KPK Amankan Dokumen dan Uang Usai Geledah Rumah Bupati Probolinggo KPK menunjukkan barang bukti hasil OTT Bupati Purbolinggo di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/8/2021) dini hari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah lima lokasi di Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (2/8). Salah satu lokasi yang digeledah penyidik lembaga antirasuah yakni rumah pribadi Bupati nonaktif Probolinggo Puput Tantriana Sari.

"Dari kegiatan ini tim penyidik berhasil mengamankan sejumlah dokumen, bukti elektronik dan sejumlah uang," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (3/8).

Baca Juga:

Jadi Tersangka Terima Upeti, Harta Bupati Probolinggo Tercatat Rp 10,01 Miliar

Adapun empat lokasi lain yang digeledah yakni rumah dinas Puput, kantor bupati Probolinggo, dan kantor camat Paiton. Dari 4 lokasi tersebut, tim penyidik KPK juga menemukan hal serupa.

Ali tidak memerinci dokumen dan total uang yang disita. Namun, saat ini dokumen dan uang itu akan dianalisa lebih jauh untuk mendalami perkara.

"Segera dianalisa untuk dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara tersebut," ujar Ali.

Jumpa pers kasus dugaan suap jual beli jabatan kades di lingkungan Pemkab Probolinggo Tahun 2021. ANTARA/HO-Humas KPK
Jumpa pers kasus dugaan suap jual beli jabatan kades di lingkungan Pemkab Probolinggo Tahun 2021. ANTARA/HO-Humas KPK

Sebelumnya KPK menetapkan Bupati Puput dan suaminya, anggota DPR dari Fraksi Nasdem, Hasan Aminuddin sebagai tersangka.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait seleksi atau jual beli jabatan penjabat kepala desa di lingkungan pemerintah Kabupaten Probolinggo tahun 2021.

Baca Juga:

KPK Geledah Rumah Jabatan Bupati Probolinggo

Selain pasangan suami istri itu, dalam perkara ini, KPK juga menjerat 20 orang lainnya sebagai tersangka.

Penetapan tersangka ini dilakukan KPK setelah memeriksa intensif Puput, Hasan dan delapan orang lainnya yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Senin (30/8) pagi. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mahasiswa ITS Gagas Masker Kain Dengan Filter Limbah Lontar
Indonesia
Mahasiswa ITS Gagas Masker Kain Dengan Filter Limbah Lontar

Kurangnya penelitian terkait proses pengubahan karbon aktif menjadi lembaran tipis merupakan kendala utama.

Makin Bertambah, 973 Ribu Pasien COVID-19 Sembuh
Indonesia
Makin Bertambah, 973 Ribu Pasien COVID-19 Sembuh

Catatan jumlah kasus harian positif COVID-19 di Indonesia bertambah 8.700 per Selasa (9/2).

Berikut Aturan-aturan dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM Darurat
Indonesia
Berikut Aturan-aturan dalam Instruksi Mendagri tentang PPKM Darurat

Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri (Inmendagri) Nomor 15 tahun 2021 tentang PPKM Darurat COVID-19 Jawa-Bali.

Tiga UMKM Cirebon Lakukan Ekspor 40 Ton Rotan Olahan
Indonesia
Tiga UMKM Cirebon Lakukan Ekspor 40 Ton Rotan Olahan

Ekspor rotan tersebut dikirimkan ke negara-negara tujuan ekspor Indonesia seperti Amerika Serikat (AS), Kanada, Jepang, Korea Selatan, Australia, serta negara - negara Uni Eropa seperti Jerman, Prancis, Italia, dan Denmark.

Para Pelaku Dugaan Korupsi Asabri Segera Disidang
Indonesia
Para Pelaku Dugaan Korupsi Asabri Segera Disidang

Penyidik Kejagung RI telah lebih dulu melimpahkan tahap dua tujuh tersangka lainnya ke JPU pada akhir Mei 2021 lalu.

Sepanjang Larangan Mudik, KRL Yogyakarta-Solo Angkut 48.572 Penumpang
Indonesia
Sepanjang Larangan Mudik, KRL Yogyakarta-Solo Angkut 48.572 Penumpang

Sepanjang diberlakukan larangan mudik tanggal 6-7 Mei, KRL telah mengangkut sebanyak 572 orang penumpang.

Diperiksa Polda Metro, Kadishub DKI Ditanya soal Penutupan Jalan Petamburan
Indonesia
Diperiksa Polda Metro, Kadishub DKI Ditanya soal Penutupan Jalan Petamburan

“Yang polda terkait izin penutupan jalan,” ucap Syafirin

Rawan Disalahgunakan, KPU Solo Bakar 8.237 Surat Suara Rusak
Indonesia
Rawan Disalahgunakan, KPU Solo Bakar 8.237 Surat Suara Rusak

Pemusnahan dilakuakan sebagai antisipasi adanya penyalahgunaan kertas suara rusak.

 DPRD DKI Tegaskan Pekerja Luar Jakarta Tak Perlu Surat Tugas Selama Larangan Mudik
Indonesia
Pemerintah Diminta Dengar Ahli Kesehatan dan Epidemiolog Terkait Kelanjutan PPKM Level 4
Indonesia
Pemerintah Diminta Dengar Ahli Kesehatan dan Epidemiolog Terkait Kelanjutan PPKM Level 4

"PPP berharap agar pemerintah mendengarkan para ahli kesehatan masyarakat dan epidemiolog," kata Wakil Ketua PPP, Arsul Sani