KPK Garap Sekretaris Dirut Jasindo Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/HO-Humas KPK)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Direktur Utama (Dirut) PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Dwi Yanti Handayani, hari ini. Ia bakal dimintai keterangannya dalam kapasitasnya sebagai saksi.

Keterangan Dwi Yanti dibutuhkan untuk mengusut kasus dugaan korupsi terkait kegiatan fiktif agen PT Jasa Asuransi Indonesia (Persero) dalam penutupan Closing Asuransi (Oil) dan Gas BP Migas-KKKS dengan tersangka mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Jasindo, Solihah (SLH).

Baca Juga

KPK Periksa Sekretaris Dirut PT Jasindo

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka SLH," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (30/8).

Selain Dwi Yanti, penyidik juga memanggil dua saksi lainnya yakni, Karyawan PT Jasindo, Mokhamad Krismara dan Cleaning Service PT Jasindo, Suntoro. Belum diketahui apa yang bakal didalami penyidik terhadap para saksi tersebut.

Diketahui sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka baru kasus dugaan korupsi terkait kegiatan fiktif agen PT Jasa Asuransi Indonesia (Persero) dalam penutupan Closing Asuransi (Oil) dan Gas BP Migas-KKKS tahun 2010-2021 dan 2012-2014.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Kedua tersangka tersebut yakni, Pemilik PT Ayodya Multi Sarana (AMS), Kiagus Emil Fahmy Cornain (KEF) serta mantan Direktur Keuangan dan Investasi PT Jasindo, Solihah (SLH).

Penetapan tersangka terhadap Solihah dan Kiagus merupakan pengembangan dari kasus yang sama yang telah menjerat mantan Dirut Jasindo, Budi Tjahjono. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor telah menjatuhkan hukuman 7 tahun pidana penjara dan denda Rp 300 juta subsider 3 bulan kurungan terhadap Budi.

Tak hanya pidana penjara dan denda, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti sebesar Rp6 miliar dan 462.795 dolar AS dikurangi dengan uang yang telah dikembalikan saat proses penyidikan sebesar Rp 1 miliar.

Majelis hakim menyatakan Budi Tjahjono telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersama-sama sejumlah pihak lain melakukan korupsi terkait pembayaran kegiatan fiktif agen PT Jasindo dalam asuransi minyak dan gas di BP Migas atas kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) tahun 2010-2012 dan 2012-2014 yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 16 miliar. (Pon)

Baca Juga

KPK Masih Hitung Kerugian Negara Kasus Korupsi Jasindo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Anies Instruksikan Jajarannya Pasang Lampu Tema Palestina di JPO DKI
Indonesia
Anies Instruksikan Jajarannya Pasang Lampu Tema Palestina di JPO DKI

Pemasangan lampu bergambar bendera Palestina itu dilakukan oleh Dinas Bina Marga DKI atas perintah langsung dari Gubernur Anies Baswedan.

Jokowi Targetkan 70 Juta Penduduk Sudah Divaksin Pada Agustus–September 2021
Indonesia
Jokowi Targetkan 70 Juta Penduduk Sudah Divaksin Pada Agustus–September 2021

Jokowi berharap produktivitas di sektor industri dapat segera pulih

Pimpinan KPK Akhirnya Penuhi Panggilan Komnas HAM
Indonesia
Pimpinan KPK Akhirnya Penuhi Panggilan Komnas HAM

Nurul Ghufron mewakili Pimpinan KPK

Suku Bunga BI Rendah, Sektor Properti Bangkit
City Property
Suku Bunga BI Rendah, Sektor Properti Bangkit

Kenaikan permintaan rumah tapak ke depannya akan meningkat seiring dengan membaiknya daya beli masyarakat.

PPKM Diperpanjang Hingga 18 Oktober, Beberapa Daerah Naik ke Level 3
Indonesia
PPKM Diperpanjang Hingga 18 Oktober, Beberapa Daerah Naik ke Level 3

Penyebabnya, kabupaten/kota itu belum mampu memenuhi target vaksinasi.

Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang
Indonesia
Lahan Makam Penuh, DKI Pakai Sistem Tumpang

Setiap harinya ada tiga sampai lima jenazah COVID-19 yang harus dimakamkan di TPU Pondok Ranggon.

Kuasa Hukum Nasabah Jouska Sebut Kerugian Klien Bertambah
Indonesia
Kuasa Hukum Nasabah Jouska Sebut Kerugian Klien Bertambah

total kerugian yang saat ini dialami oleh nasabah Jouska meningkat hingga 100 persen dari bulan September 2020 lalu ketika laporan pertama kali dibuat ke Polda Metro Jaya.

 Saat Sikap Sempurna di Jalan dan TikTok Jadi Sarana Warga Peringati HUT RI
Indonesia
Saat Sikap Sempurna di Jalan dan TikTok Jadi Sarana Warga Peringati HUT RI

Warganet paling banyak mengikuti upacara virtual dari akun TikTok Kemkominfo. Angkanya mencapai lebih 45 ribu orang.

Kemenkes Beberkan Penyebab Kericuhan saat Vaksinasi Pedagang Tanah Abang
Indonesia
Kemenkes Beberkan Penyebab Kericuhan saat Vaksinasi Pedagang Tanah Abang

Kemenkes mengakui bahwa kericuhan saat vaksinasi di Pasar Tanah Abang terjadi karena buruknya komunikasi publik kepada para pedagang.

Aksi TNI Copoti Baliho Rizieq Shihab karena Khawatir Munculnya Gangguan Keamanan
Indonesia
Aksi TNI Copoti Baliho Rizieq Shihab karena Khawatir Munculnya Gangguan Keamanan

Ketika TNI turun tangan untuk melakukan aksi mencegah hal itu semata-mata adanya kekhawatiran munculnya gangguan persatuan dan kesatuan.