KPK Dalami Pemberian Uang ke Edhy Prabowo Lewat Bos PT Dua Putra Perkasa Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo. Foto: ANTARA

MerahPutih.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Suharjito, pemilik PT Dua Putra Perkasa dalam kasus suap terkait izin ekspor benih lobster atau benur pada Kamis (7/1) kemarin.

Dalam pemeriksaan itu, penyidik mendalami dugaan pemberian uang kepada bekas Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Suharjito merupakan tersangka pemberi suap kepada Edhy Prabowo.

Baca Juga

KPK Cecar Staf Istri Edhy Prabowo Soal ATM Penampung Duit Suap Benur

"Mengenai dugaan adanya pemberian uang oleh tersangka SJT (Suharjito) kepada EP (Edhy Prabowo) melalui staf pribadinya SAF (Safri) terkait pengurusan perizinan dan pengiriman benih lobster di KKP," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, dalam keterangannya, Jumat (8/1).

Selain itu, penyidik juga mendalami aktivitas PT Dua Putra Perkasa terkait perizinan ekspor benur di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Suharjito diduga bertemu Edhy untuk membahas pengajuan izin ekspor oleh PT Dua Putra Perkasa.

"Didalami juga dugaan adanya pertemuan tersangka SJT dengan EP selaku menteri KKP yang membicarakan masalah pengajuan ijin ekskpor oleh PT DPP," kata Ali.

Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo
Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif, Edhy Prabowo. Foto: ANTARA

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga

Keluarga Ungkap Penyebab Meninggalnya Saksi Penting Kasus Edhy Prabowo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Identitas 10 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Maut di Tol Cipali
Indonesia
Identitas 10 Korban Meninggal Dunia Kecelakaan Maut di Tol Cipali

Kecelakaan maut itu terjadi pada pukul 03.00 WIB. Kecelakaan itu melibatkan tiga kendaraan yaitu satu unit minibus dan dua unit truk.

Mutasi Pejabat Eselon I Kejagung Diduga Berkaitan dengan Kasus Djoko Tjandra
Indonesia
Mutasi Pejabat Eselon I Kejagung Diduga Berkaitan dengan Kasus Djoko Tjandra

Diduga rotasi terhadap Jan Maringka berkaitan dengan sengkarut terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

 Naikan Iuran BPJS, Jokowi Dinilai Tidak Memiliki Empati Kepada Rakyat
Indonesia
Naikan Iuran BPJS, Jokowi Dinilai Tidak Memiliki Empati Kepada Rakyat

Wakil Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini menilai Presiden Joko Widodo tidak punya rasa empati terhadap rakyat karena menaikkan iuran BPJS Kesehatan itu di tengah pandemi COVID-19.

Ini Jumlah Harta Kekayaan Wamenhan Letjen Herindra
Indonesia
Ini Jumlah Harta Kekayaan Wamenhan Letjen Herindra

Presiden Joko Widodo resmi melantik Letnan Jenderal Muhammad Herindra sebagai Wakil Menteri Pertahanan.

Tiga Unsur Mulai Divaksin di DKI, Anies Minta Tak Abai Protokol Kesehatan
Indonesia
Tiga Unsur Mulai Divaksin di DKI, Anies Minta Tak Abai Protokol Kesehatan

Ada tiga unsur yang hari ini disuntik vaksin corona ialah dokter dan pakar kesehatan, pejabat publik, serta tokoh masyarakat.

Tanggapan Wali Kota Depok Terkait Dugaan Korupsi Damkar
Indonesia
Tanggapan Wali Kota Depok Terkait Dugaan Korupsi Damkar

Wali Kota Depok, Mohammad Idris memberikan tanggapan terkait kasus dugaan korupsu di Damkar Kota Depok

Said Didu Mengaku Enggak Niat Mangkir Panggilan Polisi
Indonesia
Said Didu Mengaku Enggak Niat Mangkir Panggilan Polisi

Saat ini pemeriksaannya sedang diistirahatkan

Pengamat Duga Pertemuan Airlangga-Prabowo untuk Amankan Kursi Masing-Masing
Indonesia
Pengamat Duga Pertemuan Airlangga-Prabowo untuk Amankan Kursi Masing-Masing

Bahkan di gambar cover sampul majalah, sang menteri digambarkan sedang memakan lobster

Jangan Kucilkan Penderita COVID-19
Indonesia
Jangan Kucilkan Penderita COVID-19

"Jika di sekitar kita ada yang terkena positif, tidak perlu dikucilkan dan cepat diberitahukan kepada gugus tugas desa atau kelurahan maupun Puskesmas setempat supaya bisa dilakukan pelacakan kontak warga yang dinyatakan positif tersebut," kata Kepala Dinas Kesehatan Rejang Lebong, Syamsir

Din Syamsuddin Nilai Kelakuan Moeldoko Rebut Demokrat Tak Sesuai Pancasila
Indonesia
Din Syamsuddin Nilai Kelakuan Moeldoko Rebut Demokrat Tak Sesuai Pancasila

"Dan bertentangan dengan paradigma etika politik berdasarkan Pancasila," kata Din