KPK Dalami Potongan Tunjangan Lurah di Bekasi Atas Perintah Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota Bekasi nonaktif, Rahmat Effendi.

Untuk mengungkap keterlibatan pihak lain, tim penyidik KPK memeriksa Lurah Jakamulya Kecamatan Bekasi Selatan, Bahrudin dan Lurah Bojongmenteng Kecamatan Rawalumbu, Hasan Sumalawat, Jumat (4/2).

Baca Juga

Usut Kasus Rahmat Effendi, KPK Periksa Direktur RSUD Kota Bekasi

Pemeriksaan keduanya guna mendalami tunjangan lurah di Bekasi yang dipotong atas perintah Rahmat Effendi.

"Keduanya hadir dan dikonfirmasi lebih lanjut terkait dengan dugaan adanya pemotongan anggaran tunjangan di beberapa kelurahan di Pemkot Bekasi karena adanya perintah tersangka RE (Rahmat Effendi)," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (4/2).

Selain kedua lurah tersebut, dalam mengusut kasus dugaan suap Rahmat Effendi, tim penyidik juga memeriksa Sekda Pemkot Bekasi, Reny Hendrawati dan Asisten Daerah Bidang Pemerintahan Pemkot Bekasi, Yudianto.

Kedua pejabat Pemkot Bekasi itu dicecar penyidik mengenai aturan kepegawaian di lingkungan Pemkot Bekasi.

"Keduanya hadir dan dikonfirmasi antara lain terkait dengan aturan kepegawaian di lingkungan Pemkot Bekasi," ujar Ali.

Baca Juga

KPK Periksa Kepala Bapelitbangda Bekasi Terkait Kasus Rahmat Effendi

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi dan delapan orang lain telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Kedelapan orang itu antara lain Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Buyamin; Lurah Kati Sari Mulyadi; Camat Jatisampurna Wahyudin; dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi.

Kemudian Direktur PT MAM Energindo Ali Amril; pihak swasta Lai Bui Min; Direktur Kota Bintang Rayatri Suryadi; dan Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin.

KPK menduga Rahmat Effendi menerima suap senilai total Rp7,13 miliar terkait pembebasan lahan untuk proyek dan pengisian tenaga kerja kontrak di lingkungan Pemkot Bekasi melalui perantaraan anak buahnya.

Selain itu, KPK turut menduga Rahmat Effendi menerima sejumlah uang terkait lelang jabatan di Pemkot Bekasi. Uang tersebut diduga digunakan untuk operasional Rahmat hingga tersisa Rp 600 juta. (Pon)

Baca Juga

KPK Sita Duit Rp 200 Juta dari Ketua DPRD Bekasi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Krisis Global di depan Mata, Indonesia Siapkan Jurus Mitigasi
Indonesia
Krisis Global di depan Mata, Indonesia Siapkan Jurus Mitigasi

Pemerintah Indonesia menyiapkan langkah-langkah mitigasi melalui berbagai kebijakan.

Ketua Banggar DPR Yakin Jokowi Pilih Sosok Berkualitas Jadi Gubernur BI
Indonesia
Ketua Banggar DPR Yakin Jokowi Pilih Sosok Berkualitas Jadi Gubernur BI

Ketua Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Said Abdullah mengatakan pihaknya belum menerima usulan nama calon Gubernur BI dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

[HOAKS atau FAKTA] Luhut Perintahkan Kabareskrim Usut Kasus Pembunuhan Brigadir J
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Luhut Perintahkan Kabareskrim Usut Kasus Pembunuhan Brigadir J

Luhut Binsar Panjaitan, turun tangan secara langsung untuk memerintahkan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto untuk mengusut kasus pembunuhan Brigadir J.

Usai Dilantik Jadi Pj Gubernur, PDIP DKI Minta Heru Langsung Turun ke Lapangan
Indonesia
Usai Dilantik Jadi Pj Gubernur, PDIP DKI Minta Heru Langsung Turun ke Lapangan

Ketua Fraksi DPIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono meminta, Heru langsung turun ke lapangan bekerja membenahi Kota Jakarta setelah resmi menjadi Pj Gubernur DKI.

[HOAKS atau FAKTA]: Isi Bensin di SPBU dengan Nominal Ganjil Bisa Dicurangi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Isi Bensin di SPBU dengan Nominal Ganjil Bisa Dicurangi

Pengisian bahan bakar minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dengan nominal ganjil bisa menghindari kecurangan oleh oknum petugas SPBU.

[HOAKS atau FAKTA] Nama Asli Bruce Lee adalah Badruddin Rusli
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Nama Asli Bruce Lee adalah Badruddin Rusli

Narasi tersebut juga menyatakan bahwa nama “Bruce Lee” sendiri didapatkan dari singkatan nama “B. Rusli”

[HOAKS atau FAKTA]: Ditemukan Ruang Penyiksaan dan Mayat Wanita di Rumah Ferdy Sambo
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ditemukan Ruang Penyiksaan dan Mayat Wanita di Rumah Ferdy Sambo

Hingga kini tidak ada media manapun yang memberitakan adanya penemuan tersebut.

[HOAKS atau FAKTA]: Waspadai Modus Kejahatan Anak Menangis di Jalanan
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Waspadai Modus Kejahatan Anak Menangis di Jalanan

Informasi yang beredar itu berisi modus perampokan, pemerkosaan, maupun penculikan

Menpora Resmikan Stadion Gelora Pemuda di Boalemo Gorontalo
Indonesia
Menpora Resmikan Stadion Gelora Pemuda di Boalemo Gorontalo

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali meresmikan pemanfaatan Stadion Gelora Pemuda di Desa Piloliyanga, Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, Senin.

KPK Duga Bupati Bogor Ade Yasin Suap BPK dengan Dalih Dana Operasional
Indonesia
KPK Duga Bupati Bogor Ade Yasin Suap BPK dengan Dalih Dana Operasional

KPK menduga Ade Yasin menyuap pejabat BPK dengan alasan dana operasional. Hal itu didalami penyidik lewat 9 saksi kasus suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor, Selasa (17/5).