KPK Bidik Pihak Lain yang Terlibat dalam Korupsi Lahan DKI Ketua KPK Firli Bahuri saat jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/8/2021). ANTARA/HO-Humas KPK

MerahPutih.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menegaskan kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, belum final. KPK masih membidik sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

"Ini masih berjalan, tentu keterangan saksi yang kami kumpulkan, kelengkapan alat bukti yang sudah disita ini akan menggenapi dan mencukupi apakah ada orang lain yang terlibat apakah menjadi saksi atau tersangka," kata Firli di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/8).

Baca Juga

KPK Temukan Dokumen Pencairan Dana Tanah di Munjul Senilai Rp 1,8 Triliun

Namun, Firli enggan memerinci pihak lain yang sedang dibidik oleh KPK dalam kasus ini. Ia hanya menegaskan tidak segan menetapkan tersangka baru meskipun orang itu berasal dari DPRD DKI maupun Pemerintahan Provinsi (Pemprov).

"Kami memang akan mendalami terkait semua pihak yang diduga mengetahui, melihat, mengalami tentang proses penyertaan dana dalam perusahaan darah sarana jaya, apakah di legislatif atau eksekutif," tegas Firli.

Semua orang yang diduga terlibat bakal diperiksa sebagai saksi terlebih dahulu. Jika sudah punya bukti yang kuat, lembaga antirasuah bakal langsung menetapkan orang tersebut sebagai tersangka.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles (YRC), Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene (AR), Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian (TA), Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo (AP).

Ketua KPK, Firli Bahuri. ANTARA/HO-Humas KPK
Ketua KPK, Firli Bahuri. ANTARA/HO-Humas KPK

Perusahaan Adonara Propertindo menjadi penyedia lahan untuk proyek Rumah DP 0 Rupiah milik Pemerintah DKI Jakarta lewat Sarana Jaya.

Melalui Tommy dan wakilnya Anja, Yoory Corneles mengatur pertemuan hingga sepakat membayar tanah yang ditawarkan Adonara tanpa melakukan kajian terhadap lahan tersebut.

Bahkan KPK yakin antara Yoory dengan pihak Adonara, sudah ada pembahasan sebelum proses negosiasi dilakukan.

Selanjutnya masih di waktu yang sama, juga langsung dilakukan pembayaran sebesar 50 persen atau sekitar sejumlah Rp 108,9 miliar ke rekening bank milik Anja Runtunewe pada Bank DKI.

Selang beberapa waktu kemudian, atas perintah Yoory dilakukan pembayaran lagi kepada Anja Runtunewe sekitar sejumlah Rp43,5 miliar.

Atas perbuatan para tersangka tersebut, diduga telah mengakibatkan kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sebesar sejumlah Rp 152,5 miliar. (Pon)

Baca Juga

KPK Dalami Mark Up Harga Tanah di Munjul Lewat Direktur Sarana Jaya

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pembelian Minyak Goreng Rp 14 Ribu Dibatasi 2 Liter Per Orang
Indonesia
Pembelian Minyak Goreng Rp 14 Ribu Dibatasi 2 Liter Per Orang

Pemerintah kabupaten dan kota menggelar OP minyak di pasar yang jauh dari ritel modern atau yang jarang toko 'minimarket'-nya.

Kemenkes Diminta Perbaiki Sistem Pendaftaran Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Kemenkes Diminta Perbaiki Sistem Pendaftaran Vaksinasi COVID-19

Bangsa Indonesia akan dapat keluar dari pandemi COVID-19, jika terbentuk “herd immunity”

BPK Sebut Anies Lakukan Pemborosan Pembelian Masker Rp 5 Miliar
Indonesia
BPK Sebut Anies Lakukan Pemborosan Pembelian Masker Rp 5 Miliar

BPK menemukan adanya pemborosan yang dilakukan pemerintahan Gubernur Anies Baswedan atas pengadaan pembelian masker N95 senilai Rp 5 miliar.

Ketua DPRD Sebut Formula E Jadi Beban Gubernur Setelah Anies
Indonesia
Ketua DPRD Sebut Formula E Jadi Beban Gubernur Setelah Anies

Pemprov DKI Jakarta diminta memikir ulang kembali untuk menggelar mobil balap Formula E.

Penangkapan Ketum PDRI dan Anggota Komisi Fatwa Bikin Pimpinan MUI Tercengang
Indonesia
Penangkapan Ketum PDRI dan Anggota Komisi Fatwa Bikin Pimpinan MUI Tercengang

Tiga terduga teroris yang ditangkap Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri, yakni berinisial AA, AZ dan FAO

Kepala BNPT Peringatkan Penyebaran Paham Radikal Jadi Ancaman Serius
Indonesia
Kepala BNPT Peringatkan Penyebaran Paham Radikal Jadi Ancaman Serius

Penyebaran paham radikal intoleran yang berujung aksi terorisme di Indonesia tak hanya menyasar kepada masyarakat kekurangan ekonomi.

Jumlah Warga Binaan Bandar Narkoba dan Teroris Naik Tajam Tahun Ini
Indonesia
Jumlah Warga Binaan Bandar Narkoba dan Teroris Naik Tajam Tahun Ini

Rumah tahanan (rutan) di Jatim mengalami over kapasitas dan peningkatan hingga 12 persen hingga Oktober 2021 dibanding tahun lalu.

RUU TPKS Diharap Atur Hak Prosedural Hingga Hak Layanan Korban
Indonesia
RUU TPKS Diharap Atur Hak Prosedural Hingga Hak Layanan Korban

Harus dibuka peluang pengaturan kompensasi untuk kekerasan seksual

Penumpang KRL Capai 322.528 Orang saat Libur Natal
Indonesia
Penumpang KRL Capai 322.528 Orang saat Libur Natal

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter telah melayani sebanyak 322.528 pengguna kereta rel listrik (KRL) pada Hari Natal 2021 atau 25 Desember 2021.

Bio Farma Raih Modal Kerja dari Bank Buat Beli dan Produksi Vaksin COVID-19
Indonesia
Bio Farma Raih Modal Kerja dari Bank Buat Beli dan Produksi Vaksin COVID-19

Bio Farma mendapatkan mandat yang didasarkan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020.