KPK Diminta Selidiki Kasus Dugaan Korupsi Penyaluran Beras Raskin di Merauke Beras raskin bantuan dari Perum Bulog Merauke

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta untuk menyelidiki kasus dugaan korupsi Proses Penyaluran Bantuan Sosial Beras Miskin (RASKIN) Kabupaten Merauke Pada Tahun 2014. Diduga, penyaluran beras sebanyak 80.010 ton itu diselewengkan dengan modus tipu-tipu

"Kami melaporan dugaan penyalahgunaan wewenang. Bukannya disalurkan kepada yang membutuhkan, justru malah dijual untuk keuntungan pribadi dan kelompok," ujar Pelapor Wahyu Hidayat kepada wartawan, Sabtu (25/7)

Baca Juga

KPK Ambil Alih Kasus Korupsi Rp5,7 M Bupati OKU

Sebelumnya, pada Jumat (24/7), Wahyu dan kawan-kawan aktivis antikorupsi menyambangi Gedung Merah Putih untuk melaporkan kasus tersebut ke KPK. Mereka meminta Firli Bahuri cs untuk mengusut dugaan korupsi yang diduga melibatkan kepala daerah di Merauke.

"Tak hanya asal tembak, kami lampirkan sederet bukti surat dugaan tindak pidana korupsi dalam proses penyaluran bansos raskin Kabupaten Merauke tahun 2014," tegasnya.

Surat permohonan bantuan Raskin dari Pemkab Merauke kepada Perum Bulog pada tahun 2014. Foto: Wahyu Hidayat

Dalam laporannya, Wahyu mengungkapkan bagaimana kasus penyelewengan beras raskin itu. Awalnya pemerintah daerah bersurat ke Bulog untuk permintaan beras raskin guna disalurkan ke rakyat yang membutuhkan. Semua berjalan lancar mulai dari pengajuan sampai beras sampai ke Merauke.

"Tapi bukannya disalurkan, beras sebanyak itu diduga disimpan di sebuah gudang milik pribadi. Hingga akhirnya, dugaan adanya penjualan beras raskin Bulog ini kepada pengusaha swasta," ungkapnya

Baca Juga

Uji Nyali Indonesia Buru Aset Para Buronan

Wahyu berharap, KPK tak perlu lama-lama menindaklanjuti laporannya. Sebab menurutnya, dugaan korupsi yang terjadi sudah merampas hak hidup rakyat kecil di Merauke. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ini Sejumlah Pelanggaran di CFD Dalam Catatan Pemprov DKI
Indonesia
Ini Sejumlah Pelanggaran di CFD Dalam Catatan Pemprov DKI

Pemprov DKI sudah mengingatkan bagi anak-anak dan lansia di atas usia 60 tahun dilarang untuk ikut serta dalam CFD.

Kejati DKI Tahan Pejabat OJK Tersangka Suap Rp7,45 M
Indonesia
Kejati DKI Tahan Pejabat OJK Tersangka Suap Rp7,45 M

Nirwan menyatakan, penahanan terhadap DIW dilakukan untuk 20 hari ke depan. Dia ditahan di rumah tahanan negara (Rutan) Salemba, cabang Kejaksaan Agung.

Komunitas Basket Pramugari adakan Pertandingan Persahabatan Lawan TMI Basketball Academy
Olahraga
Komunitas Basket Pramugari adakan Pertandingan Persahabatan Lawan TMI Basketball Academy

Mayoritas punggawa AGC adalah pramugari dan karyawan di maskapai

  KLB Corona, Wali Kota Solo Batasi Jam Operasional Tempat Hiburan Malam dan Mall
Indonesia
KLB Corona, Wali Kota Solo Batasi Jam Operasional Tempat Hiburan Malam dan Mall

"Para pelaku usaha harus menindahkan aturan ini demi kebaikan bersama. Ini semua demi keselamatan rakyat yang lebih utama," tegas Rudy.

Kalah dari GI dan PI, Sarinah Bakal Disulap Jadi Mal UMKM
Indonesia
Kalah dari GI dan PI, Sarinah Bakal Disulap Jadi Mal UMKM

Sarinah akan dijadikan satu pusat atau center untuk seluruh produk UMKM

 Rekomendasi Batal Diumumkan Awal Maret, Purnomo: Saya Orangnya Sabar
Indonesia
Rekomendasi Batal Diumumkan Awal Maret, Purnomo: Saya Orangnya Sabar

Bakal cawali dari PDIP, Achmad Purnomo yang saat ini sedang berebut rekomendasi dengan Gibran Rakabuming Raka angkat bicara terkait batalnya rekomendasi itu.

Jokowi: Tidak Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga dari COVID-19
Indonesia
Jokowi: Tidak Mudik Cara Bijak Lindungi Keluarga dari COVID-19

Dengan bersabar menahan rindu di perantauan, kita telah mengambil peran

MUI Desak Presiden Jokowi Pecat Kepala BPIP
Indonesia
MUI Desak Presiden Jokowi Pecat Kepala BPIP

Upaya BPIP memberi pemahaman pada masyarakat soal Pancasila akan lebih sulit jika cara pandang pucuk pimpinannya seperti itu.

Bakamla: Kapal-Kapal Tiongkok Masih Bertahan di Laut Natuna
Indonesia
Bakamla: Kapal-Kapal Tiongkok Masih Bertahan di Laut Natuna

"Kalau jumlah yang ada di sana, tetap," imbuhnya.

Guru Ngaji Jokowi Ungkap Hasrat Didi Kempot yang Belum Terwujud
Indonesia
Guru Ngaji Jokowi Ungkap Hasrat Didi Kempot yang Belum Terwujud

Cita-cita tersebut adalah membuat lagu Jawa Qosidahan Nuansa Islami berduet dengan Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf