KPK Dalami Mark Up Harga Tanah di Munjul Lewat Direktur Sarana Jaya Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Direktur Pengembangan Perumda Pembangunan Sarana Jaya, Denan Matulandi Kaligis.

Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengadaan tanah di Munjul, Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, dalam pemeriksaan itu tim penyidik mendalami dugaan mark up harga tanah di Munjul yang diduga dilakukan oleh petinggi PT Adonara Propertindo dan pejabat Sarana Jaya.

Baca Juga:

PSI Ungkap Fakta Baru Kasus Dugaan Korupsi Lahan di Munjul

"Didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan negosiasi harga penawaran tanah di wilayah Munjul Kelurahan Pondok Rangon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur antara PT AP dan Perumda Pembangunan Sarana Jaya yang diduga telah ada kesepakatan untuk di-mark up," kata Ali dalam keterangannya, Rabu (28/7).

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), PT Aldira Berkah Abadi Makmur (ABAM) bernama Rudy Hartono Iskandar (RHI), serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo (AP).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Perusahaan Adonara Propertindo menjadi penyedia lahan untuk proyek Rumah DP 0 Rupiah milik Pemerintah DKI Jakarta lewat Sarana Jaya.

Melalui Tommy dan wakilnya Anja, Yoory Corneles mengatur pertemuan hingga sepakat membayar tanah yang ditawarkan Adonara tanpa melakukan kajian terhadap lahan tersebut.

Bahkan, KPK yakin antara Yoory dengan pihak Adonara, sudah ada pembahasan sebelum proses negosiasi dilakukan.

Baca Juga:

Anies Segera Diperiksa Terkait Kasus Korupsi Lahan Munjul, Wagub DKI: Urusan KPK

Selanjutnya masih di waktu yang sama, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI.

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran lagi kepada Anja Runtunewe sekitar sejumlah Rp 43,5 miliar.

Atas perbuatan para tersangka tersebut, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp 152,5 miliar. (Pon)

Baca Juga:

Dibela Wagub DKI, Anies Diyakini Tak Terlibat Korupsi Tanah Munjul

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jakarta Absen di Formula E 2022, Begini Tanggapan Wagub Riza
Indonesia
Jakarta Absen di Formula E 2022, Begini Tanggapan Wagub Riza

Nama Jakarta absen di penyelenggaraan Formula E musim 2022. Di dua seri sebelumnya, Jakarta juga tidak terdaftar di ajang balap mobil listrik ini.

Operasi Lilin di Jakarta, Puluhan Orang Terjaring Reaktif Corona
Indonesia
Operasi Lilin di Jakarta, Puluhan Orang Terjaring Reaktif Corona

Selama berlangsungnya Operasi Lilin 2020 Plus dengan pelayanan rapid test gratis, ditemukan puluhan orang reaktif virus corona.

Cegah Kenaikan Sembako, Satgas Pangan DIY Tingkatkan Pengawasan ke Pasar Tradisional
Indonesia
Cegah Kenaikan Sembako, Satgas Pangan DIY Tingkatkan Pengawasan ke Pasar Tradisional

Menurut dia, potensi gangguan distribusi pangan seperti penimbunan serta manipulasi harga perlu diantisipasi setiap menghadapi momentum hari besar keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru.

Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Klaim Tak Ada Kejadian Menonjol
Indonesia
Hari Pertama Larangan Mudik, Kakorlantas Klaim Tak Ada Kejadian Menonjol

Situasi arus lalu lintas di titik penyekatan Tol Cikampek untuk menghalau pemudik disebut berjalan aman dan lancar.

Tukang Bakso yang Culik Anak Berkebutuhan Khusus Diganjar Pasal Berlapis
Indonesia
Tukang Bakso yang Culik Anak Berkebutuhan Khusus Diganjar Pasal Berlapis

Kasus ini ditangani Unit V Subdit 3 Resmob Polda Metro Jaya dibawah Pimpinan Kanit V AKP Rulian Syauri

Kasus Positif Corona, Kapolda Metro Akui Jakarta Tak Dalam Kondisi Baik-baik Saja
Indonesia
Kasus Positif Corona, Kapolda Metro Akui Jakarta Tak Dalam Kondisi Baik-baik Saja

Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut saat ini DKI Jakarta tidak aman dari penyebaran COVID-19.

3 Alasan Fraksi PAN Tolak Anggaran Pertahanan Sebesar Rp1,7 Kuadriliiun
Indonesia
3 Alasan Fraksi PAN Tolak Anggaran Pertahanan Sebesar Rp1,7 Kuadriliiun

Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) menolak rencana anggaran pertahanan sebesar Rp 1,7 kuadrilliun yang diajukan oleh Kementerian Pertahanan (Kemenhan) guna modernisasi alutsista.

MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di 3 TPS Pilkada Mandailing Natal
Indonesia
MK Putuskan Pemungutan Suara Ulang di 3 TPS Pilkada Mandailing Natal

MK memerintahkan KPU Mandailing Natal merombak Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di tiga TPS.

Pimpinan DPRD Desak Disdik DKI Perbaiki Pendaftaran PPDB
Indonesia
Pimpinan DPRD Desak Disdik DKI Perbaiki Pendaftaran PPDB

Pimpinan DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov untuk mengevaluasi proses pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2021/2022 yang sempat bermasalah pada hari pertama dibuka.

Menteri Agama Pastikan Vaksin Sinovac Tak Mengandung Babi dan Turunannya
Indonesia
Menteri Agama Pastikan Vaksin Sinovac Tak Mengandung Babi dan Turunannya

Vaksin ini bagian dari upaya untuk menjalankan agama