KPK Duga Pegawai BPK Jabar Terima Suap dari Banyak Pihak Bupati Bogor Ade Yasin mengenakan rompi tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (28/4/2022) dini hari. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan aliran uang dari sejumlah pihak kepada tersangka pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat (Jabar), Hendra Nur Rahmatullah Karwita.

Hal itu didalami penyidik saat memeriksa dua mahasiswa atas nama Putri Nur Fajrina dan Genia Kamilia Sufiadi sebagai saksi terkait kasus dugaan suap yang menjerat Bupati nonaktif Bogor, Ade Yasin.

Baca Juga

Bupati Bogor Ade Yasin Diduga Pungut Uang Anak Buah Demi Suap BPK Jabar

“Keduanya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang dari beberapa pihak untuk tersangka HNRK (Hendra Nur Rahmatullah Karwita),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (23/5).

Selain itu, KPK juga memeriksa pegawai honorer BPK Perwakilan Jabar, Muhammad Wijaksana alias Iman dan sopir bernama Tantan Septian. Keduanya diperiksa soal dugaan adanya pertemuan antara Hendra Nur dengan tersangka lainnya pada kasus yang sama dari Pemkab Bogor.

“Keduanya hadir dan didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan adanya beberapa pertemuaan tersangka HNRK dengan tersangka IA (Ihsan Ayatullah) dan tersangka RT (Rizki Taufik) untuk menerima sejumlah uang sebagai dana operasional tim auditor BPK perwakilan Jabar,” ujar Ali.

Diketahui, Ade Yasin dan tujuh orang lainnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan suap. Ade Yasin diduga menyuap empat pegawai BPK perwakilan Jabar sekitar Rp 1,9 miliar supaya Pemkab Bogor mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) untuk tahun anggaran 2021.

Baca Juga

KPK Bakal Konfirmasi Bukti Kasus Suap Laporan Keuangan Pemkab Bogor ke Ade Yasin

Selain Ade Yasin, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor, Maulana Adam, Kasubdit Kas Daerah BPKAD Ihsan Ayatullah, dan PPK pada Dinas PUPR Rizki Taufik sebagai tersangka pemberi suap.

Sementara tersangka penerima suap yakni empat pegawai BPK perwakilan Jabar, yakni Kasub Auditorat Jabar III Anthon Merdiansyah, Ketua Tim Audit Interim Kabupaten Bogor Arko Mulawan, dan dua orang pemeriksa dari BPK perwakilan Jabar atas nama Hendra Nur Rahmatullah Karwita dan Gerri Ginanjar Trie Rahmatullah.

KPK menduga suap yang dilakukan Ade Yasin tersebut bertujuan agar Pemkab Bogor kembali mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK.

Selain itu, selama proses audit diduga ada beberapa kali pemberian uang oleh Ade Yasin melalui Ihsan Ayatullah dan Maulana Adam kepada tim pemeriksa, di antaranya dalam bentuk uang mingguan dengan besaran minimal Rp10 juta hingga total selama pemeriksaan telah diberikan sekitar sejumlah Rp 1,9 miliar. (Pon)

Baca Juga

KPK Duga Bupati Bogor Ade Yasin Suap BPK dengan Dalih Dana Operasional

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
TNI akan Latihan Gabungan dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat
Indonesia
TNI akan Latihan Gabungan dengan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat

Tentara Nasional Indonesia (TNI) kembali mendapat kesempatan untuk latihan perang bersama militer Amerika Serikat.

Merasa Karakternya Direndahkan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun
Indonesia
Merasa Karakternya Direndahkan, Viani Limardi Resmi Gugat PSI Rp 1 Triliun

Viani Limardi merasa pemecatan dirinya dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah sebuah kejahatan.

Sandiaga Uno Incar 1,4 Juta Warga Australia Datangi Indonesia
Indonesia
Sandiaga Uno Incar 1,4 Juta Warga Australia Datangi Indonesia

Sandiaga Uno optimis target wisatawan dari Australia bisa kembali pulih seperti sebelum pandemi, yaitu sekitar 1,4 juta orang datang berkunjung ke Indonesia khususnya Bali

Sejak Minggu, 4 RW di Pejaten Timur Direndam Banjir
Indonesia
Sejak Minggu, 4 RW di Pejaten Timur Direndam Banjir

Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) bersama warga bergotong royong membersihkan lumpur akibat banjir tersebut.

Sudirman Said Ditunjuk Jadi Komisaris Utama TransJakarta
Indonesia
Sudirman Said Ditunjuk Jadi Komisaris Utama TransJakarta

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta secara resmi menunjuk Sudirman Said sebagai Komisaris Utama PT Transportasi Jakarta (TransJakarta).

BMKG Imbau Masyarakat NTT Jangan Cemas pada Gempa Susulan
Indonesia
BMKG Imbau Masyarakat NTT Jangan Cemas pada Gempa Susulan

BMKG mengimbau masyarakat agar tak cemas pada gempa susulan yang terjadi di Laut Flores pascagempa bermagnitudo 7,4 di wilayah itu, Selasa (14/12).

Polisi Periksa Kebenaran Uang Rp 2 Triliun yang Dijanjikan Keluarga Akidi Tio
Indonesia
Polisi Periksa Kebenaran Uang Rp 2 Triliun yang Dijanjikan Keluarga Akidi Tio

Ditreskrimum Polda Sumatera Selatan (Sumsel) menjadwalkan pemeriksaan ulang pemeriksaan anak bungsu dari Akidi Tio yang bernama Heryanty, Selasa (3/8).

 Upah Minimum Naik 1 Persen, Indef: Agak Kurang Pas
Indonesia
Upah Minimum Naik 1 Persen, Indef: Agak Kurang Pas

Rumus yang tadi bisa digunakan untuk menentukan berapa kenaikan upah, bisa dilihat bagaimana perkembangannya industri dalam beberapa tahun terakhir.

Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 25 Ribu
Indonesia
Penambahan Kasus COVID-19 di Bawah 25 Ribu

Pemerintah melaporkan kasus harian positif corona pada hari ini sebanyak 24.867.

Indonesia Berpeluang Besar dalam Pengembangan Metaverse Dunia
Indonesia
Indonesia Berpeluang Besar dalam Pengembangan Metaverse Dunia

Keunggulan nilai-nilai luhur bangsa dan kearifan lokal membuat Indonesia berpeluang besar dalam pengembangan metaverse dunia.