KPK Garap Bos PT PJB di Kasus Suap Idrus Marham Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: kpk.go.id

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT. Pembangkit Jawa-Bali (PJB), Iwan Agung Firstantara terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1.

Bos PJB itu bakal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas tersangka mantan Menteri Sosial, Idrus Marham.

"Gunawan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi Jumat (12/10).

jubir KPK merah putih
Jubir KPK Febri Diansyah. MP/Ponco Sulaksono

Dalam kasus ini, KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Dua di antaranya adalah kader Golkar, Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham. Sementara satu dari unsur swasta pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo.

Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima uang sebesar Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap. Eni mengaku sebagian dari Rp2 miliar yang dirinya terima dari Kotjo digunakan untuk keperluan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar pada Desember 2017.

Idrus Marham salah satu tersangka suap PLTU Riau -1. (Foto Setkab)

Adanya aliran dana ke Munaslub Golkar ini diperkuat dengan dikembalikannya uang sebesar oleh pengurus Partai Golkar ke lembaga antirasuah. Total uang terkait proyek PLTU Riau-1 yang telah dikembalikan Rp2,962 miliar. Rinciannya, Rp2,25 miliar dari Eni dan Rp712 juta dari salah satu kader Partai Golkar.

KPK pun sudah memeriksa sejumlah saksi dari Golkar dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1. Mereka yang telah diperiksa mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar Setya Novanto, putra Setnov Rheza Herwindo, hingga Ketua Fraksi Golkar Melchias Marcus Mekeng. (Pon)

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH