KPK Cecar Adik Bambang Widjojanto Soal Proyek QCC di Pelindo II Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: MP/Rizki Fitrianto)

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) rampung memeriksa staf Direktorat Teknik dan Manajemen Risiko PT Pelindo II sekaligus mantan Senior Manajer Peralatan PT Pelindo II tahun 2009-2015, Haryadi Budi Kuncoro.

Adik dari mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto itu diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di PT Pelindo II yang menjerat mantan Dirut PT Pelindo II, RJ Lino.

Baca Juga:

Kasus RJ Lino, KPK Periksa GM PT Pelindo II

Dalam pemeriksaan hari ini, tim penyidik KPK mencecar Haryadi mengenai proses proyek QCC di PT Pelindo II. KPK menduga, Haryadi mengetahui proses pengadaan QCC yang diduga menjadi bancakan RJ Lino.

KPK periksa adik Bambang Widjojanto terkait kasus korupsi RJ Lino
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) (Foto: kpk.go.id)

"Penyidik mendalami keterangan saksi terkait dengan proses pengadaan QCC di Pelindo II," kata Jur Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Senin (21/10).

Selain Hariyadi, penyidik juga rampung memeriksa Ferialdy Noerlan selaku pihak swasta untuk diperiksa sebagai saksi untuk tersangka yang sama. Di Pelindo II, Ferialdy pernah menjabat sebagai Direktur Operasi dan Teknik PT Pelindo II.

Diketahui Haryadi dan Ferialdy telah divonis bersalah dalam kasus pengadaan mobil crane di PT Pelindo II yang ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri.

Dalam putusan kasasi pada 2018 lalu, Mahkamah Agung memperberat hukuman Hariyadi menjadi 9 tahun penjara setelah 16 bulan penjara di tingkat pertama.

Kasus ini ditangani lembaga antirasuah sejak Desember 2015 silam. Namun pengusutan kasus dugaan korupsi di Pelindo II itu belum juga rampung.

Penyidik bahkan belum menahan RJ Lino. RJ Lino yang kini menjabat sebagai Komisaris PT JICT terakhir diperiksa penyidik pada 5 Februari 2016 lalu.

KPK menetapkan RJ Lino sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II.

Baca Juga:

Kasus Pengadaan Crane Pelindo II Bisa Menyeret Pihak Swasta

RJ Lino diduga telah menyalahgunakan wewenangnya saat menjadi Dirut Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain, dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, Wuxi Huangdong Heavy Machinery sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC.

RJ Lino disangka melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.(Pon)

Baca Juga:

KPK Siap Dalami Kasus Dugaan Korupsi RJ Lino

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH