KPK Benarkan 115 Pegawai Terkonfirmasi Positif COVID-19 Ilustrasi. (Foto: MP/Pixabay.com/leo2014)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membenarkan sebanyak 115 pegawai terkonfirmasi positif COVID-19.

Hal ini diketahui setelah KPK melakukan tes swab PCR kepada 1.898 orang yang terdiri dari pegawai KPK serta pihak-pihak terkait yang berada di lingkungan KPK seperti BKO Polri, TNI Pomdamjaya, dan tahanan.

"Rekap hasil test swab sementara di lingkungan KPK (pegawai KPK dan pihak-pihak terkait) sejak Maret sampai dengan 18 September 2020. Total konfirmasi positif 115 orang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (18/9).

Baca Juga:

Lewat Puisi, Ketua KPK Tanamkan Semangat Antikorupsi untuk Mahasiswa Binawan

Ali menyebut, dari hasil tes swab itu terkonfirmasi 115 orang positif COVID-19. Sementara yang sudah sembuh sebanyak 33 orang.

"Total yang masih positif dan dalam perawatan maupun isolasi mandiri sebanyak 81 orang. Itu terdiri dari 54 pegawai KPK dan 27 orang dari pihak-pihak terkait," ujar Ali.

Logo KPK. Foto: ANTARA
Logo KPK. Foto: ANTARA

Selain itu, kata Ali, terdapat juga penyidik KPK asal institusi Polri yang meninggal setelah sebelumnya menderita COVID-19. Penyidik KPK tersebut, yakni almarhum Pandu.

"Total meninggal satu orang diagnosa akhir Non-Covid, almarhum Pandu HS," kata Ali.

Ali menyebut, pelaksanaan test swab tersebut sebagai bagian dari mitigasi penyebaran wabah COVIF-19 di lingkungan KPK. Sehingga dapat segera dilakukan langkah cepat upaya penanganannya, dengan dilakukan isolasi mandiri terhadap pegawai dan pihak-pihak lain yang berada di lingkungan KPK yang terpapar COVID-19.

Baca Juga:

Penyidik Kejagung Periksa Tersangka Eks Politikus Nasdem Andi Irfan di KPK

"Upaya lain adalah melakukan penyesuaian sistem dan jam kerja pegawai KPK dan juga penyemprotan disinfectan secara berkala di area dalam maupun luar gedung KPK dan juga termasuk seluruh rutan cabang KPK," tutup Ali.

Untuk diketahui, berdasarkan data dari situs resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, corona.jakarta.go.id, Jumat (18/9), sebanyak 106 orang pegawai KPK tercatat telah terkonfirmasi positif COVID19. KPK berada di urutan ketiga setelah pada urutan pertama Kementerian Kesehatan tercatat 252 kasus dan urutan kedua Kementerian Perhubungan tercatat 175 kasus. (Pon)

Baca Juga:

Dituding Lambat Putuskan Kasus Firli Oleh ICW, Begini Jawaban KPK

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pasien COVID-19 Sembuh Bertambah Jadi 244 Ribu
Indonesia
Pasien COVID-19 Sembuh Bertambah Jadi 244 Ribu

Pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang telah dinyatakan sembuh terus bertambah.

Klaim Hadi Pranoto soal Obat Corona di Video Anji, IDI: Penipuan dan Berbahaya!
Indonesia
Klaim Hadi Pranoto soal Obat Corona di Video Anji, IDI: Penipuan dan Berbahaya!

Menurutnya, klaim Hadi sangat membahayakan dan meminta polisi turun tangan.

DPP Partai Demokrat Sebut Kubu Moeldoko Sudah Oleng
Indonesia
DPP Partai Demokrat Sebut Kubu Moeldoko Sudah Oleng

Syahrial meyakini akan ada pihak-pihak lain yang mengambil langkah serupa seperti yang dilakukan Razman Arif Nasution.

Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK
Indonesia
Kejagung Titipkan Tersangka Andi Irfan di Rutan KPK

"Terhitung mulai hari ini akan ditempatkan di Rutan KPK," ujar Hari.

PPKM Mikro, Ganjar Instruksikan RT/RW Bikin Tempat Khusus Isolasi Mandiri
Indonesia
PPKM Mikro, Ganjar Instruksikan RT/RW Bikin Tempat Khusus Isolasi Mandiri

"Kami memberikan informasi kepada kepala daerah jelang PPKM berskala mikro agar menginstruksikan pada Desa, RT, atau RW menyiapkan tempat khusus isolasi mandiri pasien COVID-19," ujar Ganjar

Gelar Muktamar IX di Makassar, PPP Bakal Undang Presiden Jokowi
Indonesia
Gelar Muktamar IX di Makassar, PPP Bakal Undang Presiden Jokowi

Muktamar IX sudah menjadi muktamar islah dari dua kepengurusan

Update COVID-19 Kamis (4/6): 28.818 Positif, 8.892 Sembuh
Indonesia
Update COVID-19 Kamis (4/6): 28.818 Positif, 8.892 Sembuh

"Penambahan pada pasien positif sebanyak 585 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah khusus penanganan COVID-19, Achmad Yurianto

Komjen Listyo Dikritik karena Programnya Dinilai Minim Perlindungan HAM
Indonesia
Komjen Listyo Dikritik karena Programnya Dinilai Minim Perlindungan HAM

Calon tunggal Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo dikritik karena dalam program kerjanya minim membahas evaluasi sektor penegakan HAM.

Pengetahuan Sebagai Modal Dalam Membangun dan Memajukan Papua
Indonesia
Pengetahuan Sebagai Modal Dalam Membangun dan Memajukan Papua

"Persoalan besar di Papua bukan terletak pada infrastruktur, tetapi karena infrastruktur yang terbatas maka pelayanan di berbagai aspek, khususnya kesehatan dan pendidikan menjadi terbatas/terhambat," ujar Owen.

Gedung DPRD DKI Jakarta Ditutup
Indonesia
Gedung DPRD DKI Jakarta Ditutup

Ketiganya terkena virus COVID-19 dari luar kantor DPRD