KPK Bantarkan Penahanan Eks Ketum PPP Romahurmuziy di RS Polri Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Romahurmuziy. Foto: MP/Ponco

MerahPutih.Com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantarkan penahanan tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) Romahurmuziy alias Romi di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

KPK membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu sejak Selasa (2/4) lalu.

"Yang bersangkutan (Romi) sedang dalam proses pembantaran di RS Polri dari tanggal 2 April 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (4/4).

Namun, Febri enggan membeberkan sakit yang diderita Romi hingga penahanannya dibantarkan. Febri hanya menyatakan, berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Romi membutuhkan perawatan di rumah sakit.

Jubir KPK Febri Diansyah menyatakan Romi dipindahkan ke RS Polri
Juru Bicara KPK Febri Diansyah memberikan keterangan pers di Jakarta (MP/Ponco Sulaksono)

"Dari pemeriksaan dokter di KPK, penanganannya perlu dilakukan di luar rutan," ujar Febri.

Menurut Febri, selama masa pembantaran tersebut, masa penahanan Romi yang seharusnya ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK tidak dihitung.

BACA JUGA: Suap Romahurmuziy, Eks Sekjen Kemenag Dicecar Soal Regulasi Seleksi Jabatan

OTT KPK Amankan Tujuh Orang Terkait Distribusi Pupuk

Isu Khilafah Dimunculkan Karena Prabowo Dekat dengan Islam

Romi bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemena Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemenag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romi untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemenag. Adapun, Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik. Sedangkan Haris, mendaftar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur.(Pon)

Kredit : ponco


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH