KPK Dalami Mekanisme Pencalegan dan PAW Lewat Eks Kepala Sekretariat DPP PDIP Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/2/2020). (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa eks Kepala Sekratariat DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Irwansyah, dalam kasus dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR dari PDIP.

Irwansyah diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan empat tersangka kasus ini, yaitu caleg PDIP Harun Masiku, eks komisioner KPU Wahyu Setiawan, kader PDIP Saeful Bahri, dan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina.

Baca Juga:

KPK Minta Hakim Tolak Gugatan MAKI Soal Sekjen PDIP Hasto Jadi Tersangka

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar Irwansyah mengenai proses dan mekanisme pencalonan anggota DPR di internal DPP PDIP. Selain itu, tim penyidik juga mendalami mengenai mekanisme di DPP PDIP dalam mengajukan PAW anggota DPR.

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan mekanisme pencalonan anggota legislatif dan PAW di DPP PDIP," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (11/2) malam.

Logo KPK. Foto: ANTARA
Logo KPK. Foto: ANTARA

Selain Irwansyah, tim penyidik juga memeriksa Saeful dan Agustiani Tio Fridelina. Saeful diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Wahyu Setiawan dan Agustiani Tio. Sementara Agustiani Tio, diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka Saeful dan Harun Masiku.

Dalam pemeriksaan ini, tim penyidik mencecar kedua tersangka mengenai proses terjadinya transaksi suap kepada Wahyu agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR. Selain itu, tim penyidik juga mendalami lobi-lobi atau komunikasi yang dilakukan para pihak terkait kasus ini.

"Pada intinya masih didalami terkait dengan pemberian uang dan konfirmasi beberapa percakapan komunikasi," ujar Ali.

Baca Juga:

Dua Kali Mangkir, KPK Panggil Lagi Zulhas di 'Jumat Keramat'

Dalam perkara ini, Wahyu dan Agustiani diduga menerima suap dari Harun dan Saeful dengan total sekitar Rp900 juta. Suap itu diduga diberikan kepada Wahyu agar Harun dapat ditetapkan oleh KPU sebagai anggota DPR menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia.

Tiga dari empat tersangka kasus ini telah mendekam di sel tahanan. Sementara, tersangka Harun Masiku masih buron hingga kini. Meski telah dibantu oleh aparat kepolisian di seluruh Indonesia, KPK hingga kini belum juga mampu membekuk Harun. (Pon)

Baca Juga:

Transparency International Indonesia Pesimistis KPK Bisa Tangkap Harun Masiku


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH