KPK Endus Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan Grand Kota Bintang Bekasi Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi bersiap menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Selasa (25/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus suap yang melibatkan Wali Kota Bekasi nonaktif, Rahmat Effendi.

Kali ini, lembaga antirasuah itu mengendus adanya dugaan tindak pidana korupsi dalam proses pengadaan lahan untuk pembangunan Grand Kota Bintang di Bekasi, Jawa Barat.

Baca Juga

Ketua DPRD Kota Bekasi Akui Dapat Uang Rp 200 Juta dari Anak Buah Rahmat Effendi

Dugaan tersebut dikonfirmasi penyidik lewat Kepala BPKAD Kota Bekasi, Nadih Arifin. Dia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rahmat Effendi

"Yang bersangkutan hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan proses pengadaan lahan untuk pembangunan Grand Kota Bintang Bekasi," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (28/1).

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi dan delapan orang lain telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Baca Juga

Kasus Rahmat Effendi, KPK Amankan Dokumen Proyek Ganti Rugi Lahan di Bekasi

Kedelapan orang itu antara lain Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Buyamin; Lurah Kati Sari Mulyadi; Camat Jatisampurna Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi.

Kemudian Direktur PT MAM Energindo Ali Amril; pihak swasta Lai Bui Min; Direktur Kota Bintang Rayatri Suryadi; dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin.

KPK menduga Rahmat Effendi menerima suap senilai total Rp 7,13 miliar terkait pembebasan lahan untuk proyek dan pengisian tenaga kerja kontrak di lingkungan Pemkot Bekasi melalui perantaraan anak buahnya.

Selain itu, KPK turut menduga Rahmat Effendi menerima sejumlah uang terkait lelang jabatan di Pemkot Bekasi. Uang tersebut diduga digunakan untuk operasional Rahmat hingga tersisa Rp 600 juta. (Pon)

Baca Juga

KPK Buka Peluang Jerat Legislator Bekasi dalam Kasus Suap Rahmat Effendi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Haris Azhar dan Fatia KontraS Dijemput Polisi
Indonesia
Haris Azhar dan Fatia KontraS Dijemput Polisi

Kediaman dari Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti dan Direktur Lokataru Haris Azhar dikabarkan didatangi sejumlah aparat kepolisian pada, Selasa (18/1) pagi.

Pemerintah Dapat Bantuan 1000 Tabung Oksigen dari Perusahaan E-Commerce Shopee
Indonesia
Pemerintah Dapat Bantuan 1000 Tabung Oksigen dari Perusahaan E-Commerce Shopee

Distribusi tabung oksigen ini diharapkan dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia terutama masyarakat yang saat ini membutuhkan tabung oksigen untuk kesembuhan bagi yang terpapar virus COVID-19.

Ketua DPD Minta Jakarta Tentukan New Positioning Sebelum Ibu Kota Pindah
Indonesia
Ketua DPD Minta Jakarta Tentukan New Positioning Sebelum Ibu Kota Pindah

Jakarta diminta segera mempersiapkan diri menghadapi kepindahan ibu kota negara (IKN).

Kejati Geledah Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Terkait Pembebasan Lahan
Indonesia
Kejati Geledah Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan DKI Terkait Pembebasan Lahan

Kejati DKI menggeledah kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta.

Banyak Terima Laporan Warga, Satpol PP DKI Bergerak Operasi Ranjau Paku
Indonesia
Banyak Terima Laporan Warga, Satpol PP DKI Bergerak Operasi Ranjau Paku

Maraknya laporan warga soal banyaknya ranjau paku di jalan-jalan ibu kota membuat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta bergerak cepat.

Pegawai Nonaktif KPK Laporkan Lili Pintauli ke Dewas
Indonesia
Pegawai Nonaktif KPK Laporkan Lili Pintauli ke Dewas

Sebanyak empat pegawai nonaktif Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (LPS) ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Bareskrim Polisi Masih Dalami Motif Yahya Waloni Melakukan Ujaran Kebencian
Indonesia
Bareskrim Polisi Masih Dalami Motif Yahya Waloni Melakukan Ujaran Kebencian

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, masih mendalami motif tersangka Muhammad Yahya Waloni melakukan ujaran kebencian.

Lebih dari 140 Sekolah di DKI Jakarta Belum Siap Gelar PTM
Indonesia
Lebih dari 140 Sekolah di DKI Jakarta Belum Siap Gelar PTM

1.091 sekolah mengikuti remedial pelatihan PTM tahap 2, 3, 4, dan 5

HOAKS atau FAKTA: Daftar Obat-obatan Herbal untuk Mencegah COVID-19
Indonesia
HOAKS atau FAKTA: Daftar Obat-obatan Herbal untuk Mencegah COVID-19

Beredar sebuah pesan berantai melalui Whatsapp yang menyebarkan daftar obat-obatan dan bahan-bahan herbal yang diklaim dapat mencegah Covid-19.

ADB Identifikasi PLTU Batu Bara Yang Bakal Ditutup di Indonesia
Indonesia
ADB Identifikasi PLTU Batu Bara Yang Bakal Ditutup di Indonesia

Evaluasi ini, sejalan dengan ADB yang menjalin mitra dengan Indonesia dan Filipina untuk mulai menyiapkan mekanisme transisi energi atau Energy Transition Mechanism (ETM).