KPK Cecar Edhy Prabowo Soal Modus Suap dari Eksportir Benur Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo (tengah) mengenakan baju tahanan seusai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/11). ANTARA/Indrianto Eko Suwarso/aww

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo dalam kapasitasnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benih lobster atau benur pada Rabu (13/1) kemarin.

Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, penyidik mencecar Edhy terkait pembentukan serta penunjukan tim uji tuntas (due diligence) perijinan usaha perikanan budidaya lobster. Tim uji tuntas itu diduga dibentuk untuk menampung uang suap dari para eksportir benur.

Baca Juga

Kasus Suap Benur, KPK Dalami Pengumpulan Uang untuk Edhy Prabowo

"Didalami pengetahuannya mengenai alasan dan dasar pembentukan serta penunjukan Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perijinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster yang diduga sebagai perantara dalam penerimaan sejumlah fee dari para ekspoktir benur," kata Ali dalam keterangannya, Kamis (14/1).

KPK memang sedang mengusut dugaan penerimaan uang Edhy Prabowo dari sejumlah perusahaan pengekspor benur. Dugaan sejumlah uang dari para eksportir benur itu disinyalir ditampung Edhy lewat tim uji tuntas yang dibentuknya di Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menteri KP Edhy Prabowo. (Foto: KKP)
Mantan Menteri KP Edhy Prabowo. (Foto: KKP)

Selain Edhy Prabowo, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kepala Dinas Perikanan dan Keluatan Kabupaten Kaur, Edwar Heppy, pada Rabu, kemarin. Namun, Edwar Heppy tidak memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. KPK berencana menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Edwar Heppy.

"Edwar Heppy (PNS), yang bersangkutan mengkonfirmasi untuk dilakukan penjadwalan ulang," ujar Ali.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka. Ketujuh tersangka itu yakni, Edhy Prabowo, tiga staf khusus Edhy, Andreau Pribadi Misanta, Safri serta Amril Mukminin; Siswadi selaku Pengurus PT Aero Citra Kargo; Ainul Faqih selaku Staf istri Menteri KP; dan Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama.

Edhy bersama Safri, Andreau Pribadi Misanta, Siswadi, Ainul Faqih, dan Amril Mukminin diduga menerima suap sebesar Rp 10,2 miliar dan USD 100 ribu dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benur.

Sebagian uang suap tersebut digunakan oleh Edhy dan istrinya Iis Rosyati Dewi untuk belanja barang mewah di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat pada 21-23 November 2020. Sekitar Rp750 juta digunakan untuk membeli jam tangan Rolex, tas Tumi dan Louis Vuitton serta baju Old Navy. (Pon)

Baca Juga

KPK Dalami Pemberian Uang ke Edhy Prabowo Lewat Bos PT Dua Putra Perkasa

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Indeks Kepercayaan Kepada Jokowi Tahun Ini Lebih dari 70 Persen
Indonesia
Indeks Kepercayaan Kepada Jokowi Tahun Ini Lebih dari 70 Persen

Berdasarkan hasil pengukuran terhadap keseluruhan dimensi tersebut, Presiden memiliki indeks kepercayaan tinggi, yaitu 71,93

HIPPI DKI: Pilkada Serentak 2020 Tak Beri Dampak Ekonomi
Indonesia
HIPPI DKI: Pilkada Serentak 2020 Tak Beri Dampak Ekonomi

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 ini tidak dapat memberikan dampak ekonomi.

DPD Pertanyakan Kengototan Pemerintah Nekat Gelar Pilkada 9 Desember 2020
Indonesia
DPD Pertanyakan Kengototan Pemerintah Nekat Gelar Pilkada 9 Desember 2020

"Ini penting untuk dikaji secara mendalam, termasuk apa urgensinya harus dipaksakan tahun ini?” ungkap La Nyalla

CFD Dibuka Lagi Pekan Depan, Anies: Pedagang Dilarang Jualan
Indonesia
CFD Dibuka Lagi Pekan Depan, Anies: Pedagang Dilarang Jualan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melarang keras masyarakat yang berjualan di CFD, karena berpotensi menimbulkan kerumunan.

[HOAKS Atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Berpakaian K-Pop
Indonesia
[HOAKS Atau FAKTA]: Ma'ruf Amin Berpakaian K-Pop

Akun Facebook bernama Jokbui mengunggah status pada tanggal 23 September 2020 di grup WAJAH SIDIMPUAN berupa foto Wakil Presiden Ma’ruf Amin dengan narasi “ANAK K-POP DRAKOR”.

Romo Sindhu: Jakob Oetama Harap Indonesia Tetap Bersatu
Indonesia
Romo Sindhu: Jakob Oetama Harap Indonesia Tetap Bersatu

Romo Sindhunata memimpin misa pelepasan jenazah pendiri grup Kompas Gramedia, Jakob Oetama, di gedung Kompas, Jakarta, Kamis (10/9).

BPIP: Sangat Langka Seniman yang Radikal dan Intoleran
Indonesia
BPIP: Sangat Langka Seniman yang Radikal dan Intoleran

Mereka manggala sejati yang menafsirkan Pancasila secara luar biasa lewat karya-karyanya dan tidak doktrinal

Tutup Pelintasan Sebidang, PT KAI Imbau Warga Tidak Buat Jalur Lintas Ilegal
Indonesia
Tutup Pelintasan Sebidang, PT KAI Imbau Warga Tidak Buat Jalur Lintas Ilegal

PT KAI Daop 1 Jakarta menghimbau kepada masyarakat yang tinggal di sekitar jalur KA agar tidak membuat perlintasan secara ilegal.

Tangkap Munarman, Polri Dinilai Jaga Ideologi dan Marwah Negara
Indonesia
Tangkap Munarman, Polri Dinilai Jaga Ideologi dan Marwah Negara

"Yang harus dilakukan Polri adalah membongkar jaringan Munarman dan apa saja yang sudah dilakukannya selama ini," tutup Petrus

Bukber Bareng Ketua KPK Firli, Komisaris Pelindo I: Terima Kasih Jenderal!
Indonesia
Bukber Bareng Ketua KPK Firli, Komisaris Pelindo I: Terima Kasih Jenderal!

Firli Bahuri masih belum memberikan komentarnya