KPK Bidik Markus Nari Lewat Mantan Sopirnya Tersangka korupsi e-KTP Markus Nari. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap mantan sopir pribadi anggota Komisi II DPR Fraksi Golkar Markus Nari, Muhamad Gunadi terkait kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

"Keterangan saksi Muhammad Gunadi akan melengkapi berkas penyidikan tersangka MN (Markus Nari)," kata Juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Senin (15/7).

Baca Juga: KPK Sita Mobil Land Cruiser Milik Anggota DPR Markus Nari

Belum diketahui apa yang akan digali penyidik dari Muhamad Gunadi. Lembaga antirasuah memang tengah menelisik sejumlah rapat yang terjadi di Komisi II DPR RI saat proyek e-KTP bergulir di tahap pembahasan.

Langkah KPK ini tercermin dari materi pemeriksaan terhadap saksi kasus e-KTP sebelumnya, Arif Wibowo, selaku mantan anggota Komisi II DPR RI yang lebih dulu diperiksa penyidik pada tanggal 4 Juli 2019 lalu.

Jubir KPK Febri Diansyah
Jubir KPK Febri Diansyah (MP/Ponco Sulaksono)

"KPK mempertanyakan rapat-rapat di Komisi II sesuai dokumen yang ada. Menyangkut kebijakan menyangkut anggaran. Umum saja semuanya," kata Arif usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/7) lalu.

KPK menetapkan politisi Partai Golkar, Markus Nari sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek e-KTP pada Juli 2017 lalu. Markus diduga memperkaya diri sendiri, atau orang lain dalam pengadaan paket e-KTP tahun 2011-2013 yang merugikan keuangan negara Rp 2,3 triliun dari total anggaran Rp 5,9 triliun.

Baca Juga: KPK Tetapkan Markus Nari Tersangka Baru Kasus Korupsi e-KTP

Markus diduga berperan memuluskan pembahasan dan penambahan anggaran proyek e-KTP di DPR. Berdasar fakta persidangan, Markus bersama sejumlah pihak lain meminta uang kepada Irman sebanyak Rp 5 miliar pada 2012.

KPK menduga, dari Rp 5 miliar yang dimintanya Markus telah menerima uang sebesar Rp 4 miliar. Uang ini diduga untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun 2013 sebesar Rp 1,49 triliun.

Kasus dugaan korupsi proyek e-KTP ini merupakan kasus kedua yang menjerat Markus. Sebelumnya, Markus telah menyandang status tersangka kasus dugaan menghalangi, merintangi, atau menggagalkan penyidikan dan penuntutan perkara e-KTP yang dilakukan KPK. (Pon)

Baca Juga: Tersangka Korupsi e-KTP Markus Nari Akhirnya Ditahan KPK

Kredit : ponco


Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH