KPK Dalami Keterlibatan Azis Syamsuddin di Kasus Suap Eks Bupati Kukar Ketua DPR RI Azis Syamsuddin di gedung KPK (Ist)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri dugaan suap yang dilakukan mantan Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari kepada bekas Penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju senilai Rp 5,19 miliar dan keterlibatan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di dalamnya.

Suap itu diduga ditujukan terkait penanganan perkara Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Rita dan upaya Peninjauan Kembali (PK). Robin, bersama advokat Maskur Husain, dijanjikan bakal menerima Rp 10 miliar untuk mengurus perkara itu.

"Terkait dengan pemberian suap dari (Rita) Widyasari dan AZ (Azis) kepada SRP (Robin), tentu ini masih dalam tahap kita akan dalami, terkait dengan dugaan-dugaan tadi," kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Sabtu (25/9).

Baca Juga:

KPK Menciduk Azis Syamsuddin di Rumahnya

Jenderal bintang tiga ini menyebut, pihaknya perlu menelusuri dugaan suap tersebut lantaran lembaga antirasuah tunduk terhadap aturan yang berlaku.Menukil KUHAP, ia mengatakan, penanganan suatu perkara memerlukan kecukupan bukti.

"Tugas kita memahami betul kecukupan bukti apa yang dimaksud kecukupan bukti. Itu tidak lepas dari apa yang dia lakukan oleh undang-undang nomor 8 tahun 81 tentang hukum acara pidana yaitu ada di pasal 183," ujar Firli.

Sebelumnya, Stepanus Robin Pattuju diduga turut memainkan perkara yang menjerat mantan Rita Widyasari. Rita bisa mengenal Robin karena bantuan Azis Syamsuddin. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan Robin yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK.

 KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: MP/Ist)
KPK resmi menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Kabupaten Lampung Tengah. (Foto: MP/Ist)

"Bahwa pada bulan Oktober 2020, terdakwa (Robin) dikenalkan kepada Rita Widyasari oleh Azis Syamsuddin," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK Lie Putra Setiawan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/9).

Seminggu setelah perkenalan itu, Robin datang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) klas IIA Tangerang untuk menemui Rita. Robin ditemani Pengacara Maskur Husain saat menemui Rita.

Baca Juga:

KPK Resmi Tetapkan Azis Syamsuddin Tersangka

Robin dan Maskur saat itu meyakinkan Rita untuk mengembalikan aset yang disita KPK dalam perkara TPPU dan pengajuan PK dengan imbalan Rp10 miliar. Setelahnya, Rita berkomunikasi dengan Azis perihal pertemuannya dengan Robin dan Maskur tersebut.

Akhirnya, Robin dan Maskur menerima Rp 5.197.800.000 secara bertahap. Uang itu ada yang diserahkan melalui rekening Maskur Husain, ada juga yang diberikan kepada Robin di rumah dinas Azis Syamsuddin. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Seluruh Prajurit TNI AD Selesai Divaksin COVID-19 pada April
Indonesia
Seluruh Prajurit TNI AD Selesai Divaksin COVID-19 pada April

Diharapkan pada akhir bulan April 2021, seluruh personel TNI Angkatan Darat telah menerima vaksinasi COVID-19.

Panglima TNI dan Kapolri Sidak Ketertiban Warga Gunakan Masker di Pasar Tanah Abang
Indonesia
Panglima TNI dan Kapolri Sidak Ketertiban Warga Gunakan Masker di Pasar Tanah Abang

Mereka langsung berkeliling kawasan Blok A Pasar Tanah Abang

Nasabah Asuransi Jiwa Kresna Life Cabut Laporan Polisi, Ini Alasannya
Indonesia
Nasabah Asuransi Jiwa Kresna Life Cabut Laporan Polisi, Ini Alasannya

Nasabah Asuransi Jiwa Kresna (AJK) atau Kresna Life akhirnya mencabut laporan mereka di Polda Metro Jaya.

Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten
Indonesia
Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten

Patut diduga menjadi penyebab pembengkakan biaya

Pesan Natal Jokowi: Pandemi Memberi Banyak Pelajaran
Indonesia
Pesan Natal Jokowi: Pandemi Memberi Banyak Pelajaran

"Pandemi telah mengubah banyak hal dan memberi banyak pelajaran," tegasnya.

Harumkan Nama Solo, Gibran Berikan Dana Apresiasi 12 Atlet Binaan PMS
Indonesia
Harumkan Nama Solo, Gibran Berikan Dana Apresiasi 12 Atlet Binaan PMS

Sebanyak 12 atlet asal Solo dari berbagai cabang olahraga telah mencatatkan prestasi. Hal itu mendapatkan perhatian dari Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dengan menyerahkan dana apresiasi kepada atlet tersebut.

Bandung Bakal Berebut Penghargaan Kota Bebas Pungli 2021
Indonesia
Bandung Bakal Berebut Penghargaan Kota Bebas Pungli 2021

Kota Bandung memiliki potensi yang bisa diandalkan untuk mengikuti lomba tersebut. Pertama, Kota Bandung berhasil meraih penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas LKPD tahun 2018 dan 2019.

PKS Nilai PPN Sembako dan Pendidikan Tidak Pancasilais
Indonesia
PKS Nilai PPN Sembako dan Pendidikan Tidak Pancasilais

Mayoritas rakyat Indonesia yang terhubung dengan sekolah dan sembako justru dikenakan pertambahan pajak, sedangkan para orang kaya/konglomerat diberikan kebijakan tax amnesty, juga pajak 0 persen untuk PPnBM

Dugaan Korupsi Proyek Dinas PUPR, KPK Konfirmasi Wali Kota Banjar
Indonesia
Senangnya RJ Lino Menunggu Lima Tahun untuk Ditahan KPK
Indonesia