KPK Bakal Tindaklanjuti Dugaan Gratifikasi Politikus Demokrat M Nasir Politisi Demokrat M Nasir (kiri) (Foto: antaranews/yudhi mahatma)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal menindaklanjuti keterangan mantan Anggota Komisi VI DPR fraksi Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso.

Dalam persidangan tertanggal 23 Oktober 2019, terpidana perkara suap bidang pelayaran antara PT PILOG dengan PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) itu buka-bukaan soal penerimaan uang gratifikasi dari sejumlah pihak terkait kedudukannya saat menjabat sebagai anggota DPR.

Baca Juga

Dirut Petrokimia Gresik Bantah Terlibat Kasus Bowo Sidik

Bowo mengatakan, total uang Rp8 miliar yang diterimanya berasal dari beberapa sumber. Satu di antaranya, ia menyinggung nama politikus Partai Demokrat M Nasir.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyatakan bahwa berdasarkan fakta persidangan, jaksa penuntut umum (JPU) menilai keterangan Bowo berdiri sendiri tanpa didukung alat bukti lain, sehingga berlaku asas satu saksi bukanlah saksi.

Namun, ditegaskan Ali, jika nantinya ditemukan bukti dan fakta yang menguatkan keterangan Bowo soal aliran uang suap dari sumber lain, salah satunya M Nasir, maka KPK tak segan akan menindaklanjuti.

"Jika nantinya ditemukan bukti-bukti dan fakta yang memperkuat keterangan Bowo SP tersebut, tentu KPK akan menindaklanjutinya," kata Ali saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Diketahui, saat menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Bowo mengaku menerima 250 ribu dolar Singapura atau bila dirupiahkan saat kurs saat itu sebesar Rp2,5 miliar dari M Nasir yang juga duduk sebagai anggota DPR saat itu, terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Meranti.

Bowo mengaku bahwa penerimaan uang itu saat mengemban tugas sebagai anggota Badan Anggaran. Menurut Bowo, M Nasir datang menemuinya bersama dengan seseorang bernama Jesica.

"Dia minta tolong bagaimana kalau dia dibantu Kabupaten Meranti untuk dapat alokasi DAK," kata Bowo kepada jaksa KPK di Pengadian Tipikor Jakarta Pusat, Rabu (23/10).

Tersangka kasus suap Bowo Sidik Pangarso di KPK
Tersangka kasus suap Bowo Sidik Pangarso di KPK (Foto: antaranews)

Lantas, Bowo pun menyarankan agar bertemu dengan Eka Satra yang juga anggota DPR Fraksi Golkar saat itu. Menurut penuturan Bowo, Eka mengurus anggaran tersebut.

"Eka yang ngurus itu sampai bisa dana tersebut cair. Nah, setelah [Kabupaten] Meranti dapat alokasi itu, Jesica bersama Nasir datang ke ruangan saya memberikan uang Singapura yang kalau dirupiahkan kurang lebih Rp2,5 miliar," ucap Bowo.

M Nasir sendiri sudah pernah diperiksa KPK. Pemeriksaan Nasir untuk menggali informasi terkait aliran dana gratifikasi ke Bowo Sidik Pangarso.

"KPK dalami lebih lanjut pengetahuan saksi terkait dengan dugaan aliran dana pada tersangka BSP ini," ujar mantan Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (1/7).

Febri kala itu menyampaikan, Nasir diperiksa oleh penyidik KPK terkait dua perkara, yakni soal dugaan suap dan penerimaan gratifikasi.

Petugas KPK sebelumnya menggeledah ruang kerja Nasir di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada 4 Mei 2019.

Pengadilan Tipikor Jakarta pada 4 Desember 2019 telah menjatuhi vonis 5 tahun penjara ditambah denda Rp250 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Bowo karena terbukti menerima suap dan gratifikasi.

Selain itu, Majelis Hakim juga menjatuhkan pidana tambahan berupa pencabutan hak politik untuk Bowo selama 4 tahun terhitung sejak terdakwa selesai menjalani masa pidana.

Baca Juga

Eks Legislator Golkar Bowo Sidik Dituntut 7 Tahun Bui

Vonis itu berdasarkan dakwaan pertama pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat (1) KUHP dan dakwaan kedua pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat 1 KUHP.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU KPK yang menuntut Bowo 7 tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 6 bulan kurungan. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Punya Dasar Kuat, Industri Otomotif Kembali Bangkit di 2021
Indonesia
Punya Dasar Kuat, Industri Otomotif Kembali Bangkit di 2021

"Industri otomotif, yang memang pada dasarnya sudah kuat dan tinggal menunggu waktu untuk pulih," kata Faisal Basri.

BPK Apresiasi KPK Bongkar Kasus Suap Bansos COVID-19
Indonesia
BPK Apresiasi KPK Bongkar Kasus Suap Bansos COVID-19

Proses penegakan hukum yang dilakukan KPK perlu didukung sebagai bagian perjuangan menghadapi pandemi COVID-19.

Dua Pasien Positif COVID-19 Kabur dari Sorong ke Malang
Indonesia
Dua Pasien Positif COVID-19 Kabur dari Sorong ke Malang

Kedua wanita positif COVID-19 yang melarikan diri dari kota Sorong tersebut telah diamankan di Malang oleh Satgas COVID-19 setempat.

Sejak Anies Tarik Rem Darurat, Penumpang Harian Angkutan Umum Turun 22 Persen
Indonesia
Sejak Anies Tarik Rem Darurat, Penumpang Harian Angkutan Umum Turun 22 Persen

Penurunan tersebut terjadi pada angkutan umum berkategori perkotaan dan antarkota antarprovinsi

Tim Merauke Bertugas Turunkan Sang Merah Putih
Indonesia
Tim Merauke Bertugas Turunkan Sang Merah Putih

Sylvia Kartika Putri dari Provinsi Sumatera Utara dipercaya sebagai pembawa bendera Merah Putih saat nantinya diturunkan.

Golkar Siapkan Sekolah Kebijakan Publik
Indonesia
Golkar Siapkan Sekolah Kebijakan Publik

Airlangga mengingatkan pada Pilkada 2020, pasangan calon yang diusung Partai Golkar untuk mengkampanyekan pentingnya perubahan perilaku

BMW Optimistis Bersaing di Kelas Entry Level Lewat X1 Series
Indonesia
BMW Optimistis Bersaing di Kelas Entry Level Lewat X1 Series

Perusahaan mobil BMW menargetkan penjualan di Jatim mencapai 30 unit per bulan.

PDIP Blak-blakan Duit DKI Takkan Sanggup Biayai Strategi Baru Anies
Indonesia
PDIP Blak-blakan Duit DKI Takkan Sanggup Biayai Strategi Baru Anies

Pemda DKI harus menyediakan kebutuhan warga setiap hari saat PSBL

Angka Kematian akibat COVID-19 di Tanah Air Terus Menyusut, 72 Orang Hari Ini
Indonesia
Angka Kematian akibat COVID-19 di Tanah Air Terus Menyusut, 72 Orang Hari Ini

Kasus baru COVID-19 di Indonesia bertambah 3.779 dalam data yang dikumpulkan selama 24 jam terakhir sampai Selasa (10/11) siang WIB.

 [HOAKS atau FAKTA]: FBI Tangkap Bill Gates Karena Tuduhan Teror Biologis
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: FBI Tangkap Bill Gates Karena Tuduhan Teror Biologis

Foto aslinya adalah foto yang memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro pada Kamis 23 Januari 2014.