KPK Buru Truk Pembawa Barbuk Kasus Pajak dari Kantor PT Jhonlin Haji Isam Gedung Merah Putih KPK (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan, pihaknya bakal terus memburu truk yang membawa kabur barang bukti kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan.

Jenderal bintang tiga ini memastikan KPK bakal menampung semua informasi dari masyarakat ataupun pihak lainnya mengenai keberadaan truk tersebut.

"Prinsipnya adalah KPK tetap melakukan pencarian terhadap barbuk (barang bukti). KPK tetap bekerja mengumpulkan keterangan-keterangan saksi sehingga dengan bukti tersebut akan muncul terangnya suatu perkara pidana dan kita menemukan tersangkanya," kata Firli di gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/4).

Baca Juga:

KPK Sebut Dokumen Kasus Pajak di Kantor PT Jhonlin Haji Isam Dibawa Kabur Truk

Selain menangkap para tersangka, KPK juga akan menindak pihak-pihak yang diduga terlibat dalam upaya pelarian barang bukti dalam perkara ini.

"Tentu tersangka korupsi itu tidak hanya merugikan uang negara, tetapi ada juga kejahatan-kejahatan lain berupa suap menyuap, pemerasan, dan tindak pidana lain. Termasuk juga para pihak yang melakukan merintangi, menghalangi, menggagalkan penyelidikan penuntutan tindak pidana korupsi itu pasti kita tangani," tegas Firli.

Sebelumnya, KPK gagal menemukan bukti usai menggeledah kantor PT Jhonlin Baratama di Kabupaten Tanah Bumbu dan sebuah lokasi lainnya di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Jumat (9/4) pekan lalu.

Perusahaan batubara ini disinyalir terbelit masalah pajak yang menyeret pejabat Ditjen Pajak. PT Jhonlin Baratama merupakan anak usaha Jhonlin Group milik Samsudin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri sebelumnya membenarkan bahwa dokumen yang berkaitan dengan kasus dugaan suap pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan itu dibawa kabur mobil truk.

"Benar tim penyidik KPK pernah mendapatkan informasi dari masyarakat adanya mobil truk di sebuah lokasi di Kecamatan Hampang Kabupaten Kota Baru Kalsel, yang diduga menyimpan berbagai dokumen terkait perkara yang sedang dilakukan penyidikan tersebut," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Senin (12/4).

Namun Ali melanjutkan, setelah tim penyidik KPK mendatangi lokasi yang dimaksud, truk tersebut sudah berpindah tempat.

"Dan saat ini kami sedang melakukan pencarian," ujar Ali.

Baca Juga:

Dewas KPK Didesak Usut Bocornya Informasi Penggeledahan PT Jhonlin Haji Isam

Untuk itu, KPK mengultimatum akan menjerat pihak yang sengaja menghilangkan barang bukti. Pihak tersebut dapat dijerat dengan pasal 21 UU Tipikor tentang merintangi proses penyidikan.

Lembaga antirasuah juga mengharapkan partisipasi masyarakat untuk segera melaporkan melalui call center 198 atau melalui email informasi@kpk.go.id apabila melihat dan menemukan keberadaan dari mobil truk tersebut. (Pon)

Baca Juga:

Kasus Suap Pajak, KPK Geledah Kantor Jhonlin Baratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
8 Ribu Warga NTT Mengungsi Dampak Cuaca Ekstrem
Indonesia
8 Ribu Warga NTT Mengungsi Dampak Cuaca Ekstrem

Cuaca ekstrem dampak siklon tropis seroja masih berpotensi terjadi di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam beberapa hari ke depan.

KPK Periksa Seorang PNS Terkait Suap Pengurusan Perkara Lippo Group
Indonesia
KPK Periksa Seorang PNS Terkait Suap Pengurusan Perkara Lippo Group

dapun, satu saksi yang diperiksa pada hari ini yaitu seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di MA, Kardi.

Pemprov DKI Belum Tentu Terapkan Belajar Secara Tatap Muka Tahun Depan
Indonesia
Pemprov DKI Belum Tentu Terapkan Belajar Secara Tatap Muka Tahun Depan

Saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tengah fokus melakukan pemasangan internet gratis

TNI-Polri Klaim Kuasai Markas OPM
Indonesia
TNI-Polri Klaim Kuasai Markas OPM

Anggota TNI dan Polri klaim menguasai markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Egianus Kogoya di Kenyam, Papua.

Waspada, 26 Wilayah ini Berpotensi Terjadi Ancaman Cuaca Ekstrem
Indonesia
Waspada, 26 Wilayah ini Berpotensi Terjadi Ancaman Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini terkait ancaman cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat. Cuaca ini diperkirakan terjadi di 26 wilayah di Tanah Air, pada hari ini, Jumat (20/8).

Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad Ditangani Polsek Mampang
Indonesia
Kasus Dugaan Pelanggaran Prokes Raffi Ahmad Ditangani Polsek Mampang

Informasinya akan ada proses permintaan klarifikasi dan sebagainya

Ketika Murid SD-SMP Ethiopia Tanam Pohon untuk Persahabatan dengan Anak Indonesia
Dunia
Ketika Murid SD-SMP Ethiopia Tanam Pohon untuk Persahabatan dengan Anak Indonesia

Enam orang murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Ethiopia beramai-ramai menam pohon di taman yang terletak di depan gedung KBRI Addis Ababa.

KPK Periksa Sekjen KKP Antam Novambar Terkait Kasus Benur
Indonesia
KPK Periksa Sekjen KKP Antam Novambar Terkait Kasus Benur

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Antam Novambar dalam kasus dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur.

Keciduk Pesta Sabu Bareng Anak Buah, Kapolsek Astanaanyar Bisa Dipecat dan Dipidana
Indonesia
Keciduk Pesta Sabu Bareng Anak Buah, Kapolsek Astanaanyar Bisa Dipecat dan Dipidana

Penangkapan Kapolsek Polwan ini bermula saat ada anggota Polri terindikasi menggunakan narkoba

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Asal Sukoharjo
Indonesia
Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Asal Sukoharjo

Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap terduga teroris bernama Siswanto (65), warga Desa Nguter, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.