KPK Diminta Jerat Eks Sekretaris MA Nurhadi dengan Pasal Pencucian Uang Bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi (rompi jingga). (KPK)

MerahPutih.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) dan Lokataru Foundation meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi segera menjerat eks Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dengan pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, mengatakan Nurhadi diduga memiliki kekayaan yang tidak wajar atau tidak berbanding lurus dengan penghasilan resminya. Sehingga, patut diduga harta kekayaan tersebut diperoleh dari hasil tindak kejahatan korupsi.

Baca Juga

Dewas KPK Diminta Awasi Penyidikan Nurhadi

"ICW dan Lokataru mengirimkan surat kepada KPK agar segera mengembangkan dugaan tindak pidana pencucian uang yang dilakukan oleh mantan Sekretaris Mahkamah Agung, Nurhadi," kata Kurnia dalam keterangannya, Rabu (22/7).

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan, kata Kurnia, ditemukan sejumlah aset yang diduga milik Nurhadi. Yakni tujuh aset tanah dan bangunan dengan nilai ratusan miliar rupiah; empat lahan usaha kelapa sawit; delapan badan hukum, baik dalam bentuk PT maupun UD; 12 mobil mewah; dan 12 jam tangan mewah.

Semestinya, lanjut Kurnia, lembaga yang dipimpin Firli Bahuri Cs ini juga menyelidiki potensi pihak terdekat Nurhadi yang menerima manfaat atas kejahatan yang dilakukannya.

"Instrumen hukum yang dapat digunakan oleh lembaga antirasuah ini adalah Pasal 5 UU TPPU (pelaku pasif) dengan ancaman pidana penjara lima tahun dan denda sebesar Rp1 miliar," ujarnya.

Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, salah satu tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016. (KPK.)
Mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi, salah satu tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait perkara di Mahkamah Agung pada tahun 2011-2016. (KPK.)

Kurnia mengungkapkan beberapa keuntungan bagi KPK ketika menindak pelaku kejahatan dengan pasal pencucian uang. Pertama, kata dia, penyelidikan dan penyidikan tidak akan diwarnai dengan resistensi dan intervensi pihak tertentu karena menggunakan metode follow the money.

Baca Juga

Harta Istri Nurhadi Diduga Mengalir ke Pria Lain

Kemudian, sejalan dengan konsep pemidanaan yang berorientasi pada pemberian efek jera bagi pelaku kejahatan korupsi. Ketiga, memudahkan proses unjuk bukti bagi Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebab Pasal 77 UU TPPU mengakomodasi model pembalikan beban pembuktian.

"Sehingga Jaksa tidak sepenuhnya dibebani kewajiban pembuktian, melainkan berpindah pada terdakwa itu sendiri," tutup Kurnia.

Nurhadi merupakan tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Dalam perkara ini, KPK juga telah menetapkan dua orang tersangka lainnya. Keduanya yakni, menantu Nurhadi, Rezky Herbiono dan Hiendra Soenjoto.

Ketiganya sempat dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) alias buron karena tiga kali mangkir alias tidak memenuhi pangggilan pemeriksaan KPK. Ketiganya juga telah dicegah untuk bepergian ke luar negeri.

Tim penyidik KPK menangkap Nurhadi bersama menantunya Rezky Herbiyono pada Senin (1/6) malam. Keduanya dibekuk di sebuah rumah di Simprug, Jakarta Selatan. Saat ini, tinggal Hiendra Soenjoto yang belum diamankan.

Nurhadi dijerat sebagai tersangka karena yang bersangkutan melalui Rezky Herbiono, diduga telah menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar.

Baca Juga

KPK Telusuri Aset Kebun Sawit Nurhadi Lewat Sekretaris PA Medan

Tercatat ada tiga perkara sumber suap dan gratifikasi Nurhadi, pertama perkara perdata PT MIT vs PT Kawasan Berikat Nusantara, kedua sengketa saham di PT MIT, dan ketiga gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di pengadilan.

Rezky selaku menantu Nurhadi diduga menerima sembilan lembar cek atas nama PT MIT dari Direkut PT MIT Hiendra Soenjoto untuk mengurus perkara itu. Cek itu diterima saat mengurus perkara PT MIT vs PT KBN. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
100 Hari Jelang Pilkada Indramayu Launching Maskot dan Tagline #GembiraKeTP
Indonesia
100 Hari Jelang Pilkada Indramayu Launching Maskot dan Tagline #GembiraKeTP

Maskot Kang Ilih dan Yu Milih diambil dari salah satu hewan ikonik di Kabupaten Indramayu yakni Biawak serta tagline #GembiraKeTPS.

Penerima Vaksin di Yogyakarta Dapat Hadiah Ini
Indonesia
Penerima Vaksin di Yogyakarta Dapat Hadiah Ini

Program vaksinasi tahap kedua yang menyasar para pekerja sektor publik sedang berlangsung di Yogyakarta pada Senin (15/3) hingga Jumat (19/3) di Jogja Expo Center (JEC).

 COVID-19 Bikin Job Sepi, SPG Ikhlas Jualan Kambing Kurban Online
Indonesia
COVID-19 Bikin Job Sepi, SPG Ikhlas Jualan Kambing Kurban Online

Nindy sampai ikut memberikan pakan dan membersihkan kandang hewan kurban.

Staf Kedubes Jerman Sowan ke Markas FPI, TB Hasanuddin Sindir Etika Berdiplomasi
Indonesia
Staf Kedubes Jerman Sowan ke Markas FPI, TB Hasanuddin Sindir Etika Berdiplomasi

Menurut bekas Sekretaris Militer Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, seharusnya Jerman menghormati dan memiliki etika dalam berdiplomasi.

Belasan Calon Penumpang Kereta Api Positif COVID-19, Terdeteksi di Stasiun Senen dan Gambir
Indonesia
Belasan Calon Penumpang Kereta Api Positif COVID-19, Terdeteksi di Stasiun Senen dan Gambir

Pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen negatif COVID-19

Seleksi 1 Juta Guru Honor Jadi PPPK Dimulai 2021
Indonesia
Seleksi 1 Juta Guru Honor Jadi PPPK Dimulai 2021

Untuk dapat diangkat menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja diperlukan persyaratan tertentu.

Lawan Hoaks, Pemerintah  Harus Terbuka Soal Kandungan Vaksin Sinovac
Indonesia
Lawan Hoaks, Pemerintah Harus Terbuka Soal Kandungan Vaksin Sinovac

Pemerintah harus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program vaksinasi melalui komunikasi publik yang baik.

Kereta Solo-Jakarta Dibatalkan Akibat Banjir, Peserta Tes Genose di Stasiun Turun
Indonesia
Kereta Solo-Jakarta Dibatalkan Akibat Banjir, Peserta Tes Genose di Stasiun Turun

Pada hari Minggu (21/2) peserta tes Genose hanya sekitar 100 orang

Kebakaran Taman Sari Jakarta Barat Hanguskan 112 Rumah
Indonesia
Kebakaran Taman Sari Jakarta Barat Hanguskan 112 Rumah

Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini dan penyebab pasti kebakaran juga belum diketahui. Namun dugaan awal penyebab kebakaran akibat arus pendek (korsleting) listrik.

Rumah Hantu Sragen Diaktifkan Kembali untuk Karantina Pemudik
Indonesia
Rumah Hantu Sragen Diaktifkan Kembali untuk Karantina Pemudik

Rumah tersebut sudah 11 tahun ini tak ditempati oleh pemiliknya