KPK Dalami Keterlibatan Hakim Agung Lain di Kasus Sudrajad Dimyati KPK menahan Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati, Jumat (23/9). (Foto: MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mengembangkan kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) yang menjerat Hakim Agung, Sudrajad Dimyati.

Lembaga yang dikomandoi Filri Bahuri ini memastikan akan mendalami dugaan keterlibatan hakim agung lainnya dalam proses penyidikan perkara ini.

Baca Juga

Sekretaris MA Sebut Jokowi Pecat Sementara Hakim Agung Sudrajad Dimyati

"Dugaan keterlibatan hakim agung yang lain, nah ini akan didalami di dalam proses penyidikan, saya kira gitu," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata kepada wartawan, Kamis (3/11).

Sebelumnya, penyidik KPK telah menggeledah ruang kerja hakim agung MA, Prim Haryadi dan Sri Murwahyuni, serta ruang Sekretaris MA, Hasbi pada Selasa (1/11).

Dari penggeledahan tersebut, penyidik KPK mengamankan barang bukti berupa dokumen yang diduga terkait dengan perkara suap ini. Dokumen itu telah diamankan penyidik untuk dianalisa.

Selain itu, KPK juga telah memeriksa Hakim Agung Gazalba Saleh sebagai saksi dalam perkara ini pada Kamis (27/10). Dia terlihat keluar Gedung Merag Putih KPK pada pukul 15.37 WIB.

Tak banyak yang disampaikan Gazalba kepada wartawan terkait materi pemeriksaan. Dia juga enggan menjawab saat ditanya soal dugaan pengurusan perkara lainnya di MA.

"Semua tanyakan pada penyidik, sudah dismpaikan ke penyidik," kaya Gazalba kepada wartawan.

Baca Juga

Ketua Muda MA Diperiksa Terkait Kasus Hakim Agung Sudrajad

Untuk diketahui, KPK menetapkan 10 orang sebagai tersangka. Sebagai penerima suap, Hakim Agung nonaktif Sudrajad Dimyati, Panitera Pengganti MA Elly Tri Pangestu, PNS pada Kepaniteraan MA Desy Yustria; dan dua PNS MA, yakni Nurmanto Akmal (sebelumnya disebut Redi), serta Muhajir Habibie.

Sementara, berperan sebagai pemberi suap, dua orang pengacara bernama Yosep Parera dan Eko Suparno; dan dua pengurus koperasi Intidana, yakni Heryanto Tanaka, serta Ivan Dwi Kusuma Sujanto.

Hakim Agung Kamar Perdata itu disangka menerima suap terkait dengan kasasi pailit Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Intidana. Jumlah uang suap yang diserahkan secara tunai oleh Yosep dan Eko pada Desy selaku representasi Sudrajad sekitar Sin$202.000 (setara Rp 2,2 miliar).

Dari jumlah itu, Desy menerima sekitar Rp 250 juta, Muhajir menerima sekitar Rp 850 juta, Elly Tri menerima sekitar Rp 100 juta dan Sudrajad menerima sekitar Rp 800 juta yang penerimaannya melalui Elly Tri.

Sudrajad disinyalir menerima suap dari banyak perkara. Hal ini sedang ditindaklanjuti oleh tim penyidik KPK. (Pon)

Baca Juga

KPK Kembali Tahan Penyuap Hakim Agung Sudrajad Dimyati

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jelang Akhir Tahun, Antibodi COVID-19 Orang Indonesia Dekati 100 Persen
Indonesia
Jelang Akhir Tahun, Antibodi COVID-19 Orang Indonesia Dekati 100 Persen

Kadar antibodi terhadap SARS-CoV-2 penyebab COVID-19 masyarakat mencapai 98,5 persen.

Jenazah Anak Berhasil Dievakuasi Setelah 19 Hari Tertimbun Puing Imbas Gempa Cianjur
Indonesia
Jenazah Anak Berhasil Dievakuasi Setelah 19 Hari Tertimbun Puing Imbas Gempa Cianjur

Tim SAR gabungan menemukan jasad anak laki-laki atas Rifki (11) di Kampung Garogol, Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, setelah 19 hari dilaporkan hilang tertimbun material rumah yang ambruk akibat gempa bumi.

Menelisik Akar Budaya Rusia-Ukraina, Kakak Beradik yang Kini Terlibat Perang
Indonesia
Menelisik Akar Budaya Rusia-Ukraina, Kakak Beradik yang Kini Terlibat Perang

Serangan militer Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari lalu merupakan konflik antarsaudara kandung.

Belum Ada Peningkatan Penumpang di Stasiun Kalideres Jelang Nataru
Indonesia
Belum Ada Peningkatan Penumpang di Stasiun Kalideres Jelang Nataru

Momen Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru) diprediksi akan meningkatkan mobilitas warga.

Kementan Klaim Stok Daging Sapi Lebihi Kebutuhan
Indonesia
Kementan Klaim Stok Daging Sapi Lebihi Kebutuhan

Ketersediaan daging sapi yang saat ini 234 ribu ton daging sapi lokal, sementara kebutuhan tertinggi daging sapi di masyarakat hanya sampai 202 ribu ton.

DPR Pastikan RUU KIA Tidak Bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan
Indonesia
DPR Pastikan RUU KIA Tidak Bertentangan dengan UU Ketenagakerjaan

RUU KIA tidak akan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Di Tengah Hujan Lebat Jokowi Tiba di Sirkuit Mandalika, Disambut CEO Dorna
Indonesia
Di Tengah Hujan Lebat Jokowi Tiba di Sirkuit Mandalika, Disambut CEO Dorna

Presiden Joko Widodo menghadiri gelaran MotoGP Mandilika 2022, Minggu (20/3) sore. Sekitar pukul 15.30

Isi Pembicaraan Jokowi dengan Presiden Turki Erdogan
Indonesia
Isi Pembicaraan Jokowi dengan Presiden Turki Erdogan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Turki Recep Tayyib Erdogan di The Apurva Kempinski Bali, Senin (14/11).

Kronologi CPNS Bakamla Alumnus STAN Meninggal Saat Latihan Bela Negara
Indonesia
Kronologi CPNS Bakamla Alumnus STAN Meninggal Saat Latihan Bela Negara

Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut telah mengeluarkan penyebab kematian CPNS Bakamla M Ary Adithya Hasibuan

Koalisi PKB-Gerindra Dinilai belum Cukup Kuat Ungguli PDIP
Indonesia
Koalisi PKB-Gerindra Dinilai belum Cukup Kuat Ungguli PDIP

Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya yang digagas Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) belum cukup kuat mengungguli PDIP.