KPK Diharapkan Tak Tergoda Syahwat Politik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: kpk.go.id

Merahputih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diingatkan tidak tergoda dengan syahwat politik. Karena saat ini masif dorongan gerakan massa liar yang ingin menjatuhkan marwah ulama, Muhammad Zainul Majdi yang juga akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB).

"KPK jangan tergoda dengan syahwat politik tak jelas, dari massa yang juga tak jelas darimana rimbanya. Jangan terpengaruh dengan intervensi gerakan massa liar. Setop intervensi ulama," tegas Koordinator Garda Penjaga KPK Ahmad, saat aksi unjuk rasa di Gedung KPK, Rabu (7/11).

Menurutnya, KPK harus berpendirian teguh sesuai prinsip dan koridor hukum yang berlaku. Karena KPK jadi benteng terakhir kepercayaan masyarakat dalam pemberantasan korupsi di Indonesia. Sehingga bila salah melangkah maka kepercayaan rakyat bakal sirna.

Untuk itu, Ahmad kembali mengingatkan KPK agar tidak memberikan ruang bagi pihak ekternal untuk mengintervensi KPK. Karena yang datang dari luar, kerap mengkonstruksikan serta menghalalkan segala cara guna memenuhi hasrat politik mereka.

"KPK harus tetap memiliki pendirian jangan goyah ke kiri atau ke kanan, harus tegak lurus. Kalau KPK memberikan celah bagi pihak luar berarti KPK tidak yakin atas apa yang dikerjakan," tuturnya.

Massa Garda Penjaga KPK, saat aksi unjuk rasa di Gedung KPK (ist)

"Masih banyak yang lebih penting bagi KPK untuk menuntaskan berbagai kasus yang jelas runut permasalahannya. Jadi lebih baik KPK fokus tuntaskan kasus melibatkan wakil ketua DPR RI Taufik Kurniawan, dan tangkap sejumlah petinggi politisi PAN yang diduga ikut terlibat, ketimbang dengar ocehan massa liar yang selalu dzolimi ulama TGB," timbalnya.

Ahmad menekankan, ketokohan TGB baik sebagai ulama yang sangat bersahaja, serta memiliki berbagai prestasi dalam berpolitik diduga ditakuti oleh lawan politiknya. Sehingga, dikerahkan sejumlah massa liar dengan menggunakan data hoaks untuk menyerang TGB.

Saat ini massa liar yang kerap menyebar hoaks dan fitnah terhadap TGB mulai kehabisan akal, untuk itu saat ini mereka mulai bertindak tak terarah demi memuluskan niat jahat yang telah diskenariokan.

"Kalau sudah kalang kabut data hoaks pun dipaksakan untuk jadi suatu kebenaran, inilah yang digunakan oleh massa-massa liar itu. Sayang sekali panggung kebebasan menyatakan pendapat diisi denggan hoaks dan fitnah terhadap ulama TGB. Padahal ulama harus dihormati dan dihargai karena berperan penting dalam mengarahkan umat agar lebih baik kedepan," tandasnya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH