KPK Bidik Anggota DPRD Jambi Penerima Suap dari Zumi Zola Gubernur Jambi Zumi Zola Zulkifli (tengah) memberikan keterangan pers pasca penetapan statusnya sebagai tersangka. (Antara Foto/Wahdi Septiawan)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah menelusuri dugaan aliran uang kepada sejumlah anggota DPRD Jambi usai majelis hakim Tindak Pidana Korupsi menjatuhkan vonis bersalah terhadap Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola.

Dalam kasusnya, Zumi memberikan uang kepada sejumlah anggota dewan senilai total Rp16,5 miliar agar pimpinan dan anggota DPRD Jambi menyetujui Raperda APBD Tahun Anggaran 2017-2018.

Juru bicara KPK Febri Diansyah (ANTARA /Sigid Kurniawan)

"Tentu perlu dipelajari lebih lanjut dulu putusannya secara lebih lengkap jaksa akan melakukan analisis dan menyampaikan laporan pada pimpinan. Setelah itu baru kita pertimbangkan untuk pengembangan perkara pada pelaku yang lain. Tapi yang pasti kalo buktinya kuat pasti akan ditindaklanjuti," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (7/12)

Menurut Febri dalam persidangan Zumi muncul dugaan aliran uang ke sejumlah anggota DPRD Jambi. Saat ini, KPK masih mempelajari fakta-fakta yang muncul di sidang, pertimbangan majelis hakim dan bukti lain yang telah dipegang penyidik KPK.

"Sampai nanti, jika memang ada bukti yang jauh lebih kuat ada pengembangan perkara itu sangat dimungkinkan," jelas dia.

Zumi telah divonis enam tahun penjara dan denda Rp500 juta subsider tiga bulan kurungan oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Selain itu, hak politik Zumi dicabut selama lima tahun.

Zumi terbukti memberikan suap kepada 53 anggota DPRD Provinsi Jambi senilai total Rp16,5 miliar. Uang tersebut diberikan agar pimpinan dan anggota DPRD Jambi menyetujui Raperda APBD TA 2017-2018.

Terdakwa korupsi eks Gubernur Jambi Zumi Zola. (MP/Ponco)

Sejumlah anggota DPRD yang disebut menerima uang dari Zumi, di antaranya Cornelis Buston, Zoerman Manap, AR. Syahbandar, Chumaidi Zaidi, Nasri Umar, Zainal Abidin, Hasani Hamid, Nurhayati, Effendi Hatta, Rahimah, Suliyanti, Sufardi Nurzain.

Kemudian M. Juber, Pipriyanto, Tartiniah, Ismet Kahar, Gusrizal, Mayloeddin, Zainul Arfan, Elhelwi, Misran, Hilalati Badri, Luhut Silaban, Melihairiya, Budiyako, M. Khairil, Bustami Yahya, Yanti Maria Susanti, Muhammadiyah, Syofian Ali, Tadjudin Hasan, Fahrurozi, Muntalia, Sainuddin,

Selain itu, Eka Marlina, Hasim Ayub, Agusrama, Wiwit Iswara, Supriyono, Syopian, Mauli, Parlagutan Nasution, Hasan Ibrahim, Rudi Wijaya, Arrahmat Eka Putra, Supriyanto, Nasrullah Hamka, Cekman, Jamaluddin, Muhammad Isroni, Edmon, A. Salam, dan Kusnindar. (Pon)



Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH