KPK Gandeng BPK Usut Dugaan Korupsi PT PINS Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menyelidiki dugaan korupsi di PT Pramindo Ikat Nusantara (PINS), anak usaha PT Telkom. Lembaga antirasuah bakal bekerjasama dengan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam mengusut kasus ini.

"Jadi kalau penanganan kasus case building itu dipastikan perkanya berhubungan dengan kerugian negara bukan suap. Nah kerugian negara itu tentu suportingnya ada perhitungan kerugian negara bukan oleh penyidik, tapi oleh BPK/BPKP," kata Plt Jubir KPK, Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/10).

Baca Juga

PP Pendidikan di Kawasan Ekonomi Khusus Wajib Pakai Prinsip Nirlaba

Berdasarkan informasi yang dihimpun, KPK sedang menyelidiki dugaan tindak pidana terkait akusisi saham PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk (TELE) oleh PT PINS.

Namun, Ali enggan mengungkap apakah pihaknya telah atau belum menerima audit terkait dugaan tindak pidana tersebut. Ali juga enggan mengungkap potensi dugaan kerugian negara terkait dugaan sengkarut akusisi saham tersebut. Ali berdalih, hal itu sudah masuk substansi penyelidikan.

"Kalau sejauh materinya itu saya belum bisa menyampaikan apakah sudah dapat perhitungan atau tidak. Supporting BPK atau BPKP kan butuh dokumen-dokumen yang lengkap menurut versi dari mereka. Sehingga inilah yang butuh koordinasi dan komunikasi yg intens kan," ujar Ali.

Baca Juga

Kapitra Ampera Tuding Aksi 1310 Hanya Tunggangi Isu UU Cipta Kerja

Diketahui, penyelidikan ini mencuat setelah tim penyelidik KPK meminta keterangan mantan Direktur Utama PT Pramindo Ikat Nusantara (PINS), Slamet Riyadi, pada Kamis (1/10). Dalam proses penyelidikan ini, lembaga antikorupsi membuka peluang kembali manggil dan meminta keterangan Slamet Riyadi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kabareskrim Komjen Agus Diwanti-wanti Kapolri Soal Kasus FPI
Indonesia
Kabareskrim Komjen Agus Diwanti-wanti Kapolri Soal Kasus FPI

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto untuk segera menyelesaikan kasus penembakan laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius
Indonesia
PDIP Anggap KAMI Hanya Tebar Intrik Tendensius

"KAMI diharapkan memberikan masukan argumentatif, solutif, khususnya terkait persoalan pandemi COVID-19. Ternyata tidak demikian" ujar Aria

Otak-Atik Istilah Penanganan Pandemi COVID-19
Indonesia
Otak-Atik Istilah Penanganan Pandemi COVID-19

Pemerintah tidak menggunakan istilah yang ada dalam Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018.

Plt Bupati Sidoarjo Meninggal Dunia, Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Cita
Indonesia
Plt Bupati Sidoarjo Meninggal Dunia, Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Cita

“Begitu juga dengan keluarga yang ditinggalkan, semoga diberikan kelapangan dan ketabahan hati dalam menerima cobaan ini,” tambah Khofifah

TNI AL Kerahkan 7 Kapal Cari Sriwijaya Air
Indonesia
TNI AL Kerahkan 7 Kapal Cari Sriwijaya Air

TNI AL juga menyiapkan Heli Nbell 412 EP HU 4205 di KRI Bontang yang posisinya bersandar dermaga JICT Jakarta, armada ini juga siap dukung Operasi SAR.

Mendagri Siapkan Sanksi bagi Plt dan Pjs Kepala Daerah yang Tak Netral saat Pilkada
Indonesia
Mendagri Siapkan Sanksi bagi Plt dan Pjs Kepala Daerah yang Tak Netral saat Pilkada

Mantan Kapolri itu tidak segan-segan akan menggunakan instrumen hukum yang ada untuk memberikan sanksi bagi para kepala daerah yang terbukti melanggar.

Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka
Indonesia
Sudah Tewas, Laskar FPI Pengawal Rizieq Dinilai Tak Pantas Dijadikan Tersangka

Pakar hukum pidana Suparji Ahmad menyoroti penyelidikan dan penyidikan yang menetapkan enam pengawal Rizieq Shihab sebagai tersangka.

Nasabah Maybank Solo Diduga Kehilangan Uang Rp70 Juta
Indonesia
Nasabah Maybank Solo Diduga Kehilangan Uang Rp70 Juta

Nasib serupa juga dialami nasabah bernama Candraning Setyo yang harus kehilangan tabungan sekitar Rp72 juta di Maybank cabang Solo, Jawa Tengah.

Anies Segera Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Lahan Munjul, Wagub DKI: Urusan KPK
Indonesia
Anies Segera Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Lahan Munjul, Wagub DKI: Urusan KPK

KPK akan segera memanggil Gubernur Anies Baswedan sebagai saksi

Maybank Beri Pinjaman Rp2,6 Triliun ke Bio Farma Buat Pengadaan Vaksin COVID-19
Indonesia
Maybank Beri Pinjaman Rp2,6 Triliun ke Bio Farma Buat Pengadaan Vaksin COVID-19

Maybank Indonesia memberikan solusi pembiayaan tersebut dengan tujuan untuk memperluas cakupan utilisasi pembiayaan berbasis syariah.