KPK Geledah 3 Rumah Azis Syamsuddin di Jakarta Selatan Penyidik KPK memasukkan barang bukti ke dalam mobil seusai melakukan penggeledahan ruang kerja Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (28/4/2021). (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kediaman Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin, Senin (3/5). Penggeledahan terkait dengan penyidikan kasus dugaan suap penanganan perkara yang menjerat penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjungbalai, M. Syahrial.

"Senin (3/5) tim penyidik telah selesai melaksanakan penggeledahan rumah kediaman pribadi milik AZ (Azis Syamsuddin) di 3 lokasi berbeda di wilayah Jakarta Selatan (Jaksel)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Baca Juga:

Azis Syamsuddin Didesak Mundur dari Wakil Ketua DPR

Dalam penggeledahan tersebut, kata Ali, tim penyidik lembaga antirasuah mengamankan barang yang diduga terkait dengan perkara.

"Selanjutnya bukti ini, akan segera dilakukan validasi serta verifikasi untuk segera diajukan penyitaan sebagai bagian dalam berkas perkara dimaksud," ujarnya.

Sebelumnya, tim pènyidik KPK telah lebih dulu menggeledah ruang kerja Azis Syamsuddin di DPR beserta rumah dinasnya pada Rabu (28/4). Dari penggeledahan tersebut, diamankan bukti-bukti di antaranya berbagai dokumen dan barang yang terkait dengan perkara.

Dalam konstruksi perkara ini, Azis Syamsuddin diduga menjadi fasilitator pertemuan antara penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju dengan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial.

KPK
KPK. (Foto: Antara)

Robin dan Syahrial telah ditetapkan sebagai tersangka suap penanganan perkara dugaan korupsi di Pemkot Tanjungbalai. Selain mereka, KPK juga menjerat seorang pengacara Maskur Husain.

Robin diduga telah menerima suap sekitar Rp1,3 miliar dari Syahrial. Suap diberikan agar Robin bisa membantu supaya penyelidikan dugaan korupsi di Pemerintah Kota Tanjungbalai yang menjerat Syahrial tidak ditingkatkan ke tahap penyidikan oleh KPK. (Pon)

Baca Juga:

MKD Pastikan Bakal Netral Tangani Aduan Terhadap Azis Syamsuddin

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Warga Jakarta Terdampak Banjir, Pengamat: Kecerobohan Ini Bisa Dipersoalkan
Indonesia
Warga Jakarta Terdampak Banjir, Pengamat: Kecerobohan Ini Bisa Dipersoalkan

Ketika terjadi hujan besar, air tidak bisa mengalir dan membanjiri area sekitar drainase yang mampet

PAN Minta Jokowi Jangan Ragu Copot Menteri Berkinerja Jelek
Indonesia
PAN Minta Jokowi Jangan Ragu Copot Menteri Berkinerja Jelek

Mumpung pemerintahan Jokowi ini baru berlangsung satu tahun

Jamaah Haji 2020: 70 Persen Asing, 30 Persen Warga Arab Saudi
Dunia
Jamaah Haji 2020: 70 Persen Asing, 30 Persen Warga Arab Saudi

Pemilihan jamaah haji 2020 mengikuti standar kesehatan ketat.

DPR Kritik Pejabat Negara yang Abaikan Protokol Kesehatan
Indonesia
DPR Kritik Pejabat Negara yang Abaikan Protokol Kesehatan

"Bahkan enggak mengerti protokol COVID-19," ujar Nabil

KPK Pastikan Punya Bukti Kuat Pencucian Uang TB Chaeri Wardana
Indonesia
KPK Pastikan Punya Bukti Kuat Pencucian Uang TB Chaeri Wardana

Terdapat 970 lembar terkait korupsi pengadaan alat kesehatan dan pencucian uang yang dilakukan Wawan.

Anies 'Diserang' Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, NasDem: Terlihat Kelas Dia Lah
Indonesia
Anies 'Diserang' Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, NasDem: Terlihat Kelas Dia Lah

Perpanjangan PSBB tentu telah melalui proses pendalaman yang matang

Jawab Tuduhan IPW, KPK Bantah Novel Pernah Garap Nurhadi di Luar Kantor
Indonesia
Jawab Tuduhan IPW, KPK Bantah Novel Pernah Garap Nurhadi di Luar Kantor

IPW melihat ada yang aneh dari cara Novel baswedan memeriksa buronan Nurhadi

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung dengan Protokol Kesehatan Ketat
Indonesia
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Berlangsung dengan Protokol Kesehatan Ketat

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 bakal dilakukan secara sederhana di tengah pandemi COVID-19.

Inggris Gunakan Vaksin Flu di Tengah Pandemi COVID-19
Indonesia
Inggris Gunakan Vaksin Flu di Tengah Pandemi COVID-19

Inggris mengizinkan penggunaan sementara vaksin flu Flublok dan sudah memesan jutaan dosis.

Masker Scuba dan Buff Dinilai Berbahaya
Indonesia
Masker Scuba dan Buff Dinilai Berbahaya

Masyarakat yang sehat memang tetap dibolehkan memakai masker kain.