahputih.com untuk wilayah Solo dan sekitarnya. Baca juga artikel menarik lainnya: Jaksa Jogja Terciduk OTT KPK di Rumah Kontrakan yang Baru Disewa 8 Bulan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
 Jelang Akhir Tahun, Kim Jong Un Gelar Rapat Penting Bersama Para Petinggi Partai
Dunia
Jelang Akhir Tahun, Kim Jong Un Gelar Rapat Penting Bersama Para Petinggi Partai

Rapat pleno partai Korea Utara itu dilakukan seminggu setelah Pyongyang mengadakan Pertemuan Militer Pusat Partai Buruh yang berkuasa untuk membahas peningkatan kemampuan militer negara itu.

Pemprov DKI: Gedung Roboh di Slipi Tak Punya IMB dan Izin Usaha
Indonesia
Pemprov DKI: Gedung Roboh di Slipi Tak Punya IMB dan Izin Usaha

Gedung roboh di Slipi tak mempunyai izin untuk menggelar kegiatan usaha dan IMB.

Kata PKS soal Gerindra Ajukan Sekda Saefullah Jadi Wagub
Indonesia
Kata PKS soal Gerindra Ajukan Sekda Saefullah Jadi Wagub

tak ada kesepakatan kandidat pengganti Sandiaga Uno diharuskan dari orang partai.

 NU Akui Kalah Perang di Medan Budaya Pop dan Media Sosial
Indonesia
NU Akui Kalah Perang di Medan Budaya Pop dan Media Sosial

"Dari 'pop culture' sedikit dari kita yang memproduksi tapi justru dari negara lain ada K-Pop, J-Pop, C-Pop, American Pop. Sementara dari NU tidak ada yang mengisi itu," terangnya.

 COVID-19 Bikin Job Sepi, SPG Ikhlas Jualan Kambing Kurban Online
Indonesia
COVID-19 Bikin Job Sepi, SPG Ikhlas Jualan Kambing Kurban Online

Nindy sampai ikut memberikan pakan dan membersihkan kandang hewan kurban.

Ketua DPD Apresiasi Penunjukan Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana
Indonesia
Ketua DPD Apresiasi Penunjukan Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana

La Nyalla mengapresiasi keputusan Kapolri yang menunjuk Irjen (Pol) Nana Sujana sebagai Kapolda Metro Jaya.

Bantah Hedonis dan Terima Gratifikasi, Ini Alasan Ketua KPK Sewa Helikopter
Indonesia
Bantah Hedonis dan Terima Gratifikasi, Ini Alasan Ketua KPK Sewa Helikopter

Firli akan menghadiri agenda sidang oleh Dewas KPK

Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU
Indonesia
Pengakuan Eks Staf Hasto Jadi Angin Segar KPK Jerat Pelaku Lainnya di Kasus Suap KPU

"Mereka terkonfirmasi dan tervalidasi menjadi alat bukti sah yang dapat digunakan KPK untuk menjerat pelaku lain menjadi tersangka menyusul Saeful Bahri," ujarnya.

 Apartemen Ambruk, Ratusan Orang Diperkirakan Masih Terjebak
Dunia
 Apartemen Ambruk, Ratusan Orang Diperkirakan Masih Terjebak

Okupasi apartemen yang ambruk diperkirakan sedikitnya 200 penghuni.

Ada Tuduhan Buzzer Jokowi Dibalik Perundungan Bintang Emon, PSI: Gegabah
Indonesia
Ada Tuduhan Buzzer Jokowi Dibalik Perundungan Bintang Emon, PSI: Gegabah

PSI menyesalkan terjadinya aksi perundungan terhadap Bintang