KPK Garap Eks Bos Keuangan BUMN PT Dirgantara Indonesia Gedung KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan Direktur Keuangan dan Administrasi PT Dirgantara Indonesia, Hermawan Hadi Mulyana terkait kasus dugaan korupsi di perusahaan pelat merah tersebut.

Mantan bos keuangan BUMN yang memperoduksi pesawat lokal itu akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso.

Baca Juga:

KPK Dalami Penyusunan Kontrak Kerja PT Dirgantara Indonesia

"Yang bersangkutan (Hermawan) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka BS (Budi Santoso)," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Ali Fikri KPK
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Hari ini penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap enam saksi lainnya. Mereka yakni, Jannie selaku mantan Kasir PT Sincere Valindo, Sugeng Riyadi dan Agus Widaryanto selaku pihak swasta.

Kemudian Irnanda Laksanawan selaku mantan Deputi Bidang Industri Strategis dan Manufaktur Kementerian BUMN, Ade Yuyu Wahyuna selaku Kadiv busines, development and marketing PT DI dan Lineke Priscela selaku Dirut PT Niaga Putra Bangsa.

"Mereka juga diperiksa untuk tersangka BS," tutup Ali Fikri.

Baca Juga

KPK Duga Dirut PT PAL Ikut Menikmati Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani sebagai tersangka. Keduanya diduga telah melakukan korupsi di PT Dirgantara Indonesia yang merugikan negara senilai Rp 330 miliar.

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)

Baca Juga:

Periksa Pejabat Bappenas, KPK Dalami Rapat Pemegang Saham PT Dirgantara Indonesia

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
DPR Tetap Bahas RUU Cipta Kerja
Indonesia
DPR Tetap Bahas RUU Cipta Kerja

Dalam masa pandemi ini, DPR tetap menjalankan fungsi legislasi secara maksimal, dan telah mengesahkan metode rapat virtual.

MK Pastikan Penganugerahan Bintang Mahaputera Tak Pengaruhi Independensi
Indonesia
MK Pastikan Penganugerahan Bintang Mahaputera Tak Pengaruhi Independensi

Kedepan, penghargaan demikian justru semakin menguatkan dan memantapkan prinsip independensi

 PSI Semprot Anies Jangan Lempar Badan Salahkan Anak Buah
Indonesia
PSI Semprot Anies Jangan Lempar Badan Salahkan Anak Buah

PSI menyatakan Gubernur Anies yang menerbitkan izin perubahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi pusat Kuliner Pluit Penjaringan Jakut.

MUI Sebut Al Quran Pelihara 5 Prinsip Hidup
Indonesia
MUI Sebut Al Quran Pelihara 5 Prinsip Hidup

Al Quran yang berjumlah 114 surah dan 6.666 ayat, memiliki dua kandungan utama

RSUD, Puskesmas Hingga Jurnalis Foto Dapat Bantuan APD dari JHL Group
Indonesia
RSUD, Puskesmas Hingga Jurnalis Foto Dapat Bantuan APD dari JHL Group

Bantuan dSemoga bantuan ini bisa berguna dan membantu para tenaga medis yang masih berjuang di masa pandemi iniisalurkan ke

 Sebanyak 81 Pasien Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh
Indonesia
Sebanyak 81 Pasien Corona di Jawa Timur Dinyatakan Sembuh

Alhamdulillah. Kembali ada kabar baik hari ini, yaitu total pasien sembuh 81 orang atau bertambah lima orang dibandingkan sehari sebelumnya yang berjumlah 76 orang

 KPU Putuskan Pilkada 9 Desember, Purnomo Resmi Ajukan Surat Pengunduran Diri
Indonesia
KPU Putuskan Pilkada 9 Desember, Purnomo Resmi Ajukan Surat Pengunduran Diri

"Saya sudah menyerahkan surat pengunduran diri dari pencalonan Pilkada Solo 2020. Surat pengunduran diri sudah saya berikan pada ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo," ujar Purnomo

Infeksi COVID-19 India Kini 5,82 Juta
Dunia
Infeksi COVID-19 India Kini 5,82 Juta

Penghitungan kasus virus corona di India melonjak menjadi 5,82 juta setelah mencatat 86.052 infeksi baru dalam 24 jam terakhir.

Nongkrong Malam Minggu, Siap Siap Diciduk Pol PP
Indonesia
Nongkrong Malam Minggu, Siap Siap Diciduk Pol PP

"Malam Mingguan tetap di rumah saja dan tidak nongkrong-nongkrong serta berkerumun," imbau Arifin.