KPK Garap Pejabat Pajak Terkait Kasus Suap Bank Panin dan PT Jhonlin Baratama Ilustrasi. KPK (Antara)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kasubdit Transaksi Khusus Direktorat Pemeriksaan dan Penagihan Pajak pada Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Wahyu Santoso, Senin (23/8) hari ini.

Wahyu Santoso bakal dimintai keterangan sebagai saksi untuk mengusut kasus dugaan suap terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama; PT Bank Panin; dan PT Gunung Madu Plantations. Keterangan Wahyu juga dibutuhkan untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Angin Prayitno Aji.

"Pemeriksaan dilakukan di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi, Jalan Kuningan Persada Kavling 4, Setiabudi, Jakarta Selatan, atas nama saksi Wahyu Santoso," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (23/8).

Baca juga:

KPK Cecar Konsultan Bank Panin dan Jhonlin Baratama Soal Uang Suap ke Pejabat Pajak

Untuk diketahui, KPK telah menetapkan enam tersangka kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak. Keenam tersangka itu yakni, mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji (APA), dan bekas Kepala Sub Kerja Sama dan Dukungan Pemeriksaan Ditjen Pajak Dadan Ramdani (DR).

Kemudian, tiga konsultan pajak Ryan Ahmad Ronas (RAR); Aulia Imran Maghribi (AIM); dan Agus Susetyo (AS); serta seorang kuasa wajib pajak, Veronika Lindawati (VL). Dua mantan pejabat pajak ditetapkan sebagai penerima suap. Sedangkan tiga konsultan serta satu kuasa wajib pajak merupakan pihak pemberi suap.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. ANTARA/HO-Humas KPK

Dalam perkara ini, Angin Prayitno bersama-sama dengan Dadan Ramdani diduga telah menyalahgunakan kewenangan yakni, melakukan pemeriksaan pajak tidak sesuai dengan ketentuan perpajakan yang berlaku. Keduanya diduga mengakomodir jumlah pembayaran pajak sesuai keinginan para wajib pajak.

Karena mengakomodir keinginan para wajib pajak, Angin dan Dadan diduga telah menerima sejumlah uang. Adapun rincian uang yang diterima keduanya yakni, sebesar Rp 15 miliar dari Konsultan Pajak Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi yang mewakili PT Gunung Madu Plantations (PT GMP), pada Januari - Februari 2018.

Baca Juga:

KPK Periksa Konsultan Pajak Bank Panin dan PT Jhonlin Baratama

Selanjutnya, Angin dan Dadan diduga juga menerima uang sebesar 500 dolar Singapura dari kuasa wajib pajak PT Bank Panin, Veronika Lindawati, pada pertengahan 2018. Uang 500 dolar Singapura yang diduga diterima Angin dan Dadan itu merupakan fee dari total komitmen awal sebesar Rp 25 miliar.

Terakhir, Angin dan Dadan disebut telah menerima uang dengan nilai total sebesar 3 juta Dolar Singapura dari Agus Susetyo selaku perwakilan atau konsultan hukum PT Jhonlin Baratama. Uang itu diterima keduanya pada Juli - September 2019. (Pon)

Baca Juga:

KPK Dalami Suap Pajak dari Bank Panin Hingga PT Jhonlin Baratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Layani PON, Garuda Tambah Penerbangan ke Papua
Indonesia
Layani PON, Garuda Tambah Penerbangan ke Papua

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia resmi pindah operasi di gedung terminal baru sisi selatan Bandara Mozes Kilangin Timika untuk menunjang pelayanan kontingen PON XX Papua

Mendagri Tito Perintahkan Gibran Atasi Klaster Sekolah di Solo
Indonesia
Mendagri Tito Perintahkan Gibran Atasi Klaster Sekolah di Solo

Tito Karnavian dengan meminta Pemkot segera menangani kasus itu dengan baik.

Lima Jenis Vaksin Bakal Diberikan untuk Booster Masyarakat Umum
Indonesia
Lima Jenis Vaksin Bakal Diberikan untuk Booster Masyarakat Umum

Persiapan pemberian vaksin tahap tiga atau booster untuk masyarakat umum kembali menunjukkan kemajuan.

Demokrat Peringatkan Jokowi soal Pembiayaan Kereta Cepat Pakai APBN
Indonesia
Demokrat Peringatkan Jokowi soal Pembiayaan Kereta Cepat Pakai APBN

Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menuai kritikan.

PPKM Tak Akan Dihentikan meski Boleh Buka Masker di Ruang Terbuka
Indonesia
PPKM Tak Akan Dihentikan meski Boleh Buka Masker di Ruang Terbuka

Pelonggaran penggunaan masker di ruang terbuka ternyata tak berpengaruh terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Formappi Nilai Fungsi Banggar DPR Mandul Dipimpin Puan
Indonesia
Formappi Nilai Fungsi Banggar DPR Mandul Dipimpin Puan

"Bahkan kalau mau jujur, kita tidak pernah mendengar ada suara khusus dari Banggar ini," imbuhnya.

Akhir Bulan, Seluruh Nakes DKI Jakarta Sudah Divaksin Dosis Ke-3
Indonesia
Akhir Bulan, Seluruh Nakes DKI Jakarta Sudah Divaksin Dosis Ke-3

Pemprov DKI Jakarta ingin ratusan ribu tenaga kesehatan di DKI itu diberi vaksin lagi hingga akhir bulan nanti agar semua terlindungi dari potensi tertular COVID-19.

Ingin Jadi Komisioner KPU-Bawaslu? Begini Cara Daftarnya
Indonesia
Ingin Jadi Komisioner KPU-Bawaslu? Begini Cara Daftarnya

Pendaftaran akan dimulai pada 18 Oktober sampai 15 November 2021.

Kena Sanksi Uni Eropa, Rusia Tingkatkan Ekspor Minyak ke Asia
Dunia
Kena Sanksi Uni Eropa, Rusia Tingkatkan Ekspor Minyak ke Asia

Moskow saat ini, mengubah rute ekspor energi dari Barat ke Asia, dengan melalui perjalanan kapal tanker setelah sanksi Barat atas konflik di Ukraina.