KPK Ajak Anak Muda Semarang "Kongkow" Gunakan Platform JAGA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Kongkow Hepi dan Seru Bareng JAGA” atau KOPI SENJA di Semarang. Foto: Humas KPK

MerahPutih.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Kongkow Hepi dan Seru Bareng JAGA” atau KOPI SENJA untuk mengajak anak-anak muda di Kota Semarang memanfaatkan platform JAGA. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan korupsi untuk mendorong pengawasan dan perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kota Semarang.

Kegiatan pelatihan yang digelar Sabtu-Minggu 20-21 Juli 2019 tersebut dibuka oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bertempat di Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan peserta terdiri atas perwakilan siswa SMA/SMK, mahasiswa jurusan TI, jurnalis, hingga pegiat jurnalisme warga.

Baca Juga: KPK Pecat Tidak Hormat Pengawal Idrus Marham

Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. (MP/Ponco Sulaksono)

"Agenda hari pertama berupa kegiatan santai bersama siswa dan mahasiswa untuk meningkatkan pengetahuan dan kapasitas mereka tentang pencegahan korupsi pada era digital," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Minggu (21/7).

Pada sesi tersebut, kata Febri, para siswa yang hadir diperkenalkan tentang platform JAGA. Dilanjutkan dengan agenda hari kedua yaitu pelatihan jurnalisme warga yang dilakukan bersama masyarakat dan jurnalis lokal Semarang.

Sebagai pemateri, KPK menghadirkan beberapa narasumber seperti Arief Budiman yang membawakan materi tentang bagaimana menciptakan konten media sosial yang kreatif, VP Jenius dengan materi tentang bagaimana menghadapi industri 2.0; workshop bagaimana mengeksplorasi sumber data bidang kesehatan dan pendidikan; serta tips membuat laporan jurnalisme warga.

"Pelatihan ini merupakan aksi kolaborasi upaya pencegahan korupsi bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan masyarakat umum," ujar Febri.

Baca Juga: KPK Fokus Tuntaskan Kasus Century, Garuda dan Petral

Febri mengatakan, melalui kegiatan tersebut, KPK berharap akan muncul local champion di bidang pendidikan dan kesehatan yang memahami dan mampu menggunakan platform JAGA sebagai sarana advokasi juga edukasi kepada masyarakat.

"Selain itu, diharapkan local champion tersebut dapat berbagi informasi dan data dengan memanfaatkan fitur diskusi pada platform JAGA tentang kualitas pelayanan publik di daerahnya," kata dia.

Febri melanjutkan, lembaga antirasuah berharap dengan hadirnya local champion tersebut dapat mendorong upaya perbaikan sistem pendidikan dan kesehatan di Kota Semarang.

"Salah satunya, aplikasi digital tersebut akan membuka ruang berbagi informasi dan data yang mendorong pada transparansi dan akuntabilitas pelayanan publik di bidang pendidikan dan kesehatan," pungkasnya.

JAGA merupakan sebuah platform yang diinisiasi oleh KPK bekerja sama dengan Kementerian dan Lembaga dalam menyajikan data tentang informasi publik yang dimiliki oleh Kementerian dan Lembaga dalam upaya pencegahan korupsi. Saat ini konten informasi yang tersedia dalam platform tersebut adalah terkait pendidikan, kesehatan dan dana desa.

JAGA diluncurkan sebagai bentuk baru pencegahan korupsi di masa depan dengan berbasis digital. Sebelum dapat digunakan secara optimal, KPK memandang perlu pemberdayaan kepada target user platform JAGA agar dapat memanfaatkan seluruh data di dalam platform tersebut.

Gedung KPK
Gedung KPK

Sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini, JAGA telah mengumpulkan lebih dari 400.000 profil sekolah dan informasi lain bidang Pendidikan; 13.000 profil Rumah Sakit dan Puskesmas; serta 74.000 profil Desa di seluruh Indonesia. Data tersebut dihimpun dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan; Kementerian Agama; Kementerian Kesehatan; Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi; Kementerian Dalam Negeri; dan Kementerian Keuangan.

Baca Juga: KPK Dalami Proses Pengadaan QCC Terkait Kasus RJ Lino

Sebagai bentuk trigger mechanism, KPK juga telah menginisiasi serangkaian pertemuan dengan CSO (Civil Society Organization) dari beragam bidang pelayanan publik (pendidikan, kesehatan, desa, dan anggaran) sebagai upaya pengembangan platform JAGA. KPK mendorong komitmen bersama dari perwakilan CSO dan masyarakat untuk dapat mengoptimalkan implementasi penggunaan platform JAGA pada bidang-bidang tersebut di Kota Semarang, Jawa Tengah. (Pon)

Kredit : ponco


Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH