KPK Buka Peluang Jerat Legislator Bekasi dalam Kasus Suap Rahmat Effendi Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi (tengah) mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

MerahPutih.com - Kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemkot Bekasi, yang menjerat Wali Kota nonaktif Bekasi Rahmat Effendi terus diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lembaga antirasuah membuka peluang menjerat anggota DPRD Bekasi yang diduga terlibat dalam kasus ini. Tim penyidik KPK saat ini sedang mengumpulkan bukti keterlibatan pihak lain.

"Apakah kemungkinan masih bisa ke DPRD? sekali lagi masih dalam proses pengembangan, memungkinkan iya atau tidaknya nanti sesuai dengan temuan-temuannya," kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/1).

Baca Juga:

Sumbangan Masjid Jadi Dalih Suap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi

KPK menegaskan tidak akan pandang bulu dalam mengusut kasus ini. Ghufron memastikan KPK akan menindak semua pihak yang terlibat dalam kasus ini, termasuk para legislator Bekasi.

"Sekali lagi semuanya masih terbuka untuk kemudian dikembangkan," ujar Ghufron.

Sementara itu, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Karyoto mengatakan pengembangan dalam kasus ini sangat memungkinkan. Pasalnya, banyak bukti baru yang ditemukan penyidik yang memungkinkan untuk menindak pihak lain.

"Kalau dalam penggeledahan itu ditemukan sesuatu hal yang berkaitan dengan dimungkinkannya adanya tindak pidana baru ya tentunya pasti akan kita buka," tegas Karyoto.

Dalam perkara ini, Rahmat Effendi atau yang karib disapa Pepen diduga menerima uang sebesar Rp 7,1 miliar. Uang tersebut diterima oleh Pepen sebagai imbalan atas pembebasan lahan swasta yang akan digunakan dalam proyek-proyek milik Pemkot Bekasi tahun 2021.

Baca Juga:

OTT Wali Kota Bekasi, KPK Sita Uang Rp 5 Miliar

Uang tersebut diterima politikus Partai Golkar itu melalui sejumlah orang kepercayaannya dan di antaranya dengan menggunakan sebutan untuk 'Sumbangan Mesjid.

Adapun rinciannya, sebesar Rp 4 Miliar dari pengusaha, Lai Bui Min yang diterima Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi, Jumhana Lutfi; dan sebesar Rp 3 Miliar dari Camat Rawalumbu, Makhfud Saifudin, yang diterima Camat Jatisampurna, Wahyudin.

Pepen kemudian juga menerima uang suap sebesar Rp 100 juta dari Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi, dengan dalih sumbangan ke rekening masjid milik yayasan keluarganya.

Selain itu, Pepen juga diduga menerima uang sejumlah Rp 30 juta dari Direktur PT MAM Energindo, Ali Amril melalui Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP, M. Bunyamin terkait dengan pengurusan proyek dan tenaga kerja kontrak di Pemkot Bekasi.

KPK juga menduga Pepen menerima sejumlah uang dari pegawai Pemkot Bekasi sebagai bentuk imbalan atas posisi yang mereka duduki saat ini.

Baca Juga:

KPK Tetapkan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Tersangka

Selain Pepen, lembaga antirasuah juga menjerat delapan orang lainnya sebagai tersangka. Adapun delapan tersangka lainnya yakni, Camat Rawa Lumbu Makhfud Saifudin (MA) Direktur PT MAM Energindo Ali Amril (AA), Lai Bui Min alias Anen (LBM), Direktur PT Kota Bintang Rayatri (KBR) Suryadi (SY).

Kemudian Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M. Bunyamin (MB), Lurah Kati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertahanan Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL). (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Hadiah Minyak Goreng Bagi Lansia Divaksin COVID-19
Indonesia
Hadiah Minyak Goreng Bagi Lansia Divaksin COVID-19

Percepatan vaksinasi untuk dosis 2 sesuai dengan instruksi dan arahan dari Presiden Joko Widodo saat pertemuan secara virtual dengan beberapa kepala daerah se-Indonesia.

22 Ribu Warga Miskin Kota Solo Belum Terima STB TV Digital
Indonesia
22 Ribu Warga Miskin Kota Solo Belum Terima STB TV Digital

Ia mencatat ada 22.793 keluarga tidak mampu yang belum memiliki TV digital maupun STB.

Bupati Kuansing Segera Duduk di Kursi Pesakitan
Indonesia
Bupati Kuansing Segera Duduk di Kursi Pesakitan

KPK melimpahkan berkas perkara terdakwa Bupati nonaktif Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru.

Sekjen PKS Dilaporkan ke MKD Buntut Suara 'Sayang' di Rapat DPR
Indonesia
Sekjen PKS Dilaporkan ke MKD Buntut Suara 'Sayang' di Rapat DPR

Laporan tersebut buntut dari suara ‘sayang' saat Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya pada Rabu, (24/8).

Kasus Positif COVID-19 Bertambah 404 Orang Hari Ini
Indonesia
Kasus Positif COVID-19 Bertambah 404 Orang Hari Ini

Ada penambahan 404 kasus baru COVID-19 pada Rabu (5/1). Total kasus positif menjadi 4.264.136.

Hari Lingkungan Hidup 2022 Jadi Momentum Meningkatkan Kepedulian pada Alam Sekitar
Indonesia
Hari Lingkungan Hidup 2022 Jadi Momentum Meningkatkan Kepedulian pada Alam Sekitar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya mengatakan, peringatan HLHS 2022 menjadi momentum meningkatkan kepedulian untuk terus memperbaiki perilaku adil terhadap lingkungan.

3 Minggu Jadi Menteri, Zulhas Klaim Turunkan Harga Beberapa Kebutuhan Pokok
Indonesia
3 Minggu Jadi Menteri, Zulhas Klaim Turunkan Harga Beberapa Kebutuhan Pokok

Harga bahan pokok di Indonesia mengalami penurunan, meski secara rata-rata masih tinggi.

Masyarakat Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir di Jakarta
Indonesia
Masyarakat Diminta Waspadai Hujan Disertai Petir di Jakarta

Wilayah DKI Jakarta berpotensi diguyur disertai kilat/petir dan angin kencang pada Selasa (1/2). Masyarakat pun diminta waspada.

Pansus Ungkap Ada Pihak Ingin Ambil Keuntungan di IKN
Indonesia
Pansus Ungkap Ada Pihak Ingin Ambil Keuntungan di IKN

Pembahasan Rancangan Undang-Undang Ibu Kota Negara (RUU IKN) tengah dikebut oleh DPR dan pemerintah.

Sekjen PAN Minta Pemerintah Perbanyak Operasi Pasar Saat Ramadan
Indonesia
Sekjen PAN Minta Pemerintah Perbanyak Operasi Pasar Saat Ramadan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada para pedagang untuk aktif melaporkan ke personel kepolisian apabila mengalami gangguan distribusi.