KPK Garap Kakak Andi Narogong Terkait Kasus Korupsi e-KTP Terdakwa kasus korupsi KTP elektronik Andi Narogong menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (2/10). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil kakak dari tersangka Andi Narogong, Dedi Priyono dan Direktur PT Noah Arkindo, Frans Hartono Arief untuk mendalami kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

Kedua orang tersebut bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudiardjo (ASS) selaku Direktur Utama dari PT Quadra Solution.

"Mereka berdua akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka ASS dalam kasus pengadaan proyek e-KTP," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (12/10).

Dedi merupakan salah satu tim Fatmawati yang ditugaskan oleh Andi untuk membahas soal proyek e-KTP dengan terdakwa pihak Kemendagri, Sugiharto. Sebelumnya, Dedi sudah dicegah ke luar negeri oleh pihak KPK sejak tanggal 11 Januari 2017-11 Juli 2017.

Diketahui sebelumnya, Anang yang juga tersangka dalam kasus e-KTP adalah salah satu anggota konsorsium PNRI dalam proyek e-KTP. Dalam putusan untuk terdakwa Irman dan Sugiharto disebutkan PT Quadra Solution menerima Rp 79 miliar dari total proyek e-KTP senilai Rp 5,95 triliun tersebut.

Anang disangkakan Pasal 2 ayat (1) atas Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 20 tahun denda paling banyak Rp 1 miliar. (Pon)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Ancaman Kuasa Hukum Setnov Tak Pengaruhi Pengusutan Kasus Korupsi e-KTP


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH