KPK Dalami Penyusunan Kontak Kerja PT Dirgantara Indonesia Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers penetapan tersangka kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di PT DI tahun anggaran 2007-2017 di Gedung KPK, Jumat (12/6). Foto: MP/Ponco

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami penyusunan kontrak kerja antara PT Dirgantara Indonesia (PTDI) dengan beberapa mitra. Hal itu dikonfirmasi penyidik saat memeriksa dua saksi kasus dugaan korupsi terkait penjualan dan pemasaran di perusahaan pelat merah itu, Selasa (16/6) kemarin.

"Penyidik mengonfirmasi kepada para saksi mengenai penyusunan kontrak kerja antara PT DI dengan beberapa mitra dalam kegiatan usaha di PT DI," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi, Rabu (17/6).

Baca Juga

KPK Duga Dirut PT PAL Ikut Menikmati Aliran Dana Korupsi PT Dirgantara Indonesia

Dua saksi yang diperiksa tersebut yakni, Manager Order Management PT. Dirgantara Indonesia, Muhammad Faruq dan Supervisor Kontrak Usaha dan Legal PT. Dirgantara Indonesia, Basuki Santoso.

Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Asisten Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Bidang Bisnis Pemerintah Irzal Rizaldi Zailani.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (ANTARA/Benardy Ferdiansyah)

Dalam perkara ini, KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso dan Irzal Rizaldi sebagai tersangka karena diduga merugikan keuangan negara hingga Rp 330 miliar.

Keduanya diduga melakukan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa fiktif terkait penjualan dan pemasaran produk PT DI seperti pesawat terbang, helikopter dan lainnya.

Baca Juga

KPK Tetapkan Eks Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso Tersangka

Atas perbuatannya, kedua tersangka disangkakan melanggar pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api
Indonesia
Bakal Pulangkan Kombatan ISIS, Menag Dianggap Bermain Api

Ada ancaman keamanan nasional (kamnas) ketika wacana itu justru disampaikan secara serampangan tanpa ada perencanaan yang matang.

Kerja Sama Indonesia-Turki Diharap Dapat Segera Temukan Vaksin COVID-19
Indonesia
Kerja Sama Indonesia-Turki Diharap Dapat Segera Temukan Vaksin COVID-19

Menurut Puan, pembicaraan tersebut dalam rangka perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki

 PKS Harap Kejagung Tak Tebang Pilih Usut Kasus Jiwasraya
Indonesia
PKS Harap Kejagung Tak Tebang Pilih Usut Kasus Jiwasraya

"Selain daripada bahwa permasalahan hukum yang tentunya harus ditindaklanjuti dan jangan tebang pilih. Dihukumnya ini harus mencakup kepada semua pihak yang terlibat dan tidak ada pilih kasih," ujar Mardani

Libur HUT RI, Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Indonesia
Libur HUT RI, Ribuan Kendaraan Tinggalkan Jakarta

Untuk distribusi lalu lintas meninggalkan Jakarta dari ketiga arah yaitu mayoritas sebanyak 49,79% menuju arah Timur, 28,42% menuju arah Barat, serta 21,79% menuju arah Selatan.

10 Perusuh yang Diamankan Saat Demo Tolak Cipta Kerja Positif COVID-19
Indonesia
10 Perusuh yang Diamankan Saat Demo Tolak Cipta Kerja Positif COVID-19

10 orang tersebut telah diserahkan ke fasilitas isolasi di Pademangan, Jakarta Utara

Tiongkok Buka Rumah Sakit Darurat Kedua Khusus Pasien Virus Corona
Dunia
Tiongkok Buka Rumah Sakit Darurat Kedua Khusus Pasien Virus Corona

Saat ini setidaknya virus corona merenggut lebih 700 nyawa di Tiongkok.

KPK Jebloskan Politikus Golkar Markus Nari ke Lapas Sukamiskin
Indonesia
KPK Jebloskan Politikus Golkar Markus Nari ke Lapas Sukamiskin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi mantan anggota DPR Markus Nari ke Lembaga Pemasyarakat Klas IA Sukamiskin.

Belum Tentukan Sikap Wagub DKI, Fraksi Demokrat: Semua Keputusan Ada di DPD
Indonesia
Belum Tentukan Sikap Wagub DKI, Fraksi Demokrat: Semua Keputusan Ada di DPD

Fraksi Demokrat pun belum menyatakan sikap atau dukungannya ke salah satu kandidat calon pengganti Sandiaga Uno.

Polda Metro Dalami Pengakuan Catherine Wilson Pakai Narkoba
Indonesia
Polda Metro Dalami Pengakuan Catherine Wilson Pakai Narkoba

"Ini semua yang dia sampaikan. Makannya ini masih kita dalami semuanya sekarang ya," beber Yusri.