KPK Dalami Keterlibatan PT MSU di Kasus Suap Meikarta Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif (kanan) dan Saut Situmorang. (ANTARA FOTO)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan kasus dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, milik Lippo Group. Salah satunya lembaga anturasuah tengah menelisik keterlibatan korporasi yakni PT Mahkota Sentosa Utama (MSU).

Penyidik KPK hari ini memanggil Direktur Keuangan PT MSU Hartono sebagai saksi untuk tersangka Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Dari Hartono, penyidik mengonfirmasi proses hingga uang suap yang diduga berasal dari sejumlah korporasi tersebut.

"Itu pasti akan diteliti karena berdasarkan informasi informasi itulah kita akan tetapkan langkah berikutnya," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarief di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (5/11).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarief. (MP/Ponco Sulaksono)

Laode mengatakan tak menutup kemungkinan kasus suap Meikarta bakal menjerat perusahaan yang terlibat menjadi tersangka korporasi. Tak terkecuali, Lippo Group dan PT MSU, sebagai pemilik proyek bernilai investasi sebesar Rp278 triliun.

"Semuanya ada kemungkinanya untuk itu ya," imbuhnya.

Di sisi lain, Laode mengakui hingga kini pihaknya masih mendalami lebih jauh asal uang suap Lippo Group untuk memuluskan proyek Meikarta tersebut. Informasi itu, kata dia, dibutuhkan sebagai bukti kuat untuk menjerat Lippo Group atau PT MSU sebagai tersangka.

"Iya sampai sekarang kita masih berupaya untuk mengetahui asal muasalnya dan saya belum bisa jelaskan sekarang," pungkasnya.

KPK memang tengah menelusuri sumber uang suap Meikarta, yang diduga berasal dari Lippo Group. Sampai saat ini para pihak dari Lippo Group yang telah diperiksa, di antaranya Direktur Billy Sindoro, selaku tersangka suap pengurusan izin proyek Meikarta; CEO Lippo Group, James Riady; mantan Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Toto Bartholomeus.

CEO Lippo Group James Riady memenuhi panggilan penyidik KPK, Selasa (30/10) MP/Ponco Sulaksono

Kemudian Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Ketut Budi Wijaya; Corporate Affairs Siloam Hospital Group, Josep Christoper Mailool; Direktur Keuangan PT Lippo Cikarang Tbk, Soni; Direktur Keuangan PT Lippo Karawaci Tbk, Richard Setiadi.

Meikarta merupakan salah satu proyek prestisius milik Lippo. Penggarap proyek Meikarta, PT Mahkota Sentosa Utama merupakan anak usaha dari PT Lippo Cikarang Tbk. Sementara PT Lippo Cikarang Tbk adalah anak usaha PT Lippo Karawaci Tbk.

KPK menetapkan Billy Sindoro dan Bupati nonaktif Bekasi Neneng Hasanah Yasin serta tujuh orang lainnya, baik dari pihak Pemkab Bekasi dan Lippo Group sebagai tersangka.

Neneng dan anak buahnya itu diduga menerima suap Rp7 miliar dari Billy. Uang itu diduga bagian dari fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar terkait proses pengurusan izin proyek Meikarta, proyek milik Lippo Group. (Pon)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH