KPK Garap Jaksa Kejati Bali Terkait Kasus Suap Pejabat Kejati DKI Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Jaksa pada Kejaksaan Tinggi Bali Arih Wira Suranta terkait kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat yang menjerat Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AGW," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Selasa (16/7).

Baca Juga: KPK: Jaksa Kejati DKI Diduga Terima Suap Terkait Kasus Penipuan

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

KPK sendiri telah mencegah tiga orang untuk berpergian ke luar negeri dalam perkara suap ini. Ketiga orang tersebut yakni, dua pihak swasta, Sendi Pericho dan Tjhun Tje Ming serta satu Jaksa pada Kejati DKI, Arih Wira Suranta. Ketiga dilarang untuk bepergian ke luar negeri sejak 29 Juni 2019.

Sebelumnya, KPK menetapkan Agus Winoto sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Selain Agus Winoto, KPK juga menetapkan seorang pihak swasta Sendy Perico dan kuasa hukumnya Alvin Suherman sebagai tersangka.

Kasus suap ini bermula saat Sendy melaporkan pihak lain yang menipu dan melarikan uang investasinya sebesar Rp11 miliar. Sebelum tuntutan dibacakan, Sendy dan Alvin telah menyiapkan uang untuk Jaksa Penuntut Umum agar memperberat tuntutan kepada pihak yang menipu Sendy.

Saat persidangan berlangsung, Sendy dan pihak yang dituntut memutuskan berdamai. Kemudian, setelah proses perdamaian rampung, tepatnya pada 22 Mei 2019, pihak yang dituntut meminta Sendy untuk meringankan tuntutannya yakni satu tahun penjara.

Baca Juga: Dicokok KPK, Sejumlah Jaksa Dipastikan Langgar Kode Etik

Alvin selaku kuasa hukum Sendy selanjutnya melakukan pendekatan kepada jaksa penuntut umum melalui seorang perantara. Sang perantara kemudian menginformasikan kepada Alvin bahwa rencana tuntutannya adalah selama dua tahun.

Alvin kemudian diminta menyiapkan uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian jika ingin tuntutannya berkurang menjadi satu tahun. Alvin dan Sendy akhirnya menyanggupi permintaan jaksa penuntut umum itu dan berjanji menyerahkan syarat-syarat tersebut Jumat, 28 Juni 2019.

Lalu pada Jumat pagi, Sendi menuju sebuah bank dan meminta Ruskian Suherman mengantar uang ke Alvin di sebuah pusat perbelanjaan di Kelapa Gading. Sekitar pukul 11.00 WIB, Sugiman Sugita mendatangi Alvin di tempat yang sama untuk menyerahkan dokumen perdamaian.

Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (29/6/2019). (ANTARA)
Asisten Bidang Tindak Pidana Umum (Aspidum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Agus Winoto mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (29/6/2019). (ANTARA)

Setelah itu, masih di tempat yang sama sekitar pukul 12.00 WIB, Ruskian mendatangi Alvin untuk menyerahkan uang Rp200 juta yang dibungkus dalam sebuah kantong kresek berwarna hitam.

Baca Juga: OTT Jaksa Kejati DKI, KPK Sita 21 Ribu Dollar Singapura

Kemudian Alvin menemui Yadi Herdianto di kompleks perbelanjaan yang sama, untuk menyerahkan kantong kresek berwarna hitam yang diduga berisi uang Rp200 juta dan dokumen perdamaian. Yadi selanjutnya menuju Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta untuk menyerahkan uang tersebut kepada Agus Winoto. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jumlah ODP Corona di Indonesia Tembus 248 Ribu
Indonesia
Jumlah ODP Corona di Indonesia Tembus 248 Ribu

Ke-14 Provinsi yang nihil penambahan kasus pasien positif baru adalah Aceh; Bengkulu; Jawa Barat; Kalimantan Utara dan Kepulauan Riau.

Satgas COVID-19 Bawa Angin Segar untuk UMKM di Tengah Pandemi
Indonesia
Satgas COVID-19 Bawa Angin Segar untuk UMKM di Tengah Pandemi

Dari segi ekonomi, pemerintah akan menyiapkan agar daerah bisa melakukan pinjaman

54 Orang Jadi Tersangka Kasus Kerusuhan Demo UU Cipta Kerja
Indonesia
Anies Tampung Aspirasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Anies Tampung Aspirasi Mahasiswa Tolak UU Cipta Kerja

Anies Baswedan menampung aspirasi mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa memprotes Undang-undang (UU) Omnibus Law.

Jenazah Enam Pengawal Rizieq Belum Boleh Dilihat
Indonesia
Jenazah Enam Pengawal Rizieq Belum Boleh Dilihat

Azis menegaskan pihak keluarga korban sudah siap membawa pulang jenazah

NU Minta Pemerintah Utamakan Kehalalan Vaksin COVID-19
Indonesia
NU Minta Pemerintah Utamakan Kehalalan Vaksin COVID-19

Biasanya vaksin yang digunakan melawan virus dalam tubuh manusia dibuat dari bahan-bahan untuk menonaktifkan virus

4 Orang Tak Hadiri Klarifikasi Polisi Soal 'Kerumunan Petamburan'
Indonesia
 Cegah Jatuh Korban, PLN Matikan Listrik di Sejumlah Jakarta yang Terdampak Banjir
Indonesia
Cegah Jatuh Korban, PLN Matikan Listrik di Sejumlah Jakarta yang Terdampak Banjir

Pelaksana Harian General Affairs Manager Komunikasi PLN UID (Unit Induk Distribusi) Jakarta Raya Dita Artsana mengatakan sebanyak 303 gardu listrik masih dipadamkan sedangkan lima gardu sudah mulai beroperasi.

Buru Identitas Pembacok Wakapolres Karanganyar, Polisi Tes DNA Warga Madiun
Indonesia
Buru Identitas Pembacok Wakapolres Karanganyar, Polisi Tes DNA Warga Madiun

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi, mengungkapkan terkait identitas pelaku pembacokan sudah menemukan titik terang.