KPK Cecar Eks Dirut Garuda Soal Aliran Dana Lintas Negara Juru Bicara KPK Febri Diansyah menjelaskan kepada awak media terkait perkembangan kasus eks Dirut Garuda Emirsyah Satar (MP/Ponco Sulaksono)

MerahPutih.Com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar terkait kasus dugaan suap pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia.

Juru Bicara KPK Febri Dianyah mengatakan, dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar empat jam itu penyidik mencecar Emirsyah Satar soal dugaan aliran dana lintas negara.

"Dalam pemeriksaan tersangka ESA hari ini, KPK mengkonfirmasi temuan baru tentang dugaan aliran dana lintas negara. Aliran dana tersebut diduga terkait dengan tersangka," kata Febri di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (10/7).

Menurut Febri, lembaga antirasuah menemukan dugaan penggunaan puluhan rekening bank di luar negeri terkait suap yang melibatkan mamtan Direktur Utama PT Mugi Rekso Abadi (MRA) Soetikno Soedarjo.

"Dalam beberapa waktu belakangan KPK menemukan adanya dugaan penggunaan puluhan rekening bank di luar negeri terkait perkara ini," ungkap Febri.

Mantan Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar
Mantan Dirut Garuda Emirsyah Satar. (ANTARA/Reno Esnir)

Usai diperiksa, Emirsyah mengaku sudah lupa soal materi pemeriksaan yang ditanyakan kepadanya. Pasalnya kejadian tersebut terbilang sudah cukup lama.

"Sebaiknya sih tanya penyidik ya, penyidik tau. Memang ada saya ditanya beberapa, ada tambahan karena waktunya sudah cukup lama saya perlu waktu untuk melihat lagi. Nanti dilanjutkan lagi," kata Emirsyah.

Dalam kasus korupsi di PT Garuda Indonesia ini, Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, berupa uang dan aset yang diberikan melalui pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo.

Suap tersebut diberikan Rolls-Royce kepada Emirsyah terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk pada periode 2004-2015.

BACA JUGA: Tim Bentukan Kapolri Gagal, WP KPK: Jokowi Harus Segera Bentuk TGPF Independen

Mabes Polri Tak Tahu Jenderal Bintang Tiga yang Diduga Terlibat Dalam Kasus Novel

Dari hasil penyidikan, suap yang diterima Emirsyah mencapai €1,2 juta dan US$ 180 ribu atau setara Rp 20 miliar. Suap berupa barang yang diterima Emirsyah yakni berjumlah US$ 2 juta yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 Januari 2017, penyidik KPK sampai saat ini belum juga menahan Emirsyah dan Soetikno.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH