KPK Duga Romahurmuziy Atur Banyak Jabatan di Kemenag Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyampaikan keterangan pers di gedung KPK, Jakarta (ANTARA FOTO/Dhemas R)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy diduga mengatur banyak jabatan strategis di Kementerian Agama (Kemenag).

Selain di kantor Kemenag Jawa Timur, Romi sapaan Romahurmuziy, diduga cawe-cawe jabatan di beberapa kantor kementerian yang dipimpin Lukman Hakim Saifuddin.

Romahurmuziy. Foto: ANTARA FOTO/ Wibowo Armando
Romahurmuziy. Foto: ANTARA FOTO/ Wibowo Armando

"Iya, banyak yang lain, bukan cuma Jatim tapi juga di tempat lain," kata Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (18/3).

Menurut Laode, berdasarkan laporan yang masuk ke lembaga antirasuah, Romi disebut sebagai pihak yang bisa mengatur rotasi jabatan di Kemenag. "Ada beberapa pelaporan bukan hanya satu," imbuh Laode.

Namun, Laode masih belum mau menyebut daerah-daerah yang menjadi 'lumbung pendapatan' Romi. Informasi detail akan disampaikan setelah penyidik menemukan semua bukti dugaan tersebut. "Itu sedang didalami oleh KPK, belum bisa kita sampaikan," tandasnya.

Dalam perkara ini Romi ditetapkan sebagai tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin. ‎Keduanya diduga sebagai pemberi suap terhadap Romi.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muhammad Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Untuk memuluskan proses seleksi jabatan tersebut, Haris mendatangi kediaman Romi dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta pada 6 Februari 2019, sesuai dengan komitmen sebelumnya. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Kemudian, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemenag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak diusulkan ke Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saefuddin. Sebab, Haris diduga pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemenag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemenag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romi.

Pada tanggal 15 Maret 2019, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romi untuk menyerahkan uang Rp50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq. (Pon)

Baca Juga:

Kredit : ponco


Zaimul Haq Elfan Habib

LAINNYA DARI MERAH PUTIH