KPK Dalami Pemberian Perhiasan dari Stafsus Edhy Prabowo ke Wanita Ini Mantan Menteri KP Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3-2-2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/wsj.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pemberian perhiasan dan jam tangan mewah dari Andreau Pribadi Misanta untuk wanita pengurus rumah tangga bernama Devi Komalasari. Andreau merupakan staf khusus Edhy Prabowo di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Pemberian barang-barang mewah tersebut didalami tim penyidik saat memeriksa Devi Komalasari pada Kamis (4/2) kemarin. Devi diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur.

"Devi Komalasari (swasta) diperiksa dan dikonfirmasi tim penyidik KPK terkait adanya barang di antaranya berupa perhiasan, jam tangan mewah, dan barang lainnya yang diduga diterima oleh saksi dari APM," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Baca Juga:

Mantan Pebulutangkis Debby Susanto Bantah Terima Apartement dari Edhy Prabowo

Ali mengatakan, tim penyidik akan mendalami lebih jauh soal pemberian barang-barang mewah tersebut. Pendalaman dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi terkait.

"Mengenai jenis dan jumlah barang tersebut akan didalami dan dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak-pihak lain," ujar Ali.

Mantan Menteri KP Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.
Mantan Menteri KP Edhy Prabowo berjalan menuju mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan lanjutan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (3/2/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 7 tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Baca Juga:

KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Duit yang Diamankan di Rumah Dinas Menteri

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp10,2 miliar dan USD100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga:

Edhy Prabowo Bantah Beli Wine dari Uang Korupsi Benur

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Rinaldi Dijebak Pelaku Sebelum Dibunuh dan Dimutilasi
Indonesia
Rinaldi Dijebak Pelaku Sebelum Dibunuh dan Dimutilasi

Tersngka Laeli menjebak korban untuk menemuinya di lokasi eksekusi di Apartemen Mansion Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Menilik Pasal Berlapis yang Menjerat Rizieq, Menantu dan Dirut RS Ummi Bogor
Indonesia
Menilik Pasal Berlapis yang Menjerat Rizieq, Menantu dan Dirut RS Ummi Bogor

Ketiganya terancam hukuman maksimal sepuluh tahun penjara

6 Varian Mandat Konstitusional dalam Putusan MK
Indonesia
6 Varian Mandat Konstitusional dalam Putusan MK

Mahkamah Konstitusi memberikan alternatif penormaan untuk dipilih

Pusat Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Kerja, Ini Reaksi Anak Buah Anies
Indonesia
Pusat Izinkan Usia di Bawah 45 Tahun Kembali Kerja, Ini Reaksi Anak Buah Anies

Gugus Tugas COVID-19 membatasi warga di bawah usia 45 yang boleh beraktivitas normal hanya di 11 bidang usaha.

Tak Lagi Umumkan Penambahan Kasus COVID-19, Pemerintah Dinilai Tutupi Rasa Malu
Indonesia
Tak Lagi Umumkan Penambahan Kasus COVID-19, Pemerintah Dinilai Tutupi Rasa Malu

Ujang melihat, kalau diumumkan terus menerus dengan grafik terus meningkat, pemerintah akan dianggap gagal oleh rakyat.

Pemerintah Diingatkan tak Gegabah Buka Kembali Sekolah
Indonesia
Pemerintah Diingatkan tak Gegabah Buka Kembali Sekolah

Pemerintah pusat mempertimbangkan membuka kembali kegiatan sekolah tatap muka. Padahal, lonjakan kasus COVID-19 belum mampu dikendalikan.

Reaksi Kimia Farma soal Penangkapan Petugas Pakai Tes Antigen Bekas di Kualanamu
Indonesia
Reaksi Kimia Farma soal Penangkapan Petugas Pakai Tes Antigen Bekas di Kualanamu

“Kita mendukung sepenuhnya investigasi yang dilakukan oleh pihak berwajib terhadap kasus tersebut,” katanya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Rabu (28/4).

Hari Santri di Cirebon Diwarnai dengan Pembagian Masker ke Pesantren dan Warga
Indonesia
Hari Santri di Cirebon Diwarnai dengan Pembagian Masker ke Pesantren dan Warga

Sebanyak 150 ribu masker akan didistribusikan kesejumlah pesantren dan masyarakat umum di Kabupaten Cirebon.

Ormas Hingga Majelis Taklim Diminta Rayakan Maulid Nabi Secara Daring
Indonesia
Ormas Hingga Majelis Taklim Diminta Rayakan Maulid Nabi Secara Daring

Dengan melaksanakan acara secara virtual, tokoh agama telah memberikan contoh penanggulangan Corona di masa pandemi

Evakuasi Hari Ketiga, Basarnas Berhasil Kumpulkan 40 Kantong Jenazah
Indonesia
Evakuasi Hari Ketiga, Basarnas Berhasil Kumpulkan 40 Kantong Jenazah

Basarnas telah berhasil mengumpulkan sebanyak 40 kantong jenazah dari lokasi jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 di perairan Kepulauan Seribu.