KPK Ajukan Kasasi Atas Vonis Bebas Penyuap Eks Gubernur Riau Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajukan kasasi atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, yang menjatuhkan vonis bebas penyuap eks Gubernur Riau, Annas Maamun, Suheri Terta.

"JPU KPK yang diwakili Wahyu Dwi Oktavianto hari ini menyatakan upaya hukum kasasi terhadap putusan majelis hakim tingkat pertama atas nama terdakwa Suheri Terta," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Selasa (22/9).

Baca Juga

KPK Dinilai Tak Usah Ikut Tangani Kasus Djoko Tjandra

Ali mengatakan KPK mengajukan kasasi karena ada dua hal yang tidak dipertimbangkan majelis hakim. Pertama, KPK meyakini ada pemberian uang oleh eks Gubernur Riau Annas Maamun melalui Gulat Medali Emas Manurung.

Menurut Ali, dugaan pemberian uang itu sudah dinyatakan terbukti oleh Mahkamah Agung (MA) pada perkara Annas Maamun.

"Barang bukti berupa uang yang disita di perkara Annas Maamun yang dengan tegas dalam putusan Majelis Hakim tingkat MA terbukti sebagai uang yang diterima dari PT Duta Palma," ujar Ali.

Mantan Gubernur Riau Annas Maamun. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/pri.
Mantan Gubernur Riau Annas Maamun. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/pri.

Kedua, kata Ali, ada kesaksian Gulat Medali Emas Manurung dan Annas Maamun yang juga mengakui menerima uang. Selain itu, ada pula alat bukti surat serta petunjuk berupa rekaman percakapan yang terungkap di persidangan.

"Alasan dan dalil JPU selengkapnya akan disampaikan lebih lanjut dalam memori Kasasi yang akan JPU KPK serahkan kepada Mahkamah Agung melalui PN Tipikor Pekanbaru," ungkap Ali.

Diberitakan sebelumnya, Suheri Terta, terdakwa dalam kasus dugaan penyuapan mantan Gubernur Riau Annas Maamun, divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pekanbaru, Riau.

Majelis yang dipimpin Hakim Saut Maruli Tua Pasaribu dalam putusannya di Pekanbaru, Rabu, menyatakan Suheri tidak terbukti melakukan penyuapan tersebut, meski di kasus yang berbeda Annas Maamun divonis bersalah dan hingga kini masih mendekam di penjara.

"Membebaskan terdakwa oleh karena itu dari semua dakwaan Penuntut Umum," kata Hakim Saut didampingi dua hakim anggota Sarudi dan Darlina.

Baca Juga

Eks Gubernur Riau Annas Maamun Hirup Udara Bebas

Dalam dakwaan, JPU KPK menyebut Suheri dan pemilik PT Duta Palma, Surya Darmadi, berencana menyuap Rp8 miliar kepada Annas.

Dari angka itu, Rp3 miliar telah diberikan sebagai uang muka dan sisanya diberikan setelah rencana tata ruang wilayah atau RTRW disahkan menteri. Uang itu diserahkan Suheri melalui seorang perantara yakni Gulat Mendali Emas Manurung. (Pon)

Penulis : Andika Pratama Andika Pratama
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Mentan Mantapkan Lokasi Lumbung Pangan di Kalimantan
Indonesia
Mentan Mantapkan Lokasi Lumbung Pangan di Kalimantan

Penanaman perdana di Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu, oleh Presiden Jokowi pada akhir September, tidak hanya menanam padi saja, namun juga komoditas pertanian lainnya serta pelepasan benih ikan.

Tim Advokasi Minta Pelaporan Kasus Dugaan Rekayasa Penyerangan Novel Dihentikan
Indonesia
Tim Advokasi Minta Pelaporan Kasus Dugaan Rekayasa Penyerangan Novel Dihentikan

Tim Advokasi Novel Baswedan meminta kepolisian untuk tidak melanjutkan proses hukum terhadap laporan yang dilakukan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewi Tanjung.

Jaksa Pinangki Minta Pemeriksaannya Ditunda Sepekan
Indonesia
Jaksa Pinangki Minta Pemeriksaannya Ditunda Sepekan

Yang bersangkutan dicecar pertanyaan sebanyak 34 pertanyaan

TNI Belum Mau Pastikan Anggotanya Jadi Korban Ledakan Monas
Indonesia
TNI Belum Mau Pastikan Anggotanya Jadi Korban Ledakan Monas

Saat ini, ia memastikan bahwa polisi tengah melakukan penyelidikan di lokasi

 Ribuan Kendaraan Dipaksa Putar Balik Akibat Larangan Mudik
Indonesia
Ribuan Kendaraan Dipaksa Putar Balik Akibat Larangan Mudik

Sebanyak dua ribu lebih kendaraan yang diputar balikan terdiri dari kendaraan umun maupun pribadi.

PSBB Diberlakukan di Jakarta, Nasib Mahasiswa Perantauan Bakal Makin Terjepit
Indonesia
PSBB Diberlakukan di Jakarta, Nasib Mahasiswa Perantauan Bakal Makin Terjepit

Seharusnya pemerintah mengerti dengan keadaan para mahasiswa yang sedang mengenyam pendidikan dan jauh dari rumah

Mentan Syahrul: Stok Beras Aman Selama Pandemi COVID-19
Indonesia
Mentan Syahrul: Stok Beras Aman Selama Pandemi COVID-19

"Dari neraca pangan nasional kita, sebenarnya kita punya neraca cukup bagus terkendali baik, cukup tersedia," ujarnya

Kumpulkan Klub Otomotif Saat Pandemi COVID-19, MPR Dikritik
Indonesia
Kumpulkan Klub Otomotif Saat Pandemi COVID-19, MPR Dikritik

Dalam acara tersebut, hadir dalam acara ini Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. Sementara Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Hidayat Nur Wahid turut serta secara virtual.

Tak Mampu Tutupi Rasa Kangen, Jokowi Video Call Kedua Cucunya dari Istana Negara
Indonesia
 Enam ABG Karanganyar Bikin Video Mandi di Atas Motor, Polisi Beri Sanksi Kocak
Indonesia
Enam ABG Karanganyar Bikin Video Mandi di Atas Motor, Polisi Beri Sanksi Kocak

Hasil keterangan enam pelaku, kata dia, melakukan aksi itu hanya karena iseng, tanpa maksud agar viral atau tujuan lainnya. Apapun alasan mereka, tidak bisa dibenarkan dan harus diberikan sanksi tegas.