KPK Dalami Aliran Dana Suap Imam Nahrawi Lewat Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi. (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid sebagai saksi kasus dugaan suap dana hibah dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk KONI.

Jazilul diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan mantan Menpora Imam Nahrawi. Dalam pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Umum PKB tersebut, tim penyidik mendalami mengenai aliran dana terkait kasus suap tersebut.

Baca Juga:

Pesan Eks Menpora Imam Nahrawi ke Firli Bahuri Cs

"Terkait dengan aliran uang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (13/1) malam.

Kendati demikian, Ali masih enggan membeberkan lebih jauh mengenai aliran dana tersebut. Tim penyidik nampaknya mulai memeriksa para saksi yang berasal dari unsur legislatif.

Pada Jumat (10/1), tim penyidik menjadwalkan memeriksa anggota DPR dari Fraksi Demokrat Teuku Riefky Harsya. Namun, Teuku Riefky mangkir atau tak memenuhi panggilan penyidik KPK.

KPK perpanjang masa penahanan eks Menpora Imam Nahrawi (MP/Ponco Sulaksono)
KPK perpanjang masa penahanan eks Menpora Imam Nahrawi (MP/Ponco Sulaksono)

Dalam kasus ini, KPK menetapkan mantan Menpora Imam Nahrawi dan asisten pribadinya Miftahul Ulum sebagai tersangka suap dana hibah KONI. Selain suap, keduanya juga dijerat gratifikasi. Imam Nahrawi melalui Ulum diduga telah menerima uang total Rp26,5 miliar.

Uang tersebut merupakan commitment fee atas pengurusan proposal hibah yang diajukan oleh pihak KONI kepada Kemenpora, kemudian jabatan Imam sebagai Ketua Dewan Pengarah Satlak Prima dan penerimaan lain yang berhubungan dengan jabatan Imam selaku Menpora.

Baca Juga:

KPK Periksa Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid Terkait Kasus Imam Nahrawi

KPK menduga uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Menpora dan pihak Iain yang terkait.

Sebelumnya, KPK sudah lebih dahulu menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam kasus ini. Kelima orang tersebut terjaring operasi tangkap tangan tim penindakan pada 18 Desember 2018.

Mereka adalah Deputi IV Kemenpora Mulyana (MUL), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Kemenpora Adhi Purnomo (AP), Staf Kemenpora Eko Triyanto (ET), Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy (EFH), dan Bendahara Umum KONI Jhony E. Awuy (JEA). (Pon)

Baca Juga:

KPK Periksa Legislator Demokrat Terkait Kasus Imam Nahrawi


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH