KPK Buru Ali Fahmi untuk Jerat Anggota DPR Penerima Suap Proyek Bakamla KPK. (Twitter @PBB2019)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) masih memburu narasumber Badan Keamanan Laut (Bakamla) Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi. Pasalnya, KPK membutuhkan keterangan Ali Fahmi untuk mendalami keterlibatan para anggota DPR penerima suap proyek pengadaan satelit monitoring Bakamla.

"Saat ini kita fokus di FA (‎Fayakhun Andriadi) sekaligus juga masih mencari Ali Fahmi karena keterangannya dibutuhkan," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (26/2) malam.

Menurut Febri, tim penyidik masih mengumpulkan bukti-b‎ukti tambahan untuk proses penyidikan Fayakhun. Meski begitu, pihaknya juga akan mendalami keterlibatan para anggota DPR lainnya lewat fakta-fakta persidangan.

"Bukti-bukti harus dikumpulkan dulu setelah penyidikan ini, (baru) diteruskan, kita ‎lihat dulu lah fakta-fakta persidangan," jelas Febri.

Sebagai informasi, ‎terdapat sejumlah nama anggota DPR yang disebut menerima suap terkait proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla. Mereka yakni, politikus PDI Perjuangan TB Hasanuddin dan Eva Sundari; Politikus Golkar Fayakhun Andriadi; serta dua politikus Nasdem Bertus Merlas dan Donny Priambodo.

Hal tersebut terungkap ketika Direktur PT Melati Technofo Indonesia (PT MTI) Fahmi Darmawansyah bersaksi untuk terdakwa mantan pejabat Bakamla Nofel Hasan, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam kesaksiannya, Fahmi mengakui pernah memberikan uang sebesar Rp 24 miliar atau enam persen dari nilai total proyek alat satmon Bakamla sebesar Rp 400 miliar kepada Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi selaku narasumber Bakamla.

Uang tersebut diduga telah disalurkan Ali Fahmi kepada sejumlah anggota DPR untuk meloloskan anggaran proyek Bakamla ini.‎ Namun, KPK belum dapat mendalami lebih lanjut keterangan dari Ali Fahmi. Sebab, Fahmi hingga hari ini belum diketahui keberadaan.

Sementara itu, terdapat salah satu anggota DPR asal Golkar Fayakhun Andriadi, yang namanya muncul di persidangan dan kini telah ditetapkan sebagai tersangka. ‎KPK tak menutup kemungkinan akan kembali menetapkan tersangka baru lainnya dalam kasus ini. (Pon)

Baca juga berita lainnya terkait kasus korupsi Bakamla dalam artikel: KPK Dalami Peran Politisi PDIP TB Hasanuddin di Kasus Bakamla

Kredit : ponco


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH